Sabtu, Mei 07, 2011

Infus yang bisa diminum?

“Nggak salah kamu kasih judulnya, Jun? Bukannya kamu mau memberitahuku soal Sejarah Pocari Sweat?" Tanya Fave sambil menggoyang-goyangkan botol Pocari Sweat yang isinya telah habis di hadapanku.

"Udah benar kok," kataku mantap. "Dan judul itu sangat berhubungan erat dengan Sejarah minuman mendunia yang baru saja kamu pindahkan ke lambungmu." Karena Fave tak kunjung memberi respon--dia manatap botolnya dengan bingung, menghabiskannya sekarang atau nanti saja, aku kemudian menambahkan, "Kamu pasti tidak menyangka kalau yang kamu minum sekarang"--dia sedang menenggak kembali Pocari Sweat--"adalah cairan infus."
Fave kontan tersedak.
"Kamu bercanda kan, Jun?" tanyanya dengan mata membulat.

"Aku serius. Toh, infus bukan racun. Infus kan makanan dalam bentuk cair," kataku. "Jadi awal mula penciptaan Pocari Sweat adalah dari keinginan Akihiko Otsuka--pemiliki perusahaan Otsuka Pharmaceutical ke-3 yang yang ketika itu menjabat sebagai kepala pabrik--menciptakan produk unggulan perusahaan yang belum pernah dibuat. Dibantu oleh Rokuro Harima, ahli rasa yang mengabdi di perusahaan tersebut, yang mengusulkan untuk membuat produk dengan bahan dasar infus."

"Kira-kira darimana Mr. Harima mendapatkan ide tersebut ya? Maksudku nggak semua orang kan mau meminum cairan infus?" Tanya Fave. Tampaknya kini dia penasaran dan tak sabar. "JUUUNN! Jawab dong."

"Sabar atuh, Fave," aku tergelak melihat mukanya yang bertekuk lucu karena cemberut. "Mr. Harima mendapat ide tersebut dari pengalamannya di Mexico. Ketika dia dirawat di rumah sakit di negara tersebut, seorang dokter memberinya cairan infus untuk diminum dengan alasan air biasa yang digunakan untuk minum telah tercemar. Beliau juga pernah melihat seorang dokter menghisap cairan infus setelah melakukan operasi untuk menggantikan cairan tubuhnya yang hilang...”


“Apakah Mr. Otsuka menyetujui ide “unik”Mr.Harima?” sela Fave.

“Sayang sekali, mr. otsuka menolak.. eh, nggak bisa dibilang menolak juga sih.Yang jelas beliau belum bisa menerima ide dari ahli rasa perusahaannya saat itu.”

“Hmm... “ fave menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. itu kebiasaannya kalau kebingungan.

“Tiga tahun berselang, tepatnya pada tahun 1976, ide dari Mr. Harima mulai direalisasikan. Beliau kemudian menyerahkan pengembangan produk baru yang unik tersebut padaAkihisa Takaichi, peneliti muda yang bekerja di perusahaan otsuka pharmaceutical.”

“Produk minuman kesehatan yang bisa menambah elektrolit dalam tubuh manusia?” Fave coba menebak.

“Yap. dan minuman tersebut harus memiliki rasa yang unik, tidak membosankan, dan bisa dikonsumsi setiap hari dan rasanya tetap nikmat saat melalui tenggorokan.”

“Bagimana cara Mr. Takaichi mengembangkan minuman ini?” Fave menggoyang-goyangkan botol pocari sweat di depan mukaku.”
“Meneliti tentu saja. dia menggunakan dirinya sendiri sebagai objek penelitian komposisi keringat. Dia berjalan-jalan keliling perusahaan agar dirinya bisa berkeringat. Bahkan, dia sampe masuk ke sauna, bukan untuk mandi―bisa jadi sekalian mandi, tapi untuk meneliti komposisi keringat. setelah mendapatkan dua sample tersebut...”

“Dia memulai penelitiannya, iya kan?” Fave menyela lagi. “Apa yang ditemukannya? Bahwa keringat itu bau ya?” dia terbahak dengan lelucon yang dilemparnya sendiri.

“Well, dia mendapatkan nilai ion natrium yang berbeda. nilai Ion Natrium di sauna jauh lebih besar dari...”

“Apa itu Ion Natrium?” Fave menyela lagi.

“Nyela mulu nih,” gerutuku. “Ion Natrium itu... apa ya? Seingatku itu adalah patokan untuk mengetahui konsentrasi kadar garam.”

“Ohh, “ mulut Fave membentuk huruf O besar. Aku menahan godaan untuk tidak memasukkan kerikil masuk ke mulutnya. “Lalu sample mana yang akhirnya digunakan Mr. Takaichi?”

“Yang didapatnya dari berjalan kaki. menurutnya komposisi keringat tersebut sangat cocok untuk konsep minuman kesehatan.”

“Aku rasa sih itu beralasan. coba kalau dia menggunakan sample dari sauna, aku rasa pocari sweat rasanya pasti asin.”

“Tumben komentarmu masuk akal Fave.” kami tertawa bersama.

“Apa Mr. Takaichi langsung berhasil di penelitian pertamanya?”

“Sayangnya belum. menurut mr. harima, minuman yang dibuat oleh Mr. Takaichi terasa pahit dan susah untuk ditelan.”

“Lho, bukannya Ion Natrium asin ya? Terus rasa pahitnya darimana?”

“Ternyata komposisi keringat tidak hanya terdiri dari Ion Natrium yang menyebabkan rasa asin. Ada ion kalium atau ion magnesium yang menyebabkan rasa pahit. meski hingga 1000 kali lebih percobaan dilakukan oleh Takaichi, Mr. Akihiko dan Mr. Harima belum menunjukkan respon positif.”

“Terbentur karena rasa tadi ya? Tapi Mr.Takaichi tidak menyerah kan?”

“Tentu saja nggak. semangat yang patut dicontoh nih," kataku kagum. "Akhirnya setelah berkali-kali gagal, Mr Takaichi berhasil membuat minuman kesehatan sesuai dengan harapan Otsuka dan Harima. Dan sebenarnya... penemuan tersebut tanpa disengaja lho--atau mungkin disengaja? Entahlah."

"Kamu gimana sih, Jun? Masa kamu yang nerangin kamu yang bingung?"

"Bukan gitu. Masalahnya suatu hari, Mr Otsuka menerima sample serbuk minuman instan. Tapi rasanya belum sempurna--sama kayak minuman penelitian Takaichi."

"Apa Mr. Otsuka mencampurkan sample minuman serbuki itu dengan sample Takaichi?"

"Tepat sekali. Campuran dua sample itu menghasilkan rasa yang nikmat dan bisa ditelan oleh tenggorokan karena rasa pahitnya lenyap. Ternyata setelah ditelisir, minuman serbuk itu berbahan dasar jeruk. Dan jeruk bisa mentralisir rasa pahit dari keringat. Kemudian Takaichi pun meneliti kembali dengan menambahkan unsur jeruk--untuk jenis jeruknya sih dirahasiakan."

"Kali ini pasti Mr. Takaichi berhasil membuat Pocari Sweat yang pertama--yang seperti sekarang?"

"Belum bisa dikatakan berhasil sih. Tapi dia menemukan konsep yang tepat. Hanya ada masalah sedikit. Masalah kadar gula yang dipakai. Dan untuk mencari titik terang hal itu, Mr. Harima mengajak para staff peneliti untuk hiking ke gunung Bisan di kota Tokushima. Setelah keringat membanjiri tubuh, Harima membagikan dua sample minuman dengan dua kadar gula yang sempat bermasalah. Diketahui, minuman dengan kadar gula 6,2% jauh lebih nikmat dari minuman berkadar gula 7%. Coba kamu tebak, kenapa begitu?"

"Hmm... mana aku tahu. Mungkin karena... Pocari sweat dibuat untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang karena aktifitas sehari-hari?" Aku terpana dengan jawaban Fave yang tepat. "Kenapa, jawabanku benar ya?" Kami tertawa bersama sekali lagi.

"Setelah itu, Mr. Otsuka memberi nama produknya tersebut Pocari Sweat. Bila dibahasa Indonesia-kan, dua kata tersebut dari bahasa Inggris, Pocari yang artinya sesuatu yang mempunyai kesan menyegarkan dan Sweat yang berarti keringat."

"Pasti masih ada masalah lagi. Iya kan?"

Aku tergelak. "Iya. Beberapa pimpinan kepala direksi perusahaan karena Pocari Sweat dinilai memiliki rasa yang aneh. Dan kebanyakan dari mereka meramalkan tidak akan ada orang yang mau membeli Pocari Sweat. Tapi..."

"Mereka pasti tercengang saat Pocari Sweat laku keras!" Lagi-lagi Fave menyela penjelasanku. Well, aku juga harus mengambil napas dan berhenti sejenak.

"Sebenarnya, Fave. Prediksi mereka terbukti benar."

"Maksud kamu, orang-orang tidak membeli minuman tersebut??"

"ya beli-lah. Gimana nyobain rasanya kalau tidak beli? Masalahnya Pocari Sweat dinilai memiliki rasa yang aneh. Sampai-sampai Mr. Jiro Tanaka, manager marketing Otsuka, dan anggotanya mendapatkan respon negatif dari para konsumennya. Bahkan toko-toko pun menolak untuk menjualnya."

"Ya ampun," entah karena Fave yang bicara dengan nada teramat sangat prihatin atau bukan, yang jelas mendadak bulu tengkukku merinding. "Lalu apa yang mereka, ehm, maksudku Mr. Otsuka lakukan? Apa dia mengikuti saran dari para direksi yang kurang antusias dengan Pocari Sweat?"

"Tidak. Tapi lebih menghebohkan lagi, beliau... " aku memang sengaja menggantung kalimatku, dan benar saja ini memancing rasa penasaran Fave.

"Beliau... APA JUN? Aku timpuk pakai botol nih?!"

Aku terbahak karenanya. "Beliau... membagikan Pocari Sweat secara gratis!!"

"Aku ingin bilang kamu pasti bercanda. Tapi kamu yang lebih tahu sejarahnya," Fave menambahkan, "Bagaimana reaksi para direksi yang lain? Atau pegawainya? Atau keluarga?"

"Well, hal itu jelas membuat orang terperanjat. Ditaksir, kerugian yang dialami oleh Otsuka Pharmaceutical hingga 400 milyar rupiah! Tapi apa kata-kata Akihiko Otsuka? "Agar Pocari Sweat dapat di minum oleh setiap orang di setiap tempat dalam jumlah yang besar (tak terbatas), karena keunggulan Pocari Sweat tidak bisa dirasakan kalau tidak di minum berulang-ulang. Tambah Akihiko lagi setelah dibagikan secara gratis dan dalam jumlah yang tidak terbatas nantinya konsumen akan mengerti sendiri keunggulan dari Pocari Sweat."

"400 Milyar kan bukan jumlah yang sedikit," Fave menenggak lagi Pocari Sweatnya. Kini isinya tinggal seperempat botol.

"Tampaknya Akihiko Otsuka bukan ciri orang yang mementingkan isi kantongnya terlebih dahulu. Bagi Beliau yang terpenting adalah mensosialisasikan konsep yang tepat dalam memasarkan sebuah produk, membuat konsumennya mengerti dahulu apa kelebihan dari Pocari Sweat dan soal keuntungannya, pasti membuntutinya di belakang."

"Benar-benar pimpinan yang menginspirasi ya? Kira-kira saat itu dia umur berapa ya?"

"Sekitar 40 tahunan. Oia, aku punya kata-katanya yang penuh inspirasi, Jika sekarang menyebarkan benihnya, pasti akan berbuah banyak di kemudian hari. Dan lihat sekarang..."

"Pocari Sweat laris manis dan digemari banyak orang, " Fave menyambung kalimatku." Lalu butuh berapa tahun mereka bisa balik modal yang 400 miliar itu? Dan bagaimana bisa sampai ke negara kita, Indonesia?"


"Sebenarnya hanya butuh waktu berbulan-bulan saja. Karena di tahun yang sama, tahun 1980, penjualan Pocari Sweat mencapai nilai 900 Miliar. Pocari Sweat mulai dipasarkan keluar jepang setelah dua tahun mengalami keberhasilan. Cara pemasaran di Indonesia sangat tepat sasaran. Kita tahu dong, Negara tercinta kita ini kebanyakan penduduknya beragama Islam..."

"Jangan-jangan... coba aku tebak, mereka memasarkannya ketika bulan Ramadhan kan? Setelah berpuasa seharian tentunya semua makanan dan minuman yang masuk ke tubuh akan terasa sangat nikmat. Apakah di Indonesia, Pocari Sweat juga dibagikan gratis?"
"Haha, kamu emang hebat, Fave," aku memujinya tulus. "Itu salah satu caranya. Cara lainnya, ya Pocari Sweat dibagikan secara gratis di rumah sakit. Dan dengan semua kerja keras, sikap pantang menyerah, kesabaran, dan rasa percaya diri yang tak tergoyahkan mereka merangkak menuju puncak dan lihat... sekarang botolnya kamu pegang dan kamu sudah menghabiskannya tiga perempatnya--tanpa menawariku."

"Kamu mau? Sayangnya tinggal sedikit," Fave tertawa senang. Dasar! "Btw, kamu kok bisa tahu banyak soal Pocari Sweat sih? Oke, aku tahu kamu suka baca buku. Tapi aku dipinjami gitu."

"Haha, nggak aku nggak membacanya, tapi aku melihat videonya. Nih, kalau kamu mau lihat."



"Kok kamu baru bilang sekarang sih, Jun?"

"Kamu aja nggak nanya," kataku defensif sambil tertawa. "Terlepas dari itu, dari sejarah Pocari Sweat ini kita bisa belajar. Tidak mudah menggapai jalan menuju puncak, butuh pengorbanan yang tidak sedikit dan kerja keras serta dedikasi tinggi..."

"Serta yakin bahwa apa yang kita lakukan berada di jalur yang benar."

"Makasih tambahannya, Fave. Nah, semoga obrolan kami menginpirasi teman-teman yang menyimak ocehan kami hingga selesai.

Happy Satnite,
jun
Share:

11 komentar:

  1. inspiring sekali ^___^
    lengkap ... jadi baru tahu saya sekarang,,,, ^_^

    BalasHapus
  2. Wah keren deh memang :D Gue juga udah liat tuh video. Keren mantap :D

    BalasHapus
  3. >> Wiedesignarch
    wah, senang bisa membuat orang jadi tahu :)

    >> iam
    iya, keren banget. Banyak pengetahuan dan inspirasi di dalamnya :)

    BalasHapus
  4. jika "Mr. Harima" pencetus ide "unik" rasa pocari sweet ..
    kalau ide unikmu, apa JUN??? :lol:

    BalasHapus
  5. Hahaha pernah liat tuch video.
    Emang Pocari Sweet itu dulunya ngambil ide dari cairan infus.

    BalasHapus
  6. >> Srulz
    ide unikku... rahasia :p

    >> Rinaldy
    Emang cairan infus memiliki pikiran ya? :3 #polos

    BalasHapus
  7. kata2 yg enak skali dibaca.....i like it.....

    BalasHapus
  8. Terimakasih Muhamad Hani :)

    BalasHapus
  9. wah..keren2 dongengnya.. :3
    mkasi ya.. bnyk sisi positifnya itu.. ^_^

    BalasHapus
  10. Sangat menginspirasi...I like it.

    BalasHapus
  11. Sejarah Pocari Sweat memang sangat menginspirasi :)

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^