Sabtu, Agustus 10, 2013

Lebaran Tahun Ini

Lebaran tahun ini terasa sepi. Sama sepinya seperti bulan puasanya. Entah apa yang membuatnya seperti itu. Aku masih curiga hal itu dikarenakan oleh hatiku yang masih juga belum disemarakkan oleh seseorang #tsah.

Lebaran hari pertama.
Setelah melaksanakan sholat yang dipanjatkan setiap satu tahun sekali, dan setelah sungkem pada eyang dan orangtua, aku bersama orangtua, kakak dan suaminya dan anaknya (atau keponakanku), berangkat untuk silaturahmi pada sanak-saudara.

Sama seperti suasana silaturahmi pada umumnya. Kami salaman. Ngobrol sebentar (yang dimonopoli oleh orangtua, aku biasanya baru buka mulut saat ditanya, atau kalau sedang penasaran saja), lalu lanjut ke rumah saudara selanjutnya.


Tapi kali ini ada yang sedikit special. Aku akhirnya tahu nama salah satu sepupuku yang... Well, cukup... oke, iya aku jujur... banyak mencuri perhatianku. Aku tahu nama lengkapnya. Akhirnya! Sayang, aku tidak menemukan social medianya. Dan aku masih tak berani menanyakan nomor teleponnya (betapa cemen dan pengecutnya diriku!). Tapi lagian buat apa aku mempunyainya juga ya? Maksudku, cinta antar sepupu? Oh, please... Kalau sepupunya se-wow seperti apa adanya sekarang sih aku tetep mau! #mehongbangetyak :))

Hari pertama ditutup dengan banyak yang sepakat, kecuali aku (aku akan kasih tahu alasannya nanti), untuk pulang ke rumah karena cuacanya sangat panas. Mobilnya si bapak hanya memanfaatkan pendingin alami yakni angin jendela.

Lebaran hari kedua, kurang lebih, lebih parah dalam hal silaturahmi. Sebab kami hanya mengunjungi dua rumah saudara saja!

Waktunya habis digunakan untuk jalan-jalan di mall.

Oke-lah, jalan-jalan itu lumayan menyenangkan. Aku sempat menyatroni toko bukunya dan menemukan ada 3 buku incaranku di dalamnya (yang harganya mahal beud!). Dan mataku disehatkan dengan keberadaan banyak makhluk berparas rupawan yang mondar-mandir di sekitarku.

Tapi hanya empat yang cukup menarik perhatianku—sebenarnya 5, cuman yang kelima itu masih botjah banget sehingga langsung aku coret dari list (males banget kalau sampai disebut pedofil!).

Yang pertama adalah seseorang berkaos merah-putih yang jalan bareng ponakannya (kenapa ponakan? Sebab aku nggak mau memikirkan itu anaknya! XD). Secara appereance, dia yang paling good-looking diantara 4 orang yang menempati listku.

Yang kedua adalah remaja, sekitar usia sma kelas 2, yang sangat lincah. Kakinya benar-benar... Olala! Dia main games semacam Dance-dance Revolution (oh iya, aku melihat empat makhluk rupawan ini di lantai yang sama, lantai games). Secara tampang dia lumayan, tapi yang paling aku suka adalah ekspresinya ketika main game, menekan lima tombol dengan kedua kakinya. Dia tampak sangat bahagia!

Yang ketiga, merupakan pekerja di mall. Apa yang dimilikinya (kecuali sifatnya yang belum aku tahu seperti apa), merupakan gambaran ideal tipeku! Bila dibandingkan dengan ketiga "kandidat" lainnya, dia satu-satunya yang aware dengan keberadaanku. Mungkinkah... ?

Jangan jawab dengan "bisa jadi", di sini Jun Notes bukan Eatbulaga Indo :))

Yang keempat, nggak munafik ya, karena dia memakai baju yang super ketat! Memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya yang aduhai. Secara wajah sih, kalah dibanding ketiga lainnya, dia yang menempati urutan paling dasar. Bentuk badannya meski oke, dia hanya menang dari si nomor dua, tapi well, dia... Enak aja buat dilihat :))

Setelah itu kami pulang. Dengan aku menelan sedikit kekecewaan (alasan yang sama dengan di lebaran hari pertama).

Lebaran hari ketiga, di mana merupakan hari ini (hari aku menulis posting ini dengan bantuan Sherina), aku cukup puas.

Hari ini aku mandi agak siangan, sekitar jam sepuluh-sebelasan, dan merasakan de javu ketika selesai mandi. Masih ingat dengan postingan berseriku Cinta di Hari Lebaran? Nah, seperti kebetulan saja, event di dalam kisah itu berulang kembali. Bukan cintanya, karena rasa itu, well, masih mengendap di dasar hati dan aku enggan membersihkannya. Tapi event yang ini: Aku mandi kesiangan, selesai mandi aku menemukannya duduk bersama saudarinya (thanks God!) di ruang tamu.

Meski aku sudah prepare untuk pertemuan ini, aku bahkan memberinya sebutan: One Year Events, tetap saja aku berdebar-debar, jantung bekerja lebih cepat memasok oksigen ke seluruh tubuh akibat paru-paru mendadak sesak.

Dia, alasanku kecewa karena lebaran hari pertama dan kedua tak kunjung bertemu dengannya, muncul di tempat tinggalku. Tentu saja bersama adiknya.

Dia tak serupawan dulu. Kulitnya tak semulus dan seputih dulu, tapi dia tampak lebih dewasa. Yang jujur makin membuatku tergila-gila.

Well, tampaknya aku belum bisa benar-benar move on darinya. Meski aku telah menemukan "tabrakan" yang lain.

Aku hendak mengambil potretnya, tapi setelah dipikir-pikir aku rasa aku cukup mengandalkan ingatanku saja. Supaya harapanku akan hal itu (aku nggak mau menjelaskannya) tak melambung tinggi. Atau mungkin suatu hari bisa hilang (bisakah?)

Sorenya, aku (bersama keluargaku, tentu saja) membalas kunjungannya. Di kepalaku tersusun skenario yang kemungkinan akan terjadi nanti di rumahnya. Skenario yang membuatku tersenyum-senyum sendiri. Bahkan aku khusus berdandan untuk menarik perhatiannya!

Tapi sayang, skenario dalam otakku tak menjelma nyata. Dandananku mungkin juga sia-sia. Aku tak mau menyalahkan kehadiran teman-temannya, lagipula aku siapanya? Hanya sepupu jauhnya yang tak penting.

Ya ampun, melas banget yak diriku? :)))

Tapi tentu saja ada sisi baiknya aku berkunjung ke rumah orangtuanya. Aku tahu sebagian nama panjangnya! (Dua nama belakang A.S. ditulis dalam singkatan masa?)

Percakapan yang terjadi diantara kami hanya basa-basi saja.

Yang paling berkesan di kunjungan itu adalah, meski ini hanya kesan yang ingin aku sangat percayai, ketika aku sudah duduk di mobil, hendak kembali pulang (atau berburu bakso, lebih tepatnya), matanya memandang diriku yang duduk di kursi penumpang depan yang sedang menghisap air mineral kemasan gelas merk terkemuka (kenapa pakai didetailkan?) Dia memandang cukup lama sebelum mobil bergerak dan dia bicara lagi dengan temannya (entah topik apa!)

Aku tidak sedih kok. Jadi jangan beri aku puk-puk.

Err, oke sedih, tapi cuman sedikit. Tapi tetep jangan beri aku uk-puk mending beri aku buku Inkheart trilogi saja, hahah.

Yah, itulah lebaran. Tiga hari lebaranku. Bagaimana dengan lebaran kalian? Apakah semenarik sesepi lebaranku? ;)

Share:

6 komentar:

  1. Lebaranku juga seru.... \^^ masih ada sisa seminggu lagi liburrrr.. :D eh itu eatbulaga indo apaan? ._.
    Sabar ya, bebs. ._. *puk-pukin* #eehh xD

    BalasHapus
  2. hahah, hampir sama... umm paragraf pertama mewakili perasaanku :))

    BalasHapus
  3. >> Asti
    Toss karena sama serunya! \^^/
    Masa nggak tau Eat Bulaga Indonesia? Kemana aja? :O
    Itu atjara tepe di escetepe, tiap siang menjelang sore :))

    >> Prueclearwater
    Hahah, toss juga deh :)))

    BalasHapus
  4. Aduh, aku tuh nonton tipi pilih2, bebs. Dan di sctv itu skrg aku udh kurang nntnnya. Kbnykn ftv sih. Bosyenn. Jd ga pnh nntn deh eatbulaga ituh :p

    BalasHapus
  5. iya, kebanyakan emang ftv dia nayanginnya. Mana udah bosennin banget temanya ._.

    Aku juga nggak pernah tamat nonton Eat Bulaga itu. Nontonnya seliweran, dan kebetulan terus pas segmen karaoke dan Indonesia pintar (ya, tidak, bisa jadi) :)))

    BalasHapus
  6. Lebaranku?

    Habis waktuku di rumah sakit -_-

    H-1, 8 jam di RS
    Hari H, 11 jam di RS
    H+1, 17 jam di RS
    H+2, 24 jam di RS

    Tapi not bad lah.....
    Demi tugas negara XD

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^