Jumat, Mei 03, 2013

Hamil Duluan

Pernah tahu atau dengar lagu Hamil Duluan? Lagu yang sempat jadi kontroversi karena liriknya dianggap sama sekali tidak mendidik?

Benarkah tidak mendidik? Menurutku lirik lagunya malah mendidik. Tidak hanya bagi anak-anak, tapi juga orangtuanya.

Sebenarnya, aku sudah lama ingin menuliskan ini tapi baru bisa aku realisasikan saat ini. Mungkin Sang Pencipta baru mengizinkan aku menuliskan ini saat ini.

Hamil Duluan emang lagu ini lagu lama. Kasus lama. Kontroversinya mungkin sudah lama pula terlupakan. Lagunya sendiri mungkin sudah dilarang tayang di televisi atau muncul di konser yang disiarkan oleh televisi.

Perlu dicatat, aku bukan penggemar lagu Hamil Duluan ini. Aku bukan teman pencipta lagunya. Aku bukan pula tim manajemen artisnya. Aku tidak ada hubungannya dengan mereka semua. Cuman aku agak "tergelitik" ketika mendapati berita lirik ini dibilang tidak mendidik.

Dibanding lagu-lagu lain yang dianggap tidak mendidik, seperti "Makan Duren di Malam Hari..." atau "Love One Night Stand," seperti yang aku bilang tadi, Hamil Duluan masih mending karena...

Mengajarkan para pendengarnya atau penikmat musiknya untuk PINTAR MEMILIH.

Aku cuplik bagian reff-nya ya:
Kuhamil duluan
Sudah 3 bulan
Gara-gara pacaran tidurnya berduaan
Kuhamil duluan
Sudah 3 bulan
Gara-gara pacaran suka gelap-gelapan

Dari reff-nya saja, sudah jelas mengatakan, "Kalau mau hamil di luar nikah, lakukan apa yang ada di lirik. Tapi kalau tidak ingin hamil di luar nikah, maka jangan pacaran di tempat gelap dan jangan tidur berdua dengan seseorang yang belum sah atau seseorang yang masih dalam status pacaran."

Tidak mendidik? Mungkin hal itu mesti dikaji ulang.

Atau anak-anak dilarang menentukan pilihannya sendiri? Atau orangtua merasa pilihan anaknya sendiri tidak sebaik kalau mereka yang memilihkan? Sebenarnya hal ini sudah banyak dikatakan, tapi kalimat ini masih aktual: siapa sih yang akan menjalani kehidupan si anak? Si anak atau si orangtua?

Bila orangtua tidak memberi kesempatan bagi anak memilih yang terbaik baginya, menurutku, si anak jadi tidak terbiasa atau lebih buruk lagi tidak percaya diri dengan pilihannya sendiri. Dia akan selalu bergantung oleh pilihan seseorang yang dirasa punya status lebih tinggi darinya. Hal itu mungkin berpotensi mematikan kreatifitas.

Lagipula, bukankah anak zaman sekarang kebanyakan telah sulit ditakuti dengan mitos-mitos seram? Juga, kebanyakan anak zaman sekarang lebih suka "membuktikan larangan" ketika mereka dilarang melakukan sesuatu?

Hal itu kalau ditilik lagi adalah salah satu pembelajaran seorang anak dalam mencari baik dan benarnya sesuatu.

Hamil Duluan mungkin adalah satu contoh mengenai pembelajaran "memilih dengan baik dan benar" dengan cara fun. Toh, zaman sekarang emang ada lagu anak-anak yang anak-anak banget? Selama lagu anak-anak tidak mendatangkan untung... Yah, tahu sendiri dong lanjutannya.

Inilah pendapatku, terlepas entah penulis lagunya bikin lagunya sesuai dengan apa yang aku pikirkan. Bagaimana pendapatmu?

Share:

0 comments:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^