Senin, Mei 27, 2013

Dear Crush [4]

Kita saling pandang!

Aku tidak percaya, kamu memandangku? Benar-benar memandangku?!

Hati kecilku bilang, agar aku tidak membodohi diri sendiri. Dia juga bilang kamu tidak sedang memandangmu. Tidak secara spesifik. Kamu memandang, atau tepatnya memindai, siapa saja yang ada di sekitarmu.

Hati kecilku juga memperingatkanku kalau aku mesti membuang jauh-jauh imajinasiku mengenai matamu yang menyorot ke arahku lebih lama dari pada ke arah yang lain. Sebab pada kenyataannya, kita saling pandang hanya dalam hitungan detik. Bukan menit.

Coba menit, aku pasti sudah lompat kegirangan. Atau coba berjam-jam, atau boleh satu detik saja asal dibumbui oleh bibirmu yang melengkungkan senyuman, dan aku akan menyatakan diriku sebagai manusia paling bahagia di dunia.

Aku tahu satu senyuman tidak bisa diartikan kalau kamu juga merasakan apa yang
kurasakan. Tapi satu senyumanmu menandakan kalau kamu memberiku lampu hijau, sehingga aku bisa meningkatkan statusku yang dari pengintai, menjadi personalia--menanyai banyak hal tanpa perlu menebak-nebak lagi dari kejauhan. Dari secret admirer jadi teman.

Seandainya aku bisa jadi temanmu...

Aku sudah mencoba mengumpulkan keberanian untuk mendekatimu. Tapi, tiap kali aku hendak mendekatimu, entah kenapa selalu ada gempa di dalam tubuhku yang sontak menguapkan keberanianku.

Mungkin belum sekarang saatnya.

Mungkin aku masih harus bersabar sedikit lagi.

Atau mungkin saat itu tak akan pernah datang, kecuali aku sanggup mengendalikan gempa bumi di dalam tubuhku?

Andai aku bukan aku.

Andai aku seorang ekstrovert.

Andai aku lebih asertif lagi.

Apa mungkin sudah saatnya untuk menyewa jasa dukun?

Share:

2 komentar:

  1. Dear Jun....
    http://coretanulfah.wordpress.com/2013/07/18/dear-jun/
    mohon maaf, untuk kali ini saja, aku tidak memanggilmu dengan panggilan mas,

    BalasHapus
  2. iya, gpp kok. Segera meluncur ke tekape :))

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^