Minggu, Juni 10, 2012

Juni di bulan Juni

Tengah malam tanggal 1 Juni, tepatnya pukul 00:13, ponselku berbunyi. Salah satu sahabat baikku, Asti, menyanyikanku lagu--dalam bentuk teks yang dikirim melalui SMS--ulang tahun untukku, disertai ucapan selamat dan doa. Meski aku tidak merasa terkejut, aku tetap merasa senang. Kami bahkan belum pernah ketemu--kami saling kenal lewat jejaring sosial yang punya pengaruh besar dalam hidupku: twitter. Dia merupakan orang pertama yang memberiku ucapan dan doa.

Aku curiga, jangan-jangan dia bela-belain begadang hanya untuk menjadi yang orang pertama yang memberiku selamat. FYI, karena pekerjaannya, dia biasanya sudah tidur sekitar jam 23.


"Mana first cake-nya?" Katanya di sms keduanya, setelah aku mengucapkan terimakasihku.

Yang pertama terpikirkan olehku adalah donat dan New Zealand. Tanpa ragu, aku membalasnya, "Nih *kasih donat bertabur potongan buah kiwi (?)*"

Karena dia sedang input data siswa ke komputer(dia seorang guru), dan daripada dia bolak-balik melempar matanya dari komputer ke hape, aku mengusulkan untuk melanjutkan pembicaraan kami--yang makin lama makin gaje--ke twitter. Aku tidak ingat apa yang kami bicarakan, dan tanpa terasa jam dinding meneriakkan bahwa malam hampir digeser oleh dini hari. Apa boleh buat, kami pun harus mengakhiri obrolan dan memeluk lebih erat peraduan. Nanti pagi, sesuatu yang disebut pekerjaan dan kuliah menanti kami dengan senyum ramahnya.

Ucapan selamat dan doa membeludak ketika aku men-cek mention twitter. Dan percaya atau tidak, aku membalas semuanya satu persatu. Aku kira ucapan dan doa itu personal ditujukan hanya padaku, jadi aku juga memberikan ucapan terimakasih dan meng-Amini doa mereka secara personal juga.

Doa mereka bermacam-macam. Dari yang hanya "semoga Allah memberkatiku", "semoga karirku sebagai penulis sukses" (Amin ya Rabbal alamin)--termasuk semoga novel-novelku (dari yang udah terbit hingga yang masih calon) terpajang di rak-rak (baik konvensional maupun digital) bestseller, hingga "minta traktiran" dan "minta novel gratis" (entah itu Peri Cinderella atau Taman Cahaya).

Aku tidak menghitung berapa jumlah mention di twitter dan tulisan yang ditorehkan di dindingku oleh teman-teman facebook. Tapi aku tidak bisa mencegah diri untuk tidak menghitung jumlah sms yang masuk ke ponselku. Jumlahnya 3. Dari Asti, Yuna, dan dude Srulz.

Semuanya berkesan. Jarang-jarang aku mendapatkan doa sebanyak itu.

Tapi ada satu ucapan selamat yang istimewa. Ucapan yang datang di detik-detik terakhir menjelang tengah malam hari kedua di bulan Juni. Thank to Ryana, yang diam-diam melakukannya (yang pada akhirnya ketahuan juga, hahah).


Christopher Paolini adalah salah satu penulis favoritku. Belum bertemu langsung dengannya, dan hanya mendapatkan ucapan selamat ulangtahun darinya--melalui twitter, sudah merupakan kesenangan sendiri bagiku.

Ucapan selamatnya menjadi penutup yang manis hari pertama Juni di bulan Juni :')

"Btw, kok kamu nggak dapat kado sih, Jun?" Tanya Little Heart

Aku tersenyum menanggapi kalimatnya. "Kado bentuknya tidak harus fisik. Doa bisa jadi kado yang dahsyat. Apalagi bila doa itu mewujud menjadi kenyataan."

Share:

7 komentar:

  1. Yayyy!! aminn.. semoga doa-doa di hari ultahmu segera terwujud, hun!\^^/

    BalasHapus
  2. wow.. hehe.. sory, kemarin masih ngantuk.. jadi smsnya singkat, tanpa huruf vokal... *kejam banget- #ampunnn...

    BalasHapus
  3. hohohooo...ada yg happy b'day neh...ikutan ngucapin met ultah..semiga sukses, sehat, bahagia dan tercapai apa yang dicita-citakan...

    BalasHapus
  4. >> Asti dan mbak Ririe
    Amin ya Rabbal alamin :)

    >> Dude
    bohong :)))

    BalasHapus
  5. Makasih. Iya, gpp kok :)

    BalasHapus
  6. -dude : ngga percaya amat sih... .-" wkwkwk :D

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^