Minggu, Mei 20, 2012

Seberapa nikmat mie soto jamur Sotoji?

Beberapa hari yang lalu, sahabat baikku, Srulz, memberiku dua bungkus sotoji. Mie bihun jamur instan.

Oia, FYI, dia mendapat (banyak) mie sotoji--dia mengaku mendapat satu kardus--karena blognya berhasil menjadi salah satu finalis dalam lomba blog yang diadakan oleh mie sotoji tersebut.

Nah, karena aku sahabatnya yang baik hati, rajin menabung dan tidak sombong (eaaa, hahah), dia membagi nikmatnya mie bihun jamur instan itu. Seperti apa kira-kira rasanya? Apakah sesuai dengan seleraku? Apakah sotoji berhasil membuat lidahku bergoyang lincah?
Share:

Rabu, Mei 16, 2012

Lomba Penulisan Novel Romance Qanita 2012

Suka nulis? Bermimpi menjadi penulis? Punya seabrek naskah yang selama ini hanya menjadi hiasan di pojok kamar?

Kalau minimal satu dari tiga soal di atas jawabannya "YA", maka kamu harus meng-klik judul coretan ini atau tulisan read more (baca selanjutnya). Karena mungkin setelah membaca coretan yang kusadur dari web mizan.com hidupmu akan berubah, tidak sama lagi.
Share:

Rabu, Mei 09, 2012

Jumat, Mei 04, 2012

Star in the sky #4

Selama berbulan-bulan aku mengubur kesenangan baruku, yaitu menyelami dunia di dalam buku. Dengan berakhirnya masa belajar di MTs, otomatis aku tidak bisa meminjam buku lagi pada Fifit.

Kenapa tidak meminjam langsung di rumahnya?

Anggap saja rumahnya berada di dekat Komunitas Peri (tersembunyi di balik awan), sehingga untuk berkunjung kesana harus punya "keberanian" yang besar. Dan sayangnya, saat itu, aku belum memilikinya.

Aku sedih? Jelas. Murung? Tentu. Mogok makan? Nggak sampai segitunya juga kali. Buku memang makanan pokok bagiku. Tapi buku makanan pokok kedua setelah makanan asli (kira-kira makanan palsu kayak apa ya? Hahah).

Tapi kesedihanku kontan sirna, wajahku tak lagi dihinggapi oleh kemurungan, ketika aku menatap buku-buku Cathy Hopkins (yang sejujurnya sudah pernah kubaca--tentu saja pinjaman dari Fifit) berjajar manis di meja pustakawati yang terletak dekat pintu masuk.

Semenjak hari yang mendebarkan itu (eaa, lebay!), aku menjadi pengunjung tetap dan setia perpustakaan. Tak sia-sia sepupuku mengantarkanku untuk mendaftar di SMKN 1 Kertosono. Untung juga karena aku merasa ragu dengan sekolah-sekolah yang menjadi pilihanku yang lain.

Tidak. Ini bukan karena sepupuku. Bukan pula karena aku meragu. Bukan juga kebetulan. Tapi ini takdir. Ini pertanda dari-Nya. Aku tidak boleh melupakan buku. Aku harus tetap membaca buku. Agar jiwa penulis di dalam tubuhku tidak padam. Agar jiwa penulis di dalam tubuhku tetap berkobar. Agar jiwa penulis di dalam tubuhku berkobar lebih dahsyat dari sebelumnya--buku-buku bagus selalu berhasil menyulut "kemarahanku" dan membuatku ingin menciptakan kisah yang tak kalah, atau bahkan lebih, seru.

Namun, beberapa minggu kemudian, masalah baru muncul. Naskahku (Danny and Scary Book--naskah ini masih labil, judulnya sering berganti-ganti) berlanjut hingga ke bab-bab puluhan. Aku sering kehabisan tinta dan kertas. Aku memutar otak. Bagaimana caranya agar aku lebih hemat kertas dan pena?

Aku menemukan satu cara. Naskahku harus segera dikonversikan dalam bentuk digital. Bukankah nantinya, ketika saatnya dikirimkan ke penerbit, naskahku harus diketik?

Masalah baru muncul lagi. Aku tidak keberatan sering main ke rental komputer. Saat itu, aku belum punya komputer--alasan kenapa aku menuliskan naskahku di atas kertas, bahkan saat aku menuliskan ini aku masih belum memilikinya. Masalahnya, sangat sulit menemukan rental komputer yang masih ada floppy drive-nya di CPU-nya.

Floppy drive? Kamu masih menggunakan disket? Kenapa kamu nggak menggunakan Flash disk?

Flash disk saat itu mahal banget, sob. Empat, bukan, tujuh kali lebih mahal malah dibandingkan sekarang.

Kenapa tidak menggunakan CD?

Maksud kamu apa? Aku menggunakan CD kok ​(¬_¬)

Compact disc, Jun. Bukan celana dalam (--")7

Ohh :)) dulu yang aku tahu cuman CD-R doang. Belum tahu soal CD-RW. Lagian kebanyakan rental jualnya cuma CD-R. Tahu dong kenapa aku menggunakan media storage itu? Yap, karena hanya bisa digunakan menyimpan satu kali.

Note: CD-R adalah CD yang hanya digunakan untuk penyimpanan (save) satu kali. Sedang CD-RW bisa digunakan untuk save data berulang kali. Bila ingin CD-R digunakan untuk penyimpanan lagi, kita akan membutuhkan aplikasi khusus.

Untunglah kesibukan sekolah membuat pikiranku teralih. Coba kalau tidak, bisa meledak kepalaku saking frustasinya, bisa gempor kakiku sebab terlalu lama dipaksa mengayuh pedal sepeda, mencari rental komputer yang masih memiliki floppy drive di CPU-nya.

Seminggu berlalu. Lalu jadi bulan. Lalu jadi tahun. Aku tetap membaca. Tapi aku rehat dari menulis. Kalian bisa menebaknya antara capek dan putus asa. Jawabannya ada diantaranya.

Aku baru menemukan solusinya tiga bulan sebelum aku naik ke kelas tertinggi di SMK. Tepat ketika aku sedang Prakerin (praktek kerja industri). Aku pun menemukannya secara tak sengaja--atau mungkin sudah suratan takdir?

Solusi itu awalnya kusebut weblog, sesuai dengan istilah aslinya. Tapi belakangan, aku ikut-ikutan menyebutnya dengan istilah bekennya: Blog.

#Bersambung

Share: