Jumat, Oktober 14, 2011

I hate you, but I can't...

Semacam memakan buah simalakama. Aku sangat membencinya. Tapi di lain sisi, aku sangat mencintainya. Tak bisa terlepas dari jeratnya. Tak bisa membebaskan diri. Sebut saja aku lemah. Sebut saja aku tak mampu. Tapi jangan sebut aku gila. Aku sangat tidak ingin, dan tidak memiliki kemauan untuk dimasukkan ke rumah sakit jiwa.
Semua rasa cinta dan benci ini berhubungan dengan Sherina. Siapa Sherina? Mungkin tulisan ini bisa menyegarkan ingatan teman-teman; Untung ada Sherina.
Aku benci Sherina, karena beberapa hari terakhir--atau mungkin minggu, sering sekali sakit-sakitan (baca: lag). Ketika dia tak segera merespons perintah yang aku berikan. Ketika jam loading terus berputar tanpa henti, tanpa menunjukkan tanda-tanda ingin menghilang. Okay, itu mungkin bukan salahnya sepenuhnya. Mungkin karena aku terlalu banyak mengisi memory internalnya dengan banyak ebook novel dan aplikasi twitter
Dan cara satu-satunya cara membuatnya kembali normal adalah dengan mematikannya. Tidak dengan cara normal. Tapi langsung mencabut sumber kehidupannya; baterai.
Percayalah, waktu menunggu Sherina kembali bisa digunakan adalah waktu paling lama dalam sejarah menungguku. Oke, itu berlebihan, hahah. Tapi memang, meski waktu untuk kembali hidup berkisar antara 5-10 menit, bagiku terasa seperti 5 abad!! :))
Tapi aku tak bisa lama membencinya. Hidupku, tergantung padaku. Lagi-lagi kelihatan berlebihan, tapi ini memang benar. Sherina adalah semacam matahari. Bila jemuran membutuhkan sinarnya untuk mengeringkan diri, maka aku membutuhkan Sherina untuk melakukan beberapa bagian dari hidupku; online dan menulis. Kalau kalian merasa perbandingan antara jemuran & matahari dan Sherina & aku aneh, aku setuju dengan kalian, haha.
Sherina tidak hanya aku gunakan untuk menuliskan goresan yang sekarang kalian baca ini, tapi juga menuliskan naskahku. Naskah novelku yang kini telah menjadi buku, judulnya Cinderella's Fairy, dan bisa kalian pesan disini (promosi terselubung, haha).
Maka dari itu, untuk saat ini, aku belum bisa membenci Sherina sepenuhnya.
Lalu bila nanti kamu punya notebook gimana Jun? Kamu benci Sherina dong?
Amin. Semoga saja aku punya itu, hahah. Tentu saja nggak. Sherina kan udah jadi bagian dari hidupku. Meski aku... Yah, membencinya. Tapi aku juga mencintainya.
Yah, padahal kalau kamu benci, Sherina mau aku tampung dan aku beri kasih sayang yang lebih.
Teruslah berharap :))

Selamat hari Jumat, sob. Apakah sobat punya pengalaman "dramatis" dengan hape kalian?

Share:

11 komentar:

  1. Hualah2, masih bagus begitu sob. Lah saya, punya komputer tapi HD-nya udah kacau >.<

    BalasHapus
  2. Lebay ya. Kenapa gak kamu pinang aja sherina?

    BalasHapus
  3. sherina nya jangan dibenci dong. kan sudah membantu kerja mu. kasian sherina. sherina gak salah. hehehe

    BalasHapus
  4. >> Iam
    iyah, alhamdulillah yah, haha
    Wah, mungkin HD-nya udah minta adik :p

    >> Adik Rin
    kenapa emang kalo lebay? :|

    >> Angel
    hahah, begitulah :p

    >> Thya
    iya, antara cinta dan benci, hoho

    BalasHapus
  5. ow, sherina itu hape? baru ngudeng aku, hehe

    BalasHapus
  6. >> niee
    hahah, dikira orang ya mbak :p

    >> Hanif Mahaldi
    bukan, hehehe

    BalasHapus
  7. nice post.. salam kenal yah.. main2 ke blogku yah.. :D happy blogging..

    BalasHapus
  8. masih inget nih sama sherina saya, ehehee...

    semoga lekas sembuh sherinanya, dan yg pasti jgn dilupakan, karena udah jadi bagian hidup :D

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^