Kamis, Januari 31, 2013

Melawan Bayangan

Kalau boleh jujur, Andi sangat malu pada dirinya sendiri. Seharusnya dia tidak kelepasan bicara saat berada di taman kampus seminggu yang lalu. Seharusnya dia bisa mengontrol emosinya. Dan seharusnya dia masih bisa bercanda bersama Luna mentertawai kekonyolan Parto dan para wayangnya. Tapi apalah daya nasi telah menjadi bubur. Tidak bisa dikembalikan menjadi nasi lagi. Tapi mungkin lebih enak bila ditambahkan ayam, jadi rasa buburnya lebih mantap.

Reza, teman satu kostnya, melihat perubahan dalam diri Andi. Nggak biasanya temannya yang satu itu malas kuliah. Tapi beberapa hari terakhir ini, tiap diajak berangkat bareng dia selalu menolaknya.

“Loe lagi ada masalah sama Luna ya, Ndi?” tembak Reza tanpa basa-basi.

“Kelihatan banget ya?”

Reza ketawa kecil. “jelas malah.”

“Gue nggak tau, Za. Gimana ya cara melawan bayangan?”

“Bayangan? Maksud loe?”

“Kemana aja sih loe Za, semua orang juga pada tahu kalo Luna menggilai Edward Cullen.”

“Ohh, soal dia sangat mencintai tokoh fiksi itu?”

Andi diam saja. Dari sini teman kost sekaligus sahabatnya itu pasti tahu seberat apa masalahnya. Dilihatnya Reza memegang dagunya–tanda dia sedang memikirkan suatu hal.

“Mungkin bila dia mencintai seseorang yang nyata, mungkin gue masih bisa… masih punya kesempatan…”

“Gue rasa ini bukan soal nyata ato tidaknya. Tapi memang ada dua masalah…”

“Dua?”

“Gue tanya sama loe, Luna sadar nggak dengan apa yang dilakukannya?”

Andi mengangguk.

“Dari sini udah jelas….”

“Jelas apanya?”

“Jangan motong kata-kata orang dong!”

“Maaf, hehehe.”

“Dari sini udah jelas…” Reza mengulang kembali kata-katanya yang sempat terputus tadi. “Luna masih mengharapkan orang lain dalam hidupnya. Emang dia sebodoh itu hingga berpikir dia bakal menghabiskan hidupnya untuk mencintai tokoh yang hanya ada di novel?”

“Tapi dia pernah bilang ‘kenapa ya, karakter Edward tidak ada di dunia ini’ apa itu belum cukup membuktikan bahwa dia memberikan seluruh hatinya untuk tokoh imajiner tersebut?”

“Kemana aja sih loe, Ndi,” Reza mengembalikan kata-kata Andi sambil cengengesan. “Itu mengindikasikan… tipe cowoknya adalah seperti Edward,” Kata Reza sambil menyandang tasnya. “Satu-satunya cara untuk melawan bayangan tersebut adalah dengan kamu menjadi Edward Cullen.”

Andi kontan terdiam. Benar juga apa yang dikatakan sahabatnya itu. Tapi…

“Masa aku mesti jadi vampire dulu?”

Kata-kata terakhir Andi direspon dengan derai tawa Reza. Bahkan masih kedengaran cukup jelas meski sahabatnya tersebut sudah jauh diluar rumah. Dia lalu menggeledah rak bukunya. Menarik salah satu buku, lalu menenggelami novel Twilight milik Luna yang–atas paksaan Luna–dipinjamnya.

Share:

Rabu, Januari 30, 2013

Mencintai Bayangan

“Sampai kapan kamu menciumi poster itu?” celetuk Andi. Untuk kesekian kalinya Luna kepergok sedang menciumi poster tokoh idolanya, Robert Pattinson yang sedang berperan sebagai Edward Cullen.

“Ini bukan poster, ini gambar. Kalo poster kan ukurannya besar, ” sergah Luna.

“Bagiku sama aja. Hanya karena ukurannya seukuran postcard…ah, ukuran itu nggak penting.”

“Lalu yang penting apa? Aku gila gitu? Karena mencintainya karakter yang diperankan Robert Pattinson?”
Share:

Selasa, Januari 29, 2013

Paranorman

Jika kamu punya kelebihan bisa melihat dan bicara pada hantu, bagaimana perasaanmu? Senang? Sedih? Takut? Merasa aneh?

Bila jawabanmu adalah keempat hal itu, maka kamu harus kenal dengan Norman. Dia bisa melihat dan bicara dengan orang mati. Dia senang, sebab dia masih bisa bicara dengan neneknya. Dia sedih, sebab tidak ada yang memahaminya. Dia merasa aneh, sebab dia memang tidak normal. Orang-orang di sekitarnya, bahkan kakak dan ayahnya, memintanya untuk berhenti bersikap aneh--seolah dia bisa memilih memiliki sebuah berkah ajaib.
Share:

Sabtu, Januari 26, 2013

Flavours.me: Kartu Nama Online [2]

Masih ingat dengan about dot me, salah satu layanan kartu nama online yang bisa kalian gunakan untuk menempatkan semua situs atau social media kalian dalam satu halaman? Kalau kalian lupa, mungkin coretan ini bisa bikin kalian ingat.

Aku menemukan satu lagi layanan yang sama. Alamat situsnya adalah Flavours dot me.
Share:

Sabtu, Januari 05, 2013