Kamis, September 12, 2013

Midnight Movies on TV

Aku merasa kecewa dengan banyak penyensoran yang dilakukan di televisi. Yang mungkin juga bagus, secara aku bisa memanfaatkan waktuku untuk hal lain. Seolah penontonnya hanya anak-anak. Atau jangan-jangan orang dewasa di Indonesia itu bermental anak-anak sehingga penyensoran itu diperlukan? Atau karena nggak sesuai dengan budaya ketimuran? Kadang aku mempertanyakan, sebenarnya seperti apa sih budaya ketimuran? Mungkinkah terus melakukan sesuatu yang tabu secara sembunyi-sembunyi meski masyarakat telah tahu?

Oke, singkirkan sejenak soal itu.

Btw, beberapa minggu terakhir ini, saat aku begadang, sering sekali aku secara tak sengaja menonton film bagus yang ditayangkan tengah malam oleh salah satu stasiun tv swasta.

Beberapa film ulangan. Beberapa lagi film pertama kali lihat.

Dua film yang pertama lihat adalah You Again dan Bride Wars.

You Again berkisah soal gadis yang sukses dalam karir. Kakaknya hendak menikah. Dan sebagai adik yang sayang sekali pada kakaknya, tentu saja, dia pulang ke rumah untuk ikut merayakan pernikahan kakaknya. Tapi betapa terkejutnya dia ketika mendapati calon istri kakaknya adalah gadis yang dulu mem-bully-nya di SMA!

Lebih parahnya lagi, gadis yang populer di masa SMA itu pura-pura lupa kalau dirinya dulu pernah membully sang tokoh utama!

Tentu saja si tokoh utama berupaya menggagalkan pernikahan itu. Beberapa cara gagal dilakukannya, hingga dia mulai menggali "kapsul waktu" yang harusnya dibuka beberapa tahun lagi.

Pada awalnya, aku iseng saja nonton You Again. Tapi nggak aku sangka filmnya bagus—meski endingnya agak bukan seleraku. Masa kebetulan terus-terusan terjadi? Seolah kedua keluarga itu "dikutuk" untuk terus-menerus bertemu dan jadi musuh.

Film kedua, Bride Wars. Kalau ini aku nggak iseng. Emang niat secara ada Anne Hathaway sebagai one of main actrees.

Karena ratingnya di rottentomatoes (pusatnya kritikus film), nggak terlalu gede, maka aku nggak berekspektasi apa-apa. Tapi ternyata film itu... Bagus! Nggak pakai banget, tapi bagus.

Bride Wars ini berkisah mengenai dua sahabat yang punya impian bersama menikah di suatu gedung terkenal. Karena kesalahan teknis asisten perencana pernikahan, tanggal reservasi untuk gedung itu hanya tersisa satu hari. Kalau masih mau ngotot disana, maka salah satu dari mereka harus menunggu 3 tahun lagi.

Kedua sahabat itu sepakat untuk tidak memutuskan dulu. Namun, kesalahpahaman terjadi dan... Bisa kalian tebak kenapa filmnya diberi judul Bride Wars? Yap, kedua sahabat itu saling tikung agar mendapatkan satu tanggal itu. Dari cara yang biasa, hingga cara yang ekstrim!

Endingnya... Aku sih udah bisa menebaknya. Film yang cukup manis dan ringan. Enak banget ditonton bersama pasangan #oops

Anyway, pasti kalian (yang belum nonton, atau udah tapi melewatkan beberapa hal) penasaran kenapa menurutku kedua film itu bagus.

You Again mengajarkan bahwa satu kata sederhana (tapi tulus) yakni "Maaf" sangat ampuh menghilangkan dendam. Mungkin tak semuanya, apalagi kalau kesalahannya fatal sekali, tapi setidaknya hal itu akan membuat "yang tersakiti" merasa lega dan tak merasa insecure lagi.

Bride Wars... Ah, aku suka pesan moralnya. Tentang sahabat baik. Aku tersadar seolah ditampar sebenarnya.

Aku juga punya sahabat baik. Aku tak pernah bertemu dengannya karena kami hanya berinteraksi di dunia maya dan lewat sms. Tapi... Dia (nyaris!) selalu ada untukku. Juga sabar sekali menghadapi moodku yang menyerupai lintasan roller coaster tiap detik. Sedangkan aku... Well, aku...

Ah, nggak nemu kata yang pas. Ntar aja deh aku sambung. Kalau aku ingat tentu saja, hahah.

Anyway, semalam aku juga nonton film yang pertama aku tonton lagi. Judulnya Ice Princess. Soal si jago fisika yang meneliti gerakan ice skater, yang justru karenanya menemukan passionnya yang sebenarnya.

Film yang bagus juga. Merasa tertohok juga, secara aku kurang maksimal dalam mengejar cita-citaku.

Pertanyaannya adalah kenapa film bagus seperti mereka ditayangkan malam hari? Tengah malam atau lewat dari itu? Mungkinkah karena tak ada iklannya? Atau terbentur masalah lain, semisal tidak boleh ditonton anak-anak?

Yah, mungkin tak ada jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut.

Share:

0 comments:

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^