Selasa, April 30, 2013

Perihal Hukum Perlindungan Anak

Sudah bukan hal mengejutkan lagi anak-anak sering dipukul, ditendang, disiksa atau diperlakukan jahat oleh orang dewasa. Tampaknya hampir setiap hari berita semacam itu muncul di televisi di acara-acara News. Dan kebanyakan dilakukan oleh orang-orang terdekat. Tapi untungnya, ada undang-undang yang melindungi anak-anak tersebut.

Tapi bagaimana dengan anak-anak nakal, yang menyiksa batin tidak hanya ibunya tapi semua anggota keluarganya, yang akhirnya membuat orangtuanya atau orang di sekitarnya terpaksa sering memukulnya guna menghentikan kenakalannya? Apakah undang-undang Perlindungan Anak tetap berlaku? Apakah pemukulan yang sering itu sudah bisa dikatakan kekerasan terhadap anak?

Mungkin sebagian dari kalian tidak setuju dengan tindakan keras itu, tapi apakah dengan bertindak lembut pada kenakalan anak menjamin kenakalan itu hilang? Tidak?

Tapi kan dengan melakukan kekerasan pada anak juga belum tentu menghapus kenakalan pada anak-anak.

Ya, itu juga benar.

Jadi, apa yang mesti dilakukan kalau bersikap kasar nggak baik, tapi bersikap lembut juga nggak... Tunggu, mungkinkah bersikap ditengah-tengahnya, kasar tapi sekaligus lembut?

Yah, mungkin. Apakah hal itu mungkin bisa dilakukan semua orang?

Oke, aku terlalu jauh melantur. Actually, postingan ini sebenernya bentuk rasa penasaran, apakah tindakan orangtua, atau keluarga dekat, terpaksa memukul anak-anak demi (mencoba) menghentikan kenakalan anak-anaknya bisa memidanakan si orangtua? Anyone can give an answer?

Share:

Cowok di perempatan Braan

Ini bukan cerpen, bila kalian tanya aku. Atau mungkin cerpen. Sebab aku tidak membuatnya berseri atau sepanjang tembok China.

Ini kisah nyata. Kisahku sendiri. Pengalamanku.

Saat itu Senin malam, tanggal 22 April. Sekitar pukul sepuluh kurang lima belas menit. Aku sampai di perempatan Braan, Jombang.
Share:

Minggu, April 28, 2013

Temporary Habit

It's trouble for me for some days internet cafe near my house gone close temporary. The owner, his name Roni, and known him well, just brought his computer, cable, all of build internet cafe, his internet cafe, to his new house.

Actually, I felt happy for him. For his new house. Actually His house nearest than his brother's house--before moved Roni leaned space in his brother's--from my home. But, I don't have patience to wait Roni finish his new internet cafe in his own house. You know, I'm the online king. I can't life without connect to E-World just one day.

You may call me overwhelmed or what, but it's the real fact of me. Internet be my personal drugs since I knew it.

So, I find new spot to connect E-World. Green Net. Actually, it's old spot for me. Years ago, before Roni run his cafe I always online in there.

Why I chose to came back to Green? Well, Green has good service. They have a comfy matras for each cublice. But... I have to ride motorbike to reach that place. Imaginee it, if I ride there everyday, and I must online an hour minimum (an hour charge is two thousands rupiah), how much it cost?

I hope I can have my Blacke, my old bike, again. But the old Blacke was damage years ago.

I have one more reason why I, erm, hate my new temporary habit. In Green sometime, in depends time, the connection being rubbish. It the worst feel in the world when the browser alert me or message me that the webpage can't load cause "server not found", "connection was reset", bla, bla, bla.

I wish Roni open his "new" internet cafe as soon as possible. Perhaps Green have more comfy facilities rather than Roni's, but about connection, Roni's more stable than Green.

Share:

Kamis, April 25, 2013

Books to Movies

Ngomongin soal buku yang dijadikan film, atau film yang diadaptasi dari buku, denganku adalah ngomong dengan topik yang tidak akan pernah kehabisan bahan obrolan. I love books. I love movies too--especially, western movies or made by Hollywood. Books and movies are like an air for me (lebay nggak sih? Hahah, tapi begitulah kondisinya. Teman-temanku yang juga menggemari film, tapi tidak "segila" aku, sampai-sampai mengatakan, aku kayaknya mesti coba berkarir di bidang film.)
Share:

Senin, April 01, 2013

Dear Crush [3]

Entah hanya halusinasiku atau namamu mendadak ada di mana-mana? Ketika aku menyalakan TV, namamu muncul sebagai nara sumber. Ketika aku membuka portal berita di internet, namamu lagi-lagi muncul. Ketika aku melanjutkan membaca novel, novel yang belum kelar kubaca, secara kebetulan muncul karakter baru dan namanya persis sama dengan namamu!
Share: