Jumat, Mei 31, 2013

Cara Praktis Isi Pulsa

"Sisa pulsa Anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini."

Gawat! Kenapa justru di saat aku sangat membutuhkan pulsa, pulsaku malah habis?!

"Kamu punya pulsa?" Aku menanyai sahabatku dalam bisikan, yang kebetulan malam ini aku minta menginap di rumahku. Orangtuaku sedang berada di luar kota dan baru balik besok pagi.

"Nggak," katanya muram, dengan berbisik pula, sambil menggelengkan kepala. "Tapi paket internetku masih ada banyak. Kamu mau beli--"


Omongannya selanjutnya tak terdengar jelas. Pikiranku diambil alih lagi oleh kepanikanku yang makin membesar!


Paket internet mungkin bisa membantuku seandainya sekarang mentari masih bersinar atau malam belum selarut ini. Atau sahabatku ponselnya canggih sekali. Tapi tengah malam telah lama lewat, sedangkan ponsel sahabatku hanya ponsel China biasa, baru bisa diinstal aplikasi java doang. Konter-konter pasti sudah tutup semua, sementara sms kemungkinannya sangat kecil bisa membangunkan orang yang hendak aku hubungi. Yang aku butuhkan saat ini juga adalah pulsa yang cukup buat telepon!

Aku menjambak-jambak rambutku frustasi. Sementara suara-suara di luar kamarku, suara orang-orang mengobrak-abrik rumahku yang, anehnya tak diredam, mencari barang-barang berharga, makin dekat!

"Kenapa kita nggak teriak saja?" Usul sahabatku, masih dalam bisikan. Kondisi dan situasi membuat kami bicara dalam bisikan. "Maling-maling itu pasti kabur."

"Kalau mereka nggak kabur? Kalau mereka bukan maling biasa gimana? Pasti ada sebab kenapa mereka nggak meredam suara aksi mereka."

"Maksudmu?"

"Kalau mereka perampok yang tak segan membunuh..." Aku sengaja mengucapkan lambat-lambat lalu menggantung kalimatku, dengan tujuan agar kalimatku itu meresap ke dalam benaknya lebih cepat.

Dan berhasil. Mengingat kasus semacam itu sedang "trends" di acara-acara berita kriminal. Mata sahabatku sontak membesar sebesar telur.

Jangan panik, Jun, kataku pada diri sendiri, pikir, pikir, pikir!.

Kemudian aku ingat, aku punya pulsa fisik atau gesek. Aku menyimpannya di tas sekolahku. Tapi saking paniknya, tanganku bergetar hebat. Akibatnya, aku telah salah memasukkan nomor pulsa gesek tiga kali berturut-turut.

"Pakai pulsa elektrik lebih simple dan nggak ribet," kata sahabatku.

"Pengenku juga gitu. Tapi apa kamu lupa kalau sekarang udah dini hari? Mana ada konter yang buka jam segini?"

Aku menghela napas panjang. Apa aku nekad saja melawan mereka?

Saat aku memikirkan alat apa yang akan kugunakan untuk mengusir tamu yang tak diundang, yang sedang mengobrak-abrik rumahku, tiba-tiba sahabatku berkata, "Ubah profil hp-mu jadi silence."

Dia membuat aba-aba agar aku tak mempertanyakan perintahnya. Kemudian secara ajaib, ada sms masuk yang memberitahukan ponselku baru saja terisi pulsa 10.000.

"Kok bisa?"

"Aku jualan pulsa."

"Kamu jualan--"

"Ingat ceritaku soal pojok pulsa?"

Ya, aku ingat. Dia cerita soal pojok pulsa padaku dua minggu yang lalu. Kok aku bisa lupa ya? Mungkin karena aku panik. Tapi... "Tapi kamu kan nggak punya pulsa buat sms?"

"Aku ada aplikasi ini," sahabatku itu menunjukkan aplikasi java berlatarbelakang biru dan hitam, "Aplikasi pojok pulsa. Jadi kalau isi pulsa orang nggak mesti pakai sms. Aku juga bisa mengisi pulsamu melalui YM. Bisa lewat aplikasi YM asli mau pun melalui aplikasi ini."

"Terus harganya?"

"Sama seperti pulsa yang dijual di konter pulsa terdekat."

"Maksudku, berapa harga pulsa kalau seandainya aku gabung--"

"Nyari pulsa murah? Ya di pojok pulsa tempatnya," potong sahabatku, berlagak ala-ala bintang iklan. Masih sempat-sempatnya bercanda di situasi genting seperti ini.

Eh, tapi kalau dipikir aku juga sama. Di sikon kayak gini kok ya penasaran dengan yang namanya pojok pulsa itu.

"Seberapa murah?" Tanyaku.

"Pulsa lima ribu harganya... tergantung operatornya. Antara empat ribuan sampai lima ribu empat ratusan. Terus, harga token listrik, tau dong pulsa buat listrik prabayar itu, untuk pulsa dua puluh ribu harganya cuman sembilan belas ribu lima ratus. Kalau kamu masih kurang jelas bisa langsung kunjungi websitenya di pojokpulsa dot co dot id."

Harganya murah banget. Lumayan juga kalau aku daftar jadi--

"Kamu mau daftar, sob?" tanya sahabatku, seolah mendengar apa yang aku pikirkan. "Kalau mau daftar, bisa aku daftarkan kok?"

"Jangan bilang ada program downlinenya juga?"

"Emang iya." Dia terkekeh,  tapi buru-buru membekap mulutnya sendiri. "Tapi kalau kamu nggak mau jadi downlineku nggak apa kok. Ngajak orang itu, katakanlah, kalau dapat ya disyukuri, kalau nggak dapat nggak ada masalah. Toh, zaman sekarang pulsa kan sudah jadi kebutuhan pokok. Biaya pendaftarannya gratis," imbuhnya, menjawab pertanyaanku yang terlontar bukan lewat mulut tapi mata.

Tanpa kami sadari, suara gedubrakan di luar berhenti. Tiba-tiba saja... handle pintu kamarku bergerak-gerak! Para perampok itu mencoba masuk ke kamarku!

"Apa yang kamu tunggu?" tanya sahabatku panik. "Buruan telepon Om-mu yang polisi itu."

Postingan ini dalam rangka Lomba Blog Pojok Pulsa:

Share:

1 komentar:

  1. selamat siang Sobat...kunjungan perdana untuk silaturahmi sekalian memberikan Informasi peluang Bisnis Pulsa nich Sob...

    Jika ingin Pulsa Murah, Dapat Web Pulsa GRATIS, Bonus 25 Ribu PLUS
    Ratusan Bonus yang Bisa Anda Download di Member Area ? Jika Iya, Anda
    bisa Cek ke TKP di http://www.bisnispulsaku.com/

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^