Jumat, Februari 04, 2011

Sampah pun masih bermanfaat

Penyebab utama Bumi jadi kotor adalah sampah. Sudah jadi masalah umum, jumlah sampah yang menggunung tidak diimbangi dengan jumlah tempat sampah yang ada. Bahkan tidak jarang kondisi tempat sampahnya sendiri sudah rusak (bolong).
Namun bukan alasan bagi kita untuk membuang sampah sembarangan ya. Kita gunakan saja "tempat kosong" yang kita punya. Misal saku kita, tas, kita bisa menyimpan bungkus permen sementara di dalamnya sebelum benar-benar membuangnya. Apalagi kebanyakan bungkus permen terbuat dari plastik yang kita ketahui bakal butuh waktu lama untuk bakteri menguraikannya.

Kita juga bisa menyelamatkan pohon-pohon dengan menggunakan buku tulis sisa kita. Buku sisa adalah buku yang sudah digunakan tapi masih memiliki banyak lembar kosong. Nah, kita kumpulkan lalu kita jadikan satu, dijilid deh. Taraa, jadi buku baru! Dengan mengurangi jumlah kertas, secara tidak langsung kita menyelamatkan pohon. Kertas dibuat dari kayu. Kayu ditebang dari pohon. Hemat kertas sama dengan sedikit penebangan pohon. Dan “limbah” kertas pun tak menjadi sia-sia. Pohon jadi bisa bernafas lega dan kita pun juga bisa bernafas lega karena oksigen yang kita hirup tidak tercemar.
gambar diambil dari jpmi.or.id
Aku juga sudah membhas soal plastik di awal. Tentunya kita sudah tahu plastik butuh waktu berpuluh-puluh tahun untuk terurai. Namun satu kelebihan plastik; bisa didaur ulang. Nah, pastinya kita sering temui banyak produk rumah tangga yang sering kita pakai, semisal kemasan detergen, pasta gigi, sabun, dan yang menggunakan kemasan plastik, bisa kita dayagunakan menjadi benda yang memiliki nilai bisnis. Kita bisa menyulapnya menjadi tas, dompet, tempat pensil, dan lain-lain.
Lihat sampah pun bisa berubah jadi penghasilan bukan?
Sebelum kita menghijaukan tempat tinggal kita—sebut saja Bumi, berasa seperti berita kriminal saja hehe, kita benahi dulu permasalahan utamanya, sumber limbah dan pencemarannya alias sampah. Sampah diolah, didaur ulang, menambah penghasilan dan bisa menambah lapangan pekerjaan.
Dunia bebas dari sampah dan lapangan pekerjaan makin banyak. Sambil merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui ^_~

salam,
jun
Share:

4 komentar:

  1. bener, saya juga sering lihat hasil dari keajinan sampah seperti tas di gambar. memang sangat berguna untuk mengurangi efek globalisasi

    BalasHapus
  2. betul, mengurangi efek globalisasi juga bisa mengurangi angka pengangguran ^^

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^