Senin, Februari 27, 2012

Bocah penjual cookies

Bocah lelaki itu sengaja melepaskan sepatu bututnya di luar dapur. Sepatu yang kekecilan itu kadang mendecit ketika digunakan berjalan. Misinya mengendap-ngendap di dapur akan gagal bila dia menimbulkan kegaduhan.
Bocah itu berjingkat masuk. Kepalanya berputar kesana-kemari. Rasa cemas membayang di wajahnya. Pintu dapur yang terhubung ke luar rumah bisa terbuka kapan saja. Jendela kaca bisa membuat seseorang yang berada di luar rumah mengetahui aksinya.

Tanpa sadar dia menahan napasnya.
Satu langkah. 
Dua langkah.
Tiga langkah.
Share:

Selasa, Februari 21, 2012

[Cerpen Fiksi-Fantasy] Freeze

Berhati-hatilah ketika mengucapkan sesuatu. Terutama di saat emosi menggelegak, saat dimana apapun (misalnya, seluruh penghuni kebun binatang, harapan-harapan buruk, hal-hal yang dianggap tabu) bisa meluncur dari mulut kita. Bagaimana bila ada malaikat lewat, tanpa peringatan dan ucapan selamat, lalu mengabulkan apa yang terlontar--walaupun itu harapan yang buruk?
Yang pasti sudah sangat terlambat untuk menyesal.
Share:

Jumat, Februari 03, 2012