Selasa, Juli 24, 2012

Air Terjun Sedudo

"Ke sedudo yuk, mas," kata Happy, adikku, pada Minggu pagi. Kontan saja aku yang sedang menekuri bacaanku terkejut. Tidak ada angin maupun hujan, tiba-tiba dia mengajakku ke wisata air terjun yang menjadi kebanggaan Kota Angin, Nganjuk, itu. "Mau nggak?" Desaknya karena aku tidak segera menjawabnya--masih terkejut. "Bapak yang ngajak."

"Sekarang?" Tanyaku balik sambil menyelipkan pembatas buku tepat di halaman dimana bacaanku terputus.

"Tahun depan. Ya, sekarang-lah," jawab adikku, sedikit sebal karena aku terlalu lama diam, seraya berlalu dari hadapanku.

Aku memastikan omongannya dengan menemui bapak. Beliau mengiyakan. "Kamu mau ikut atau mau jadi penjaga rumah?" Katanya.

"Pakai apa?" Aku menanyakan transportasi.

"Motor. Apalagi?"

Aku bergegas masuk kamar dan memasukkan satu setel pakaian ganti (satu kaos warna merah, dan celana panjang bahan kain) ke dalam tas selempang kecil. Mengenakan sweater biru di atas kaos hitam. Aku tidak mengganti celanaku atau melapisinya. Celana jeans navy blue yang kukenakan sudah cukup pas untuk digunakan mejeng--dan tentu juga pas digunakan ketika nyemplung di kolam di bawah air terjun.

Aku belum pernah ke Sedudo sebelumnya. Tinggal bertahun-tahun di Nganjuk tidak lantas membuatku berkunjung ke obyek wisata tersebut.

Dulu aku pernah mencoba kesana. Bersama ketiga temanku: Srulz, Hamdan, dan Ziqi. Tahu kendaraan apa yang kami gunakan? Sepeda onthel! Antara nekad dan keinginan untuk melihat ikon Kota Angin. Padahal niat awal kami adalah mengunjungi rumah Ibu guru kami.

Awal perjalanan mulus. Tidak ada masalah yang menghadang. Pemandangannya juga lumayan. Tapi begitu jalanan menanjak semakin banyak, napas mulai ngos-ngosan, keringat bercucuran membasahi tidak hanya  badan tapi juga pakaian kami, kelompok kami terpecah. Atas usul Ziqi, aku diminta mendahului mereka ke atas dengan menggunakan angkutan umum. Kondisi fisik sering menghalangiku melakukan kegiatan outdoor yang membutuhkan banyak tenaga fisik. Ziqi yang berboncengan dengan Hamdan, mengambil alih sepedaku. Entah siapa yang menungganginya.

Aku mengira kami sudah sampai di tengah jalan, ternyata perjalanannya masih panjang. Butuh waktu 45 menit bagi angkutan umum untuk sampai di pemberhentian terakhir. Dan sekitar 2,5 jam dengan bersepeda. Apakah sudah sampai? Apakah kami akan melihat keindahan air terjun Sedudo?

Kalau iya, berarti sudah sejak tadi aku masuk dan berkecipakan di sana. Tapi ternyata kawasan wisata air terjun masih 8 Km lagi saudara-saudara!

Sebenarnya kami bisa menggunakan jasa tukang ojek. Tapi bagi kami yang masih berkantong pelajar, ongkosnya terlalu mahal. Jadi, kami memutuskan untuk pulang. Badan kami pegal semua, terutama kaki kami, seolah ribuan gajah menginjaknya--kecuali aku yang mendingan, karena sempat istirahat menunggu mereka.

Setelah naik "gunung" yang sia-sia itu, apakah aku merasa kapok? Tidak. Aku masih penasaran. Seperti apa sih air terjun yang menjadi kebanggaan orang Nganjuk itu.

Dan apakah perjalananku berempat, bersama keluargaku, kali ini akan bernasib sama dengan perjalananku sebelumnya? Apakah hujan rintik-rintik (di tengah jalan awan hitam yang menggelayut rendah, yang dkhawatirkan bunda, akhirnya memuntahkan berjuta galon air) melayukan niat kami untuk mencapai tujuan?

Tidak. Kami terus melanjutkan perjalanan. Tanggung banget kalau menyerah sekarang.

Setelah sempat kesulitan mendaki, motor yang aku tunggangi bersama Happy sempat tidak mampu digunakan menanjak--kami kemudian bertukar motor dengan bapak dan bunda, pantat yang panas karena duduk berjam-jam, tangan dan kaki yang menjerit minta diistirahatkan... Apakah semuanya akan berakhir sia-sia? Apakah semua itu setara sesampainya kami di Air Terjun Sedudo?

Jawabannya, ya semua ketidaknikmatan itu terbayar begitu mata kami disuguhi keindahan menakjubkan yang terpampang di hadapan kami. Gemericik air yang membentur permukaan batu menciptakan irama harmonis yang memanjakan telinga. Belum lagi ketika hidungku menyesap udaranya yang sejuk, beuh, seolah stres dan kegalauan yang mencengkeram hati dan pikiranku terhapus! Menyisakan hanya rasa tenang dan kedamaian.

Kami, aku dan adikku, menahan diri. Kami mempelajari medan terlebih dahulu sebelum mencemplungkan diri dalam ingar-bingar. Meski menjelang maghrib, Sedudo masih penuh dengan pengunjung. Malah kata bapakku, semakin malam akan semakin ramai (tapi aku tidak bisa membuktikan benar atau tidaknya, kami keburu pulang).

Sayangnya, hujan bikin kami tidak bisa mengabadikan momen-momen ketika disana. Ada tukang foto yang menawarkan jasa tapi... Well, bapak dan bunda sedang bokek--termasuk diriku. Alhasil, kami harus puas dengan foto yang kami ambil dari kamera hapeku (waktu itu, hanya hapeku, SE S302, yang ada kameranya), meski gambarnya buram kayak kecelup air.

Oh iya, sebelum kami sampai di Sedudo, kami berkunjung sebentar ke sebuah masjid yang memiliki banyak anak tangga. Aku lupa nama masjidnya. Kata bapak (lagi) jika hitungan saat naik dan turun tangga jumlahnnya sama, maka apa yang kita inginkan akan terkabul. Jelas pertama yang aku pikirkan adalah barang berinisial N.

Apa salahnya dicoba? Kataku dalam hati. Anggap saja kayak iseng-iseng berhadiah.

Apakah hasil hitunganku naik dan turun tangga menuju masjid di atas bukit (?) Jumlahnya sama? Ajaibnya... Jumlahnya sama sekali tidak sama :)) aku lupa mana yang kebesaran. Tapi kayaknya sih pas turun tangga.

Jika teman-teman berkunjung ke Nganjuk, jangan lupa sempatkan main ke Air Terjun Sedudo. Memang perjalanannya lumayan... Melelahkan. Tapi worth it banget kok. Nggak bakal nyesel deh setibanya disana =D

 
Share:

6 komentar:

  1. hey, masih inget aja... :D
    nekad banget ya.. :D wkwk

    selamat ya udah pernah liat sedudo.. :D

    aku belum.. :D

    BalasHapus
  2. heheh, woya dong :))

    Ayo, kapan" kita kesana :D

    BalasHapus
  3. Wah gambarnya gag ada mas...

    BalasHapus
  4. iya, nggak ada mas. Burem semua.

    BalasHapus
  5. Foto air terjun dong mas. Sekalian promo objek tourism yang menarik di blog.

    BalasHapus
  6. Fotonya pada buram, sob. Jadi tidak saya upload ^^

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^