Jumat, Mei 31, 2013

Cara Praktis Isi Pulsa

"Sisa pulsa Anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini."

Gawat! Kenapa justru di saat aku sangat membutuhkan pulsa, pulsaku malah habis?!

"Kamu punya pulsa?" Aku menanyai sahabatku dalam bisikan, yang kebetulan malam ini aku minta menginap di rumahku. Orangtuaku sedang berada di luar kota dan baru balik besok pagi.

"Nggak," katanya muram, dengan berbisik pula, sambil menggelengkan kepala. "Tapi paket internetku masih ada banyak. Kamu mau beli--"


Omongannya selanjutnya tak terdengar jelas. Pikiranku diambil alih lagi oleh kepanikanku yang makin membesar!
Share:

Senin, Mei 27, 2013

Dear Crush [4]

Kita saling pandang!

Aku tidak percaya, kamu memandangku? Benar-benar memandangku?!

Hati kecilku bilang, agar aku tidak membodohi diri sendiri. Dia juga bilang kamu tidak sedang memandangmu. Tidak secara spesifik. Kamu memandang, atau tepatnya memindai, siapa saja yang ada di sekitarmu.

Hati kecilku juga memperingatkanku kalau aku mesti membuang jauh-jauh imajinasiku mengenai matamu yang menyorot ke arahku lebih lama dari pada ke arah yang lain. Sebab pada kenyataannya, kita saling pandang hanya dalam hitungan detik. Bukan menit.

Coba menit, aku pasti sudah lompat kegirangan. Atau coba berjam-jam, atau boleh satu detik saja asal dibumbui oleh bibirmu yang melengkungkan senyuman, dan aku akan menyatakan diriku sebagai manusia paling bahagia di dunia.

Aku tahu satu senyuman tidak bisa diartikan kalau kamu juga merasakan apa yang
kurasakan. Tapi satu senyumanmu menandakan kalau kamu memberiku lampu hijau, sehingga aku bisa meningkatkan statusku yang dari pengintai, menjadi personalia--menanyai banyak hal tanpa perlu menebak-nebak lagi dari kejauhan. Dari secret admirer jadi teman.

Seandainya aku bisa jadi temanmu...

Aku sudah mencoba mengumpulkan keberanian untuk mendekatimu. Tapi, tiap kali aku hendak mendekatimu, entah kenapa selalu ada gempa di dalam tubuhku yang sontak menguapkan keberanianku.

Mungkin belum sekarang saatnya.

Mungkin aku masih harus bersabar sedikit lagi.

Atau mungkin saat itu tak akan pernah datang, kecuali aku sanggup mengendalikan gempa bumi di dalam tubuhku?

Andai aku bukan aku.

Andai aku seorang ekstrovert.

Andai aku lebih asertif lagi.

Apa mungkin sudah saatnya untuk menyewa jasa dukun?

Share:

Kamis, Mei 16, 2013

SMS Menang Undian

Pernahkah kalian mendapatkan sms menang undian seperti ini?




Sms yang membunyikan hp itu, memenuhi inbox itu, entah kenapa datang pas di jam-jam konsenstrasi beberapa orang pikirannya terdistraksi atau belum "full" sepenuhnya?

Dulu, aku pernah dapat sms kayak gitu. Tapi kali ini agak lebih canggih. Pakai pin BB dan blog!

Aku sih tetap ngakak, ya. Maksudku, kalau emang membawa nama perusahaan besar, kayak penyedia jasa telekomunikasi seluler di negeri, harusnya tidak menggunakan blog GRATISAN kayak blogspot atau wordpress! XD

Sebenarnya, ini kali kedua aku mendapatkan sms yang isinya serupa. Tentunya dari nomor yang berbeda--dan mungkin oknum yang berbeda. Tapi kali ini aku sudah gerah, makanya kemudian aku menyalakan kipas angin, eh maksudnya, aku membuat posting ini. Dengan harapan bisa membantu teman-teman agar lebih waspada dengan sms menang undian yang jelas-jelas penipuan seperti ini.

Share:

Rabu, Mei 15, 2013

Talk about Future

At recent days, I often think about the future. Not near future or far future for setting of my manuscript, but future of mine.

Actualy, I think about it everyday. My future, I mean. Not just today or a few days ago. My parent did well, implanted that thought since we--my sisters and I--were young. You must do it if you want your future is bright. You shouldn't do that if you want to bring sun to your future.
Share:

Jumat, Mei 03, 2013

Hamil Duluan

Pernah tahu atau dengar lagu Hamil Duluan? Lagu yang sempat jadi kontroversi karena liriknya dianggap sama sekali tidak mendidik?

Benarkah tidak mendidik? Menurutku lirik lagunya malah mendidik. Tidak hanya bagi anak-anak, tapi juga orangtuanya.

Sebenarnya, aku sudah lama ingin menuliskan ini tapi baru bisa aku realisasikan saat ini. Mungkin Sang Pencipta baru mengizinkan aku menuliskan ini saat ini.

Hamil Duluan emang lagu ini lagu lama. Kasus lama. Kontroversinya mungkin sudah lama pula terlupakan. Lagunya sendiri mungkin sudah dilarang tayang di televisi atau muncul di konser yang disiarkan oleh televisi.

Perlu dicatat, aku bukan penggemar lagu Hamil Duluan ini. Aku bukan teman pencipta lagunya. Aku bukan pula tim manajemen artisnya. Aku tidak ada hubungannya dengan mereka semua. Cuman aku agak "tergelitik" ketika mendapati berita lirik ini dibilang tidak mendidik.

Dibanding lagu-lagu lain yang dianggap tidak mendidik, seperti "Makan Duren di Malam Hari..." atau "Love One Night Stand," seperti yang aku bilang tadi, Hamil Duluan masih mending karena...

Mengajarkan para pendengarnya atau penikmat musiknya untuk PINTAR MEMILIH.

Aku cuplik bagian reff-nya ya:
Kuhamil duluan
Sudah 3 bulan
Gara-gara pacaran tidurnya berduaan
Kuhamil duluan
Sudah 3 bulan
Gara-gara pacaran suka gelap-gelapan

Dari reff-nya saja, sudah jelas mengatakan, "Kalau mau hamil di luar nikah, lakukan apa yang ada di lirik. Tapi kalau tidak ingin hamil di luar nikah, maka jangan pacaran di tempat gelap dan jangan tidur berdua dengan seseorang yang belum sah atau seseorang yang masih dalam status pacaran."

Tidak mendidik? Mungkin hal itu mesti dikaji ulang.

Atau anak-anak dilarang menentukan pilihannya sendiri? Atau orangtua merasa pilihan anaknya sendiri tidak sebaik kalau mereka yang memilihkan? Sebenarnya hal ini sudah banyak dikatakan, tapi kalimat ini masih aktual: siapa sih yang akan menjalani kehidupan si anak? Si anak atau si orangtua?

Bila orangtua tidak memberi kesempatan bagi anak memilih yang terbaik baginya, menurutku, si anak jadi tidak terbiasa atau lebih buruk lagi tidak percaya diri dengan pilihannya sendiri. Dia akan selalu bergantung oleh pilihan seseorang yang dirasa punya status lebih tinggi darinya. Hal itu mungkin berpotensi mematikan kreatifitas.

Lagipula, bukankah anak zaman sekarang kebanyakan telah sulit ditakuti dengan mitos-mitos seram? Juga, kebanyakan anak zaman sekarang lebih suka "membuktikan larangan" ketika mereka dilarang melakukan sesuatu?

Hal itu kalau ditilik lagi adalah salah satu pembelajaran seorang anak dalam mencari baik dan benarnya sesuatu.

Hamil Duluan mungkin adalah satu contoh mengenai pembelajaran "memilih dengan baik dan benar" dengan cara fun. Toh, zaman sekarang emang ada lagu anak-anak yang anak-anak banget? Selama lagu anak-anak tidak mendatangkan untung... Yah, tahu sendiri dong lanjutannya.

Inilah pendapatku, terlepas entah penulis lagunya bikin lagunya sesuai dengan apa yang aku pikirkan. Bagaimana pendapatmu?

Share: