Selasa, November 06, 2012

Telepon Menjelang Tengah Malam

Kemarin lusa, tepatnya hari Minggu tanggal 4 November, tidak seperti biasanya ketika melihat film box office aku diserang kantuk. Film yang aku tonton saat itu adalah I Am Legend yang disiarkan oleh RCT*I.

Tapi aku tidak akan membahas film mengenai zombie itu. Aku akan membahas sesuatu yang lain. Sesuatu yang langsung membuatku terbangun (?) Selama beberapa menit. Sesuatu yang kemudian aku putuskan akan menyebutnya dengan Telepon Menjelang Tengah Malam.

Aku kaget ketika sebuah nomor baru terlampir di layar ponselku.

Siapa gerangan yang meneleponku malam-malam?
Apakah kakakku ganti nomor lagi? Ataukah Dude? Atau temen SMK-ku? Atau temen kampus? Atau seseorang di Internet yang melihat nomorku di social media kemudian ingin mengenalku lebih dekat dengan cara meneleponku?

Berbagai spekulasi itu kontan menguap ketika kutekan tombol "Yes" dan si penelepon mengungkapkan jati dirinya.

"Halo, selamat malam, saya dari Indosat. Diperintahkan oleh pemimpin saya untuk mengabarkan hal ini pada malam hari bahwa anda memenangkan penghargaan dan berhak atas uang tunai sebesar 10 juta 500 ribu rupiah," kata si penelepon. "Apakah saya boleh tahu saya berbicara dengan bapak siapa? Halo?"

Mimpi apa ya aku tadi siang? Rasa-rasanya tadi tidur siang aku tidak diberkahi mimpi apapun.

Mendengar kata 10,5 juta itu pikiranku mau tidak mau melayang ke benda nomor wahid dalam daftar keinginanku: Laptop.

"Ya, saya disini," kataku.

"Bolehkah saya mengetahui dengan bapak siapa saya bicara?"

"Ferry," aku bicara seperti berkumur. Maklum saja, aku kaget. Dan hei, aku juga masih sedikit ngantuk.

"Siapa?"

"Ferry." Aku menggunakan nama depanku. Kalau urusan ginian--dapat hadiah, aku selalu gunain nama depan.

"Oke bapak Ferry. Selamat anda memenangkan penghargaan sebagai pelanggan setia kami dan anda berhak atas uang 10,5 juta. Bebas pajak. Anda tinggal memberikan nomor rekening anda agar kami bisa langsung mentransferkan hadiah anda."

Aku terdiam sejenak. "Err... Ini beneran ya?"

"Tentu pak."

"Saya menang apa tadi?"

"Penghargaan sebagai pelanggan kami yang paling setia bulan ini."

"Kok saya tidak pernah mendengarnya ya? Maksud saya, tidak ada tuh pengumumannya di media massa--"

"Karena bapak tidak menang undian. Bapak menang penghargaan yang pemenangnya dipilih langsung," sela si penelepon. "Jadi bagaimana, apa bapak punya rekening bank?"

"Hnnn, tunggu sebentar." Pikiranku langsung melayang ke tetanggaku. Beberapa minggu yang lalu, dia hendak mengambil uang kiriman suaminya. Anehnya, tanpa pernah diganti, pin ATM-nya berubah sendiri. Mungkinkah penelepon ini... Masalahnya aku susah untuk mempercayainya.

Aku sendiri belum tahu apakah tetanggaku pernah mendapatkan telepon seperti yang aku dapatkan malam ini. Aku mencatat dalam hati untuk menanyakannya besok.

"Pak?"

"Err, gimana ya mas ya? Saya belum bisa percaya ini dari Indosat."

"Bila bapak merasa telepon ini menggangu bapak, bapak bisa memutuskan hubungan telepon ini," nada suara penelepon jadi meninggi setengah oktaf.

"Bukan gitu mas. Saya masih belum bisa percaya--"

"Gini saja, bapak mau tidak uang 10,5 juta itu?" Akhirnya si penelepon itu kehilangan kesabaran--mungkin pulsanya sudah terkuras habis.

Siapa sih yang nggak mau uang 10,5 juta? Aku bisa mendapatkan laptop yang selama ini aku idam-idamkan.

"Mas bisa kasih uang itu pada orang lain," kataku.

"Oke," kata penelepon, nadanya masih ketus. "Maaf bila telepon ini mengganggu bapak. Terima kasih dan selamat malam."

Hening. Dia sudah memutuskan hubungan telepon kami.

Sebenernya, percakapan kami sedikit lebih panjang dari yang diatas. Aku menanyakan banyak hal pada si penelepon yang kemudian membuatnya kehilangan kesabaran.

Ada banyak poin yang menyebabkanku tidak bisa mempercayainya.

Pertama, telepon di malam hari menjelang tengah malam. Dari sini sudah sangat mencurigakan. Mana ada telepon dari perusahaan sekaliber Indosat mengganggu waktu istirahat pelanggannya? Dan, kalau memang benar ini dari perusahaan Indosat kenapa teleponnya di hari libur (Minggu) kenapa tidak pas hari dan jam kerja (Senin-Jumat pukul 7 AM - 5 PM) ?

Kedua, dia tidak berusaha meyakinkanku. Apakah kalimatku tidak menyiratkannya cukup jelas? Maka sudah bisa dipastikan, dia belum punya banyak jam terbang menghubungi "pelanggan".

Ketiga, makin ke belakang dia makin marah. Sebagai seorang operator atau karyawan yang menghormati pemimpinnya, dia tidak melakukan tugasnya dengan baik. Dengan menaikkan nada bicaranya, dan memberi pilihan seperti itu, dijamin pelanggan akan lari ke kompetitor.

Keempat, yang namanya penghargaan, setahuku penerimanya itu diundang ke suatu tempat untuk menerima penghargaan tersebut dengan disaksikan banyak orang.

Aku merasa kasihan padanya, tapi di sisi lain aku merasa dia sangat kejam.

Kasihan karena bila dia penipu, maka dia telah kehilangan banyak pulsa dengan meneleponku di jam-jam dimana tarifnya masih lumayan mahal.

Kejam karena... Dia mempermainkanku. Dia mungkin tidak tahu jumlah yang disebutkannya sangat berarti sekali bagiku. Aku bisa menukarkan sebagian dari jumlah itu dengan komputer jinjing yang bisa dilipat.

Kenapa dia tega melakukan ini padaku? Ada jutaan orang di luar sana kenapa menghubungi nomorku--aku tidak yakin mereka mengacak nomor "korban"?

Aku sengaja menuliskan pengalaman ini sebab, aku yakin penelepon ini (bila dia emang cari nafkah dengan cara kayak gitu) tidak akan berhenti di nomorku saja. Dia pasti mencari calon "penerima penghargaan" lainnya. Dan bila calon korban itu kalian, kalian tahu harus bagaimana meresponsnya.

Keesokan paginya, aku menanyai tetanggaku yang pin ATM-nya berubah sendiri. Dan ya, dia pernah mendapatkan telepon yang persis sama kayak telepon yang aku terima di malam sebelumnya.

Share:

6 komentar:

  1. haha.. Yup! Customer Service tuh biar si pelanggan ngebetein minta ampun, mreka udh terlatih untk gak meninggikan intonasi suara. Nah kalo deskripsi kamu tadi bnr2 bkn dari CS atau semacamnya. :))

    BalasHapus
  2. memang komputer jinjing ada yg ga dilipet ya Jun?

    BalasHapus
  3. >> Rmaryana
    Ya?

    >> Astie
    iya, langsung curiga aku :))

    >> Okty
    Ada. tablet pc ;)

    BalasHapus
  4. semoga sebuah laptop segera menjadi penghuni kamarmu :)

    BalasHapus
  5. Amin ya Rabbal Alamin :)

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^