Minggu, November 18, 2012

Sampai Jumpa di Lebaran Tahun Depan

"Apa kita akan berkunjung lagi ke sana, Yang?" Tanyaku pada Eyang Putri.

"Tidak," kata Eyang Putri mantap. "Mbah Tari tidak mau."

Seperti dugaan bunda. Mbah Tari, ayah Sang Titisan Malaikat (STM), tidak mau membantu pembangunan rumah Tante Tri.

Saat aku mendengar Eyang Putri bilang tidak tadi, ada rasa yang sangat kukenal menyusup ke dalam hatiku: kekecewaan.
Share:

Rabu, November 14, 2012

Akhirnya - part 3

Aku berdeham, membersihkan tenggorokanku. "Ehm, sebenarnya... aku... suka..."

Dia melirikku, menunggu aku menyelesaikan kalimatku.

"Sebenarnya... aku suka..." Lidahku mendadak kelu. Kenapa di saat seperti ini lidahku tidak bisa diajak kompromi? Kenapa di saat Sang Titisan Malaikat (STM) berada di sebelahku mulutku sulit mengucapkan kalimat dengan lancar?
Share:

Sabtu, November 10, 2012

The Avengers VS Shoot 'em All

Udah pernah nonton kedua film itu? Kalau sudah, bagaimana pendapat kalian tentang kedua film itu? Keduanya bagus? Lebih bagus The Avengers? Lebih bagus Shoot 'em All? Atau dua-duanya masih kalah bagus dengan film panas? #eh

Kalau bagiku sendiri, aku lebih suka Shoot 'em All.
Share:

Selasa, November 06, 2012

Telepon Menjelang Tengah Malam

Kemarin lusa, tepatnya hari Minggu tanggal 4 November, tidak seperti biasanya ketika melihat film box office aku diserang kantuk. Film yang aku tonton saat itu adalah I Am Legend yang disiarkan oleh RCT*I.

Tapi aku tidak akan membahas film mengenai zombie itu. Aku akan membahas sesuatu yang lain. Sesuatu yang langsung membuatku terbangun (?) Selama beberapa menit. Sesuatu yang kemudian aku putuskan akan menyebutnya dengan Telepon Menjelang Tengah Malam.

Aku kaget ketika sebuah nomor baru terlampir di layar ponselku.

Siapa gerangan yang meneleponku malam-malam?
Share:

Kamis, November 01, 2012

Akhirnya (Aku dan Dia dipertemukan) - part 2

Dia datang. Sang Titisan Malaikat datang juga. Jangan percaya dengan ekspresi datar yang hadir di wajahku. Sebab hatiku lebih semerbak dari musim semi dan jantungku berdetak lebih kencang dari tabuhan drum marching band.

Aku menatap ke arahnya. Dia menatap balik ke arahku. Kulemparkan senyum padanya. Dia balas tersenyum padaku.

"Kok diluar?" Tanya STM. "Ayo, masuk."

Aku tersenyum lagi dan menggeleng. "Nggak. Aku di... sini saja."
Share: