Senin, April 01, 2013

Dear Crush [3]

Entah hanya halusinasiku atau namamu mendadak ada di mana-mana? Ketika aku menyalakan TV, namamu muncul sebagai nara sumber. Ketika aku membuka portal berita di internet, namamu lagi-lagi muncul. Ketika aku melanjutkan membaca novel, novel yang belum kelar kubaca, secara kebetulan muncul karakter baru dan namanya persis sama dengan namamu!


Apakah ini sebuah pertanda?

Tentu saja ini pertanda.

Dari Tuhan-kah?

Memang dari mana lagi?

Bila benar Tuhan memunculkan namamu berulang kali, untuk selalu kulihat dan kudengar dan dirasakan oleh inderaku yang lain, apakah itu artinya kamu adalah jodohku?

...

Kenapa diam saja? Kamu benar jodohku bukan? Bukankah jodoh di tangan Tuhan? Dan Tuhan "berbicara" melalui pertanda. Bukankah tadi kamu bilang nama-namamu yang muncul dimana-mana adalah pertanda-pertanda?

Atau semua itu... Timbul dari kerinduanku? Timbul dari pikiran dan hatiku yang belakangan ini berkiblat kepadamu? Timbul dari hasratku yang menggebu yang ingin memilikimu, sehingga seluruh inderaku yang terjangkit oleh pesonamu menjadi sangat sensitif dengan apa-apa yang berhubungan denganmu?

Tidak. Pasti ini sebuah pertanda. Ya, pasti pertanda. Aku percaya ini pertanda dari Yang Maha Kuasa bahwa kamu memang jodohku.

Tapi pertanda ada banyak jenisnya. Kalau pun benar itu pertanda, belum tentu itu pertanda mengenai jodoh. Bisa saja itu pertanda mengenai hal lain.

Kalau bukan jodoh, lalu apa?

Mungkin Tuhan ingin kita melupakannya.

Melupakannya? Tidak, hati kecil, Tuhan tidak melakukannya. Kalau Dia ingin aku melupakan dia, nama dia tidak akan muncul sesering ini dan di banyak tempat ini.

Tapi...

Stop, hati kecilku, stop! Kamu ini di pihak siapa?

Tapi aku tidak mau kita kecewa. Kecewa itu rasanya pahit dan ketika pahit itu datang siapa yang paling merana? Aku. Hati kecilmu. Hati yang kini coba kamu bungkam!

Tahukah kamu, hati kecilku. Kadang kamu bisa berpikiran amat sangat negatif. Kamu tidak usah khawatir. Kali ini aku percaya, dia pasti jodohku. Dan aku harap kamu ada di pihakku. Jangan jadi pihak oposisi. Siapa tahu dengan kita sepaham, aku bisa memunculkan keberanianku untuk bicara dengannya.
Share:

1 komentar:

  1. Kalau inget Dear Crush, aku suka inget Dear You. Ini lebih karena belum lama aku tahu arti Crush XD

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^