Rabu, September 11, 2013

Jack the Giant Slayer

Judul: Jack the Giant Slayer
Produksi: New Line Cinema, Legendary Pictures, Original Film
Tahun rilis: 2013
Durasi: 114 menit
Genre: fantasi - retelling - action - adventure
Cast: Nicholas Hoult (Jack), Ewan McGregor (Elmont), Eleanor Tomlinson (Isabelle), and many more.
Stew score: Sugar free (untuk mengetahui artinya silakan ke sini)
Target penonton: Teen (14 tahun ke atas)

Tahu dongeng Jack dan biji kacang ajaib? Yang Jack menukar ternaknya dengan seorang tua dengan biji kacang itu loh, yang ketika ditanam keesokan harinya pohonnya tingginya sampai menusuk langit. Jack memanjatnya, lalu dia menemukan istana raksasa dan angsa bertelur emas.

Nah, Jack the Giant Slayer ini membuat versi baru dari dongeng tersebut.

Singkirkan bagian angsa bertelur emasnya dan perbanyak jumlah raksasanya.

Di Jack the Giant Slayer (pembunuh raksasa), awal masalahnya tetap sama, yakni kacang ajaib yang menghubungkan bumi dengan pulau langit yang merupakan tempat tinggal raksasa. Bangsa raksasa suka membuat kekacauan dan kerusuhan, hingga seorang raja turun tangan, membuat mahkota dari jantung raksasa yang bisa mengendalikan semua raksasa. Bagaimana dengan raksasa yang ingkar? Lebih baik aku tidak "membuka" terlalu banyak. Takut menghilangkan nafsu makan (baca: rasa penasaran) kalian.

Setelah para raksasa dipaksa balik ke habitat mereka, pohon kacang ajaib ditebang. Dan terputuslah jalan penghubung satu-satunya. Kalau para raksasa nekad terjun ke bumi, mereka akan mati karena jaraknya terlalu tinggi.

Waktu berlalu, kisah sang raja penakluk raksasa menjadi dongeng pengantar tidur. Terutama bagi Jack (Nick Hoult) dan putri Isabelle (keturunan raja penakluk raksasa). Mahkota dari jantung raksasa dan biji kacang ajaib (meski telah ditebang, kacang ajaib ini tak bisa benar-benar mati), disembunyikan.

Waktu kembali berlalu, kini Jack telah dewasa. Kedua orangtuanya... Sudah tiada. Dia tinggal bersama pamannya.

Karena himpitan ekonomi, Jack disuruh pamannya menjual kuda mereka. Saat hendak menjual itulah dia sekilas bertemu dengan sang putri. Dan seperti yang bisa ditebak, Jack terpesona oleh kecantikannya.

Jack bertemu dengan seorang biarawan yang (jujur saja penampilannya aneh) menawarkan untuk menukar kudanya dengan tiga biji kacang. Entah apa yang dipikirkan Jack, hingga mau menukarnya.

Tentu saja pamannya marah-marah karena Jack tidak membawa apa-apa, kecuali tiga biji kacang yang tak berguna. Pamannya menampik tiga biji kacang tersebut. Satu masuk ke dalam saku baju Jack, dua biji lainnya jatuh ke bawah tanah rumah mereka.

Sementara itu, sang putri menghadapi perjodohan dengan orang yang tak dicintainya. Karena tak bisa menentang titah raja, dia memutuskan untuk melarikan diri.

Mereka bertemu lagi. Jack dan sang putri, maksudku. Sang putri secara tak sengaja masuk ke rumah Jack. Mereka berbincang sedikit dan sebentar. Ada "gempa" yang mengganggu mereka. Gempa yang berasal dari bawah tanah tempat dua biji kacang tadi terjatuh.

Secara refleks, tentu saja Jack dan sang putri lari ke luar. Jack terlempar keluar, sementara sang putri terperangkap di dalam rumah.

Kacang itu tumbuh sangat cepat, menuju langit. Ikut serta membawa rumah beserta isinya—termasuk sang putri yang tak sempat meloloskan diri.

Apa yang akan dilakukan Jack? Tentu saja memanjat pohon kacang itu dan menyelamatkan sang putri. Apakah dia sendirian? Well, kalian bisa menonton trailernya di youtube.

Hal pertama yang menarik perhatianku saat menit-menit awal menonton film ini adalah, sebenarnya bukan hal penting, betapa lebarnya dahi Nick Hoult.

Jangan salah mengerti ya Houlthead (sebutan fans Nick Hoult buatan sendiri), nggak ada maksud negatif kok. Aku hanya terkesima mengetahuinya... Secara ketika menontonnya di X-Men: First Class dan Warm Bodies dahinya... Tidak selebar lapangan golf #eh

Untuk akting para castnya, standar menurutku. Bagus, nggak jelek, tapi nggak pakai banget. Yang kurang adalah chemistry antar tokohnya. Terutama dua tokoh utamanya. Chemistry yang cukup oke justru ada pada antagonis raksasanya: raksasa berkepala dua. Mereka jahat, tapi kadang kocak.

Selain itu, romancenya terasa instan. Please, Jack dan si putri itu baru saling kenal. Okelah, kalau Jack mungkin sudah kenal lama sama si putri, secara dia anak junjungannya. Tapi putrinya... Romancenya menurutku gagal total.

Ide yang oke menurutku adalah soal biji ketiga. Jujur pada awalnya, aku mengira biji itu akan mengawali sekuelnya, tapi ternyata tidak. Tapi berguna untuk... *beeeeep* aku suka sekali bagian itu.

Ide yang paling kurang menarik perhatianku adalah cara membunuh Jack. Secara judul, sudah ketahuan Jack bakal membunuh raksasa, tapi caranya... Lebih karena ketidaksengajaan atau kecelakaan saja. Membuat titlenya sebagai Giant Slayer tidak pas disandangnya.

Pada akhirnya, Jack the Giant Slayer film yang cukup menghibur. Actionnya oke, scoringnya oke, kisahnya juga lumayan. Tapi untuk ukuranku, film ini terasa hambar.

Share:

0 comments:

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^