Selasa, Oktober 15, 2013

Kebiasaan Aibileen

Pada awalnya, aku hanya penasaran dengan salah satu sejarah Amerika: soal permasalahan orang kulit putih dan orang kulit hitam. Sehingga saat kak Riri, yang mengadakan giveaway berhadiah buku dan mengatakan aku menjadi salah satu pemenangnya, setelah aku berpikir ulang dan sedang malas membaca buku serial, aku menjatuhkan pilihanku pada The Help karya Kathryn Stockett.

Pertimbanganku saat itu adalah karena novel itu telah difilmkan, dan Octavia Spencer (pemeran Constance di Ugly Betty, dan aku suka perannya di serial tersebut, kalau boleh kutambahkan) memenangkan penghargaan (entah Oscar atau Golden Globe) lewat perannya di film adaptasi tersebut sebagai Minny Jackson.

Dan aku tidak dikecewakan. The Help melebihi ekspektasiku! Yang kemudian menjadi salah satu buku paling berkesan buatku tahun ini!

Salah satu hal yang aku suka adalah kebiasaan Aibileen yang suka menuliskan doanya alih-alih mengucapkannya. Kebiasaan yang kemudian aku tiru.

Sudah lama sekali aku tidak menulis di buku tulis, kecuali untuk keperluan kuliah. Secara kemajuan zaman telah membuatku lebih suka menuangkannya dalam bentuk elektronik, yakni as blog posting. Tapi tentu saja kedua hal itu punya perbedaan yang signifikan. Pertama, menulis dengan tangan hanya melelahkan (?) satu tangan, sementara "menulis" di hamparan papan kunci (?) tidak: sebab aku menggunakan kedua tanganku, tepatnya tujuh jariku. Kedua, menulis di buku tulis terasa lebih personal, secara seringnya tak ditujukan untuk dibaca orang—yang sebenarnya blog juga bisa dipersonalkan dengan cara "menguncinya" agar hanya kita saja yang bisa membacanya.

Soal kepuasan, biasanya ada beberapa orang yang merasa lebih puas menulis di buku tulis than dalam bentuk digital, bagiku keduanya sama-sama memberiku kepuasan yang sama besarnya.

Kembali ke soal kebiasaan menuliskan doa. Mungkin aku sering melakukannya, tapi tanpa menyadarinya bahwa aku sedang berdoa. Dan saat pertama melakukannya dengan sadar—aku menuliskannya dalam bentuk digital dan hanya menyimpannya di memory eksternal Sherina tanpa berpikir untuk mengepostkannya di blog, ada sensasi yang berbeda. Seolah-olah doaku itu punya kans besar akan segera dikabulkan olehNya. Berbeda dengan ucapan yang diucapkan kemudian seolah-olah terasa menguap hilang.

Nah, adakah teman-teman yang menemukan kebiasaan unik pada suatu novel yang kemudian kalian tiru?

Btw, (bagi yang merayakannya) Selamat hari raya Idul Adha teman-teman. Yang dikurbankan daging ternak dong, bukan perasaan, kan? ;)

Share:

0 comments:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^