Jumat, Februari 03, 2012

Next Destination: Stars in the Sky #3

Menjelang kelulusan MTs, aku merasa takut. Aku takut waktu cepat berakhir. Aku takut hasil ujian nasional segera keluar. Aku takut meninggalkan sekolah Mts-ku. Karena itu berarti... Aku nggak bisa pinjam novel lagi pada Fifit :'( #eaaa

Sumpah, aku bingung banget saat itu. Fifit sendiri juga mengajakku untuk bersekolah di SMA milik yayasan keluarganya, tapi karena sistimnya pondok, aku kurang... Sreg. Karena menurutku, dengan berasrama aku bakal nggak bisa jalan kemana-mana (kurang benar sih, di hari Jumat, ketika libur, anak-anak SMA itu boleh jalan-jalan asal ketika sore sudah balik lagi ke asrama).

Hari pengumuman kelulusan datang terlambat, tapi bagiku rasanya datang lebih awal. Aku langsung kelabakan, bahkan aku tak menikmati pesta perpisahan di sekolah. Benakku tersiksa (oke ini, lebay). Apa yang harus aku lakukan agar tetap bisa menikmati buku, sementara buku-buku tak terjangkau kantongku?
Tak segera menemukan jalan keluar, akhirnya aku menembakkan usaha terakhir: Berdoa, memohon padaNYA.

Dan lagi-lagi DIA menjawab doaku.

Kalau mau bersombong dikit, dulu nilai NEM-ku sangat tinggi. Aku bisa masuk ke SMA atau sekolah sederajat manapun. Bahkan sudah pasti bisa masuk dalam sekolah favorit paling bergengsi.
Tapi aku tak bisa masuk ke SMA itu. Beberapa pertimbangan seperti, kondisi ekonomi dan keinginan orangtua agar aku masuk ke SMK jurusan elektronik melatarbelakanginya. Tapi aku tak pernah menyesalinya. Aku sendiri dari awal tak ingin masuk SMA bergengsi itu.
Aku mencoba mengikuti saran orangtuaku (dalam hal ini, bapak). Aku mencari SMK yang ada jurusan elektroniknya (arus DC). 

Hanya ada dua, dan dua-duanya sekolah swasta. Aku tak ada masalah dengan itu. Bagiku semua sekolah sama saja. Awalnya aku sudah suka dengan salah satu SMK itu. Membayangkan diriku menggunakan seragam khas berwarna biru langit tampaknya keren juga. Tapi pendaftarannya... Antriannya luar biasa panjang!!

Kakak sepupuku, yang dengan senang hati mengantarku, dan kebetulan SMK yang aku suka adalah mantan sekolahnya, kemudian mengajakku ke SMK Negeri 1 Kertosono yang jaraknya tidak begitu jauh.

Seolah sudah ditakdirkan, aku tidak mendapat satu masalah pun. Jumlah pendaftar tak kalah banyak, malah mungkin lebih banyak. Tapi untuk tahu hasilnya, aku harus datang lagi beberapa hari nanti.

Bukannya sombong ya, tapi aku yakin bakal diterima di SMK itu, meski nggak ada jurusan elektronika. Di SMK itu adanya jurusan listrik (kuat atau AC), mesin perkakas, tata boga dan tata busana--aku sendiri memilih masuk teknik listrik karena aku pikir jurusan itu nyaris sama dengan elektronika. Tapi aku terkejut, namaku (ya iyalah, masa nama presiden) ada di deretan atas! Tepatnya di nomor empat!

Singkatnya, aku akhirnya bersekolah di SMK Negeri 1 Kertosono. Aku mendapat teman baru. Aku mendapat seragam baru. Tapi, ya, itu hal yang biasa, kurasa. Sebelum aku berkunjung ke perpustakaan dan melihat beberapa judul buku yang aku kenal dan pernah kubaca: seri mates, dates... Karya Cathy Hopkins.

#to-be-continued....

Share:

19 komentar:

  1. Hihihii... lanjuuttttt :D

    BalasHapus
  2. Apa yang kau rencanakan.. ahaha.. :D

    BalasHapus
  3. >> Asti
    hehehe

    >> dude
    ada deh, haha

    BalasHapus
  4. He..He..He..Dulu aku jg ngalamin hal yg kaya gtu,bingung mau masuk jurusan apa.

    BalasHapus
  5. Wah, anak kertosono ya bro...?? :-D

    BalasHapus
  6. yaaaah..bersambung..... he.he.eh. pa kabar om..lama ndak sowan kesini....

    BalasHapus
  7. lg berlope-lope nigh hahaha

    BalasHapus
  8. sipp mantab nigh
    lanjutin ajha mbak

    BalasHapus
  9. menurutku sekolah sesuai minat saja, jgn ikut teman krn blm tentu cocok :)

    BalasHapus
  10. >> Suratmanadi
    tapi sekarang udah nggak bingung kan, sob? ;)

    >> Gandi R. Fauzi
    yap, tidak salah lagi :D

    >> Fajar
    heheh, masih banyak dan masih berlanjut hingga jutaan (lebay)
    kabarnya lumayan, hehe

    >> Mhar Zun
    ehm... nggak kok

    >> ngintip rong
    mbak?? haha kena lagi deh :))

    >> Ario antoko
    iya, aku nggak ikut temen kok. Malahan nggak ada temen di sekolah sebelumnya yang ikut bersekolah disana, hehe

    BalasHapus
  11. yah.. to be continue
    ayoo.. ayoo.. lanjutkan!!

    BalasHapus
  12. >> thya, rmaryana
    haha, masih panjang ini. Lanjutannya masih banyak :))

    BalasHapus
  13. ok ditunggu kelanjutannya.. Gimana cerita masa-masa SMKnya :D

    BalasHapus
  14. hahah, ceritanya nggak menitikberatkan pada masa itu sih, hehe

    BalasHapus
  15. panjang ya?
    hmmm,
    ditunggu dah, :)

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^