Kamis, September 13, 2012

Cara mengurus pembuatan dan perpanjangan SIM

Sebenarnya ini sudah lama berlalu. Tepatnya tiga bulan yang lalu. Tapi aku rasa pengalamanku ini bisa jadi bahan referensi yang bagus buat teman-teman yang hendak bikin Surat Izin Mengemudi beserta perpanjangan.


Oh iya, FYI aku perpanjang SIM C. SIM untuk kendaraan roda dua. Tapi aku rasa prosedur perpanjangan kurang lebih sama. Yang beda itu saat bikin pertama, itu pun aku rasa bedanya pada tes teori dan tes prakteknya.

Yang pertama sebelum berangkat ke Samsat, atau apapun sebutan kalian untuk tempat mengurus SIM, ada beberapa hal yang perlu kalian siapkan.
Pertama, fotokopi KTP. Minimal 3 lembar. Kalau bisa bolak-balik.
Kedua, foto berwarna ukuran 3x4. Minimal 2 lembar.
Ketiga, surat keterangan dokter.
Keempat, jangan lupa bawa pena atau bolpoint.
Lainnya, bagi yang baru pertama bikin, pastikan diri kalian siap untuk tes tulis (menjawab pertanyaan seputar lalu-lintas) dan tes praktek (karena aku SIM C jadi tes naik motor, berzig-zag di antara kerucut oranye--entah apa sebutannya)

Untuk foto berwarna dan surat keterangan dokter biasanya di dekat Samsat ada penyedia jasanya. Tapi biayanya biasanya termasuk mahal.

Untuk foto, mahalnya mungkin karena proses cuci cetaknya yang kilat. Mungkin karena juga para pemohon SIM hanya datang 5 tahun sekali.

Nah, setelah semua persiapan sudah tersedia, saatnya jalan-jalan keliling Samsat.

Pertama, minta formulir (terdiri dari dua lembar, dan biasanya dikasih map juga oleh petugasnya) di kantor registrasi. Bila kebingungan mencari tempat ini, perhatikan sekitar, biasanya tempat itu merupakan tempat paling ramai, dimana disediakan tempat duduk untuk para pemohon--menggunakan pakaian biasa. Untuk teman-teman di Nganjuk, yang ngurus SIM di Samsat Nganjuk, letak kantor ini berada di depan toko fotokopi.
Note: sebenernya, nama kantor registrasi itu nama karanganku, heheh. Tapi kayaknya namanya sudah benar.

Kedua, isi formulir, tentu saja.

Ketiga, minta formulir lagi di bagian sidik jari. Hanya satu lembar dan lembarnya bolak-balik. Oh iya, saran aku, jangan menggunakan map dari kantor registrasi sebagai alas tulis ya. Biasanya ada petugas yang membantu kita memandu pemohon untuk cap jari (sepuluh jari semuanya akan terkena tinta).

Keempat, kumpulkan formulir sidik jari beserta foto berwarna (dua-duanya, lebih bagus kalau kalian masukkan di plastik kecil yang ada garis merahnya) ke tempat dimana kalian meminta formulir.

Keempat, kembali ke kantor registrasi. Masukkan surat keterangan dokter, fotokopi KTP (tiga-tiganya) dan formulir yang kalian dapatkan dari kantor registrasi yang telah terisi. Bagi kalian yang perpanjang SIM, kumpulkan di bagian loket pengumpulan. Bagi yang baru pertama bikin SIM, tanya petugasnya langkah apa yang mesti dilakukan lagi.
Jangan beranjak dulu, bagi pemohon perpanjangan (PP), tunggu hingga kalian mendapatkan secarik kertas antrian. Bagi yang pemohon SIM pertama kali (SPK), tunggu nama kalian dipanggil ke ruang ujian tulis.

Kelima, ketika giliran kalian tiba, bagi kalian yang PP langkah kalian ke loket pembayaran setelah itu masuk ke ruang foto. Tunggu sebentar, dan SIM kalian dalam sekejab telah jadi.
Bagi kalian yang SPK, setelah kelar ujian tulis, pergi ke lapangan tempat ujian praktek. Sebelumnya ambil dulu motor kalian di tempat parkir. Usahain pakai motor sendiri, sebab kita tentunya telah terbiasa dengan motor sendiri. Dan tentu saja, motornya memenuhi standar: spion standar masih ada dua, tidak ada lampu yang pecah, lampu-lampu masih menyala dengan baik. Kalau nggak memenuhi standar, ya, takutnya malah kena tilang (aku sih nggak tahu masalah yang ini, tapi buat jaga-jaga aja).
Setelah SPK dinyatakan lulus, kembali ke langkah empat. Tapi kali ini ikuti jejak PP. Kumpulkan formulir beserta isi lainnya dalam map, dapat tiket, tunggu panggilan, foto, dan (voila!) kamu udah punya SIM.

Gimana, mudah banget kan? Nggak ribet kok. Kalau kalian membawa apa-apa yang mesti disiapkan, kalian tidak perlu ribet fotokopi sampai melangkah keluar Samsat untuk foto dan checkup.

Tapi bila teman-teman di Nganjuk malas membawanya dan lebih suka foto dan lakuin checkup saat tiba, lokasi foto dan checkup ada di seberang jalan depan pintu masuk Samsat untuk umum.

Selamat mengurus SIM dan semoga catatan pengalamanku ini (meski harus buka rahasia berapa umurku, hahah) bermanfaat bagi kalian,

Share:

8 komentar:

  1. kalo gue udah punya motor, anterin JUN yah.. :D

    BalasHapus
  2. hnn, kenapa nih JUN-nya ditulis huruf besar semua? XD

    liat-liat nanti deh XP *sok sibuk

    BalasHapus
  3. info bagus nich!!

    BalasHapus
  4. hari ini..urus SIM C di Mall Artha Gading Lt 4..Samping Kantor Marketing...pintu masuk baru buka jam 10 pagi pas...masuk ke ruang sebelah kanan ( Gerai SIM )..serahkan 2 bh foto copy KTP & 1 bh fotocopy SIM C ke meja pendaftaran..tunggu nama kita dipanggil ..setelah nama kita dipanggil...masuk ke ruang kecil disebelah meja pendaftaran...arahkan jempol kanan ke alat identifikasi elektronik utk jempol....lalu tanda tangan di alat identifikasi elektronik khusus TTD (usahakan tanda tangan pas kolom kotaknya)...lalu dengan aba-aba dari petugas difoto kamera digital (usahakan jangan berkedip)...lalu bayar Rp 140.000,- ....tunggu di depan meja pendaftaran kira-kira 2 menit...lalu jadilah SIM C Baru yg sdh diperpanjang dan Kartu Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi (AKDP) yg Valid / Berlaku selama 5 Tahun

    BalasHapus
  5. Terima kasih informasinya apa boleh surat keterangan sehat dan foto membawa dari rumah ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh kok. Toh tempat foto dan surat keterangan sehat dari dokter juga tempatnya di luar.

      Hapus
  6. alhamdulillah
    tambah mudah mengurus SIM online sendiri
    terima kasih banyak infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya harus diubah ujian prakteknya, soalnya malah nggak nyambung dengan teori. menurut saya harusnya ujian praktek itu melakukan apa yg kita pelajari saat teori, dan harusnya di polres dibuat tempat ujian yg seperti jalan raya sesungguhnya, yg ada rambu,lampu lalin,marka jalan,atau pakr simulator untuk membuktikkan kalau kita memang bisa tertib lalu lintas dan layak berkendara menggunakan motor, bukan malah zig zag dan angka 8,kan nggak nyambung jadinya. ibarat anak elektro dikasih teori tentang elektro,test tulis elektro, tapi prakteknya ngaduk semen. belum lagi kesempatannya sehari cuma sekali,kalo gagal ngulang 1 atau 2 minggu lagi, makanya nggak heran kalo banyak yang pake jasa calo. sori kepanjangan,bingung mau meluapkan uneg uneg dimana

      Hapus

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^