Rabu, Oktober 23, 2013

Sherina di Rawat Inap (lagi)

Hari ini, tepatnya dini hari tadi sekitar setengah tiga-an, saat aku hendak menyelesaikan review Kisah-kisah Tengah Malam karya Edgar Allan Poe untuk diposting besok di Story Eater Tales, tiba-tiba saja papankuncinya tidak bisa digunakan. Saat ditekan, tidak tak ada karakter yang muncul di layar. Hanya trackpad yang bisa digunakan. Itu pun hanya terbatas untuk fungsi kursor saja.

Tentu saja rasa panik langsung menyerangku. Semua deadline lomba menulis yang aku ikuti, semua naskahku yang menjerit minta dikelarin, belum lagi hutang review yang masih tersisa dua--dan masih akan terus bertambah seiring berlalunya waktu. Dan jangan lupa kumpulan ebooks yang menunggu giliran untuk kulahap.


Aku sudah melakukan treatment yang biasa aku lakukan saat tombol R (ya, yang bermasalah adalah tombol ini) "berulah." Tapi treatment itu tak mempan. Aku harus terus-terusan mengelus-elus trackpad untuk menjaga layar tetap dalam posisi terjaga. Kalau sampai mati... maka, ya tidak akan menyala lagi. Dan aku mesti lepas baterai untuk menyalakan layar.

I almost cry a river.

Lalu logikaku sempat mengambilalih. Aku harus tenang. Panik tak akan menyelesaikan masalah. Aku pergi ke kamar mandi. Ruangan banyak air selalu bisa menenangkanku. Dan ya, setelah kulitku tersentuh air dingin ketenangan menyusup ke dalam benakku.

Aku memutuskan untuk tidur. Sebentar lagi fajar berdantang, mengdeportasi malam. Dan memikirkan "penyakit" yang menyerang Sherina saat matahari sedang membagikan vitamin D secara gratis.

Hal pertama yang aku lakukan sesaat setelah bangun tidur adalah melakukan treatment yang biasa aku lakukan ketika ada tombol keypad yang error (menekannya dalam waktu yang cukup lama). Tapi tetap tak ada hasil. Apa boleh buat, aku memang harus menyerahkannya pada tangan sang ahli untuk menyembuhkannya.

Aku bersyukur aku tidak jadi beli buku hari Senin kemarin. Mungkin emang sudah ditakdir untuk begini. Aku marah. Aku frustasi. Tapi aku tak akan berhenti menulis dan membaca. Meski untuk menulis, aku mesti melakukan kegiatan itu dua kali: menulis di buku cetak, setelah itu memindahkannya ke bentuk digital.

Please dont cry for me. Just pray for Sherina's healthy. I hope she will better soon.

Share:

0 comments:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^