Sabtu, Oktober 26, 2013

Temanku Bilang Aku dan OPPO N1 Ditakdirkan Hidup Bersama

Aku menghela napas panjang berulang kali. Indikasi yang sangat jelas bahwa aku sedang bermuram-durja. Kesedihan dan kegalauan itu diakibatkan oleh “jatuh sakit”-nya Sherina—nama ponselku, kalau kalian bertanya-tanya dia siapa.

Dia kolaps dini hari tadi. Dan pagi tadi aku langsung melarikannya ke service center terdekat.

Aku menghela napas panjang sekali lagi. Menatap awan kelabu yang menggelayut rendah di langit Nganjuk. Seolah-olah langit pun sedang ikut bersedih bersamaku.

“Kenapa kamu?” tanya Dude, sahabatku, yang tiba-tiba muncul dan duduk di sampingku di emperan rumah.

“Sherina… dia…” aku tak sanggup melanjutkan kalimatku.

“Bermasalah lagi dia?” tanyanya lagi, dengan nada yang biasa digunakan saat dia berkata, “Sudah kubilang, kan?”

Aku mengangguk.

“Kenapa nggak ganti hape saja sih?”

“Lalu gimana dengan Sherina? Dia ponsel pertama yang membantuku mengerjakan tugas kuliahku. Menulis posting di blog dan bahkan menulis cerpen dan naskah-naskahku yang nantinya akan menjadi novel bestseller di seluruh dunia.”
“Dia sudah tua, Jun. Sudah saatnya dia beristirahat. Sudah saatnya dia punya penerus."

“Tapi…” Selama sesaat kami berdua sama-sama membisu. Aku sayang Sherina. Banyak hal indah yang telah kami lalui bersama. Tapi kata-kata Dude benar. Sudah waktunya bagi Sherina memiliki penerus. “Oke, katakanlah aku mau beli penerus Sherina, atau boleh juga kita andaikan saja ini permainan “Ponsel Impian Jun.” Tapi aku butuh bantuanmu. Dengan jarangnya aku update informasi soal ponsel, dan dengan banyaknya ponsel yang membanjiri pasar Indonesia, aku bingung mesti memilih yang mana.”

“Itu tergantung kebutuhanmu. Atau aku bisa mencoba sedikit membantumu, “ kata Dude. “Kamu suka ponsel yang ada keypadnya atau yang touchscreen?”

“Touchscreen. Full Touchscreen. Bukan karena touchscreen sedang ngetrend, tapi karena aku trauma dengan keypad. Kamu tahu dengan jelas dong, masalah apa yang sering menjangkiti Sherina. Tombol “I” sudah lama tak bisa digunakan, sementara tombol “R” suka muncul tiba-tiba dilayar padahal aku tak menyentuh tombolnya.”

“Oke. Sekarang ukuran layarnya.”

“Ukuran layarnya mesti lebar. Karena aku sudah terbiasa dengan layar berukuran lebar, maka aku mengharapkan ponsel impianku berlayar lebar. Kalau bisa lebih lebar dari punya Sherina yang karena berbagi tempat dengan keypad dan tombol lainnya, ukuran layar hanya setengah bodi keseluruhan. Juga biar aku lebih puas ketika menonton video gitu, heheh.”

“Syukurlah kamu sudah bisa tertawa lagi. Aku rasa aku mulai menyukai permainan Ponsel Impian ini,” kata Dude, senyum lebar ikut tercetak di bibirnya.

“Tanyai aku lagi,” pintaku.

“Karena aku kenal sekali denganmu, otomatis aku tahu kamu mencari ponsel ber-OS Android—meski tak menutup kemungkinan untuk mencoba OS lain, maka kita bisa langsung loncat ke multimedia. Bagaimana dengan kamera? Kamu suka yang ada kamera depannya?”

“Sebenarnya ya. Tapi kalau tidak, tidak apa-apa. Secara semua ponsel yang dilengkapi kamera depan resolusi kamera depan itu selalu kecil. Paling banter mungkin hanya 1,3 MPx.”

“Well, kalau kamu baca berita teknologi akhir-akhir ini, kamu akan tahu tidak semua ponsel yang seperti kamu tuduhkan itu.”

“Aku tidak menuduh, Dude,” sergahku defensif. “Aku hanya mengatakan apa yang kuketahui. Dan sejauh yang aku tahu, memang tak ada ponsel yang dilengkapi kamera depan beresolusi besar,” sahutku panjang lebar. “Jadi sekarang ada ponsel yang kamera depannya beresolusi besar?”

“Boleh dikatakan seperti itu. Aku tahu satu ponsel yang punya satu kamera beresolusi besar—“

“Yee, kalau itu aku juga tahu.”

“Dengarkan aku dulu,” kata Dude, menatapku dengan pandangan yang memintaku untuk diam. “Ponsel ini bukan ponsel biasa. Sebab… KAMERANYA BISA DIPUTAR!”

Aku menatapnya sangsi. Dude yang menyadarinya lalu berkata, “Ikut aku. Akan kutunjukkan.”

Dia mengajakku ke rumahnya. Ke kamarnya. Dia langsung menyalakan komputernya, dan menyuruhku duduk di kursi di depan meja komputernya. Setelah menyala sempurna dan bisa dioperasikan dia membuka aplikasi browser, menekan salah satu alamat yang telah disimpannya di daftar bookmark.

Portal video sharing.

Aku membaca judul videonya. OPPO N1, Smartphone Unik Kamera Rotasi?

OPPO N1? Kamera Rotasi?” tanyaku. Kalau Oppo Find 5 sih aku tahu. Secara iklannya sering seliweran di layar kaca. Tapi OPPO N1? Tampaknya itu produk terbaru Oppo.

Tapi dia hanya memberi isyarat agar aku mengembalikan fokusku pada layar. Berikut adalah video yang ditunjukkannya:


Di menit-menit awal, aku masih lempeng-lempeng saja. Hanya video ini sempat mengingatkanku akan film-film fiksi ilmiah. Tapi begitu masuk detik ke-58 , mataku serentak membulat sebesar telur naga.

Kamera OPPO N1 benar-benar bisa DIPUTAR!! Persis seperti yang dibilang sahabatku.

“Kamu mengerti sekarang?” tanya Dude, senyum tipis tercetak di bibirnya. “OPPO N1 mungkin hanya punya satu kamera, tapi kamera yang cuman satu itu bisa difungsikan sebagai kamera belakang maupun kamera depan! Jadi, sudah jelas salah satu aspek ponsel impianmu yang mana menginginkan kamera depan dengan resolusi besar, telah dijawab oleh Oppo lewat produk smartphone terbaru mereka, OPPO N1. Omong-omong, resolusi kamera OPPO N1 sebesar 13 megapiksel dan sudah dilengkapi teknologi OWL yang mampu mengambil gambar di lokasi yang minim cahaya.”

“Tapi apa nggak apa-apa ya?”

“Maksudnya?” Kedua alis Dude bertaut.

Gimana jelasinnya ya? “Maksudku, kamera itu bisa diputar-putar... Andai nih aku punya dan teman atau keluarga kita penasaran dan pengen menjajalnya... Maksudku, kamu tahulah, tiap orang memperlakukan ponselnya secara berbeda-beda. Ada yang lembut, ada yang kasar. Dan ada yang saking narsisnya memutar bolak-balik kamera demi mendapat angle foto yang pas.”

"Oalah. Itu toh maksudmu. Tentu saja, sebelum dilempar ke pasaran sebuah perusahaan menguji produk mereka. Tak terkecuali Oppo. Pihak Oppo telah menguji kamera mereka berulang-ulang. Karena jelas, kemampuan rotasi kameranya yang bisa berputar hingga 206 derajat, akan membuat tanda tanya besar di mata masyarakat, seberapa kuat ketahanan kameranya seandainya sering diputar-putar? Kamera rotasi N1 telah dibekali semacam penahan yang disebut oleh pihak Oppo dengan 'si kecil' yang mampu membuat perputaran kamera di N1 terasa lembut dan jauh dari kesan ringkih. Dan kalau kamu mau tahu, 'si kecil' dibuat dari 67 material yang berbeda yang mana telah mengalami pengujian sampai seratus ribu kali dengan pengambilan posisi yang berbeda-beda. Bahkan pihak Oppo menjamin, kamera rotasi ini bisa bertahan selama 7 tahun!"

"Kok cuman 7 tahun doang, Dude?"

"Masa sih kamu bakal tetap menggunakan N1 sampai 7 tahun mendatang? Yakin? Sekarang N1 menjadi ponsel pertama yang menggunakan kamera rotasi buka tak mungkin hal ini akan diikuti pabrikan ponsel lain. Dan selama 7 tahun itu, pasti Oppo juga akan berinovasi lagi menciptakan sesuatu yang tak kalah "wow" dengan N1."

"Namun," lanjut Dude. "Seandainya fitur kamera rotasi dan kemampuannya mengambil gambar dalam kondisi minim cahaya masih kurang bagimu, kamu pasti akan terkesima oleh O-click. O-click sendiri merupakan aksesoris yang memanfaatkan jaringan bluetooth dalam penggunaannya. Dan, kamu pasti suka ini, aksesories ini bisa digunakan sebagai remote jarak jauh kamera ponsel! Jadi, kalau kamu pengen berfoto tanpa tanganmu memegang ponsel, atau kamu mau foto rame-rame, kamu bisa memanfaatkan fitur ini.”

“Oke, aku akui OPPO N1 punya kamera yang sangat menawan sekali,” kataku. “Tapi...”

“Tapi apa?”

“Err, gimana jelasinnya? OPPO N1 ini kan terlihat sangat elegan dan mewah, aku takut dia akan mengundang minat orang jahat untuk mencurinya.”

“Semua orang juga takut akan hal itu kali, Jun. Apapun ponsel mereka. Tapi Oppo...”

“Tunggu, biar aku tebak. Jangan-jangan Oppo telah membenamkan fitur anti-maling di dalam OPPO N1, ya?”

Dude tertawa. “Bisa dikatakan begitu. Masih ingat O-click? Nah, selain untuk remote jarak jauh kamera, O-click dilengkapi dengan sensor alarm yang mana akan menjerit-jerit atau meraung-raung seandainya ponsel berada jauh darinya. Fitur ini juga bisa dimanfaatkan untuk mencari keberadaan N1 seandainya kita lupa di mana menaruhnya. Dengan catatan, jarak antara remote O-click dengan ponselnya tidak lebih dari 50 meter.”

“Wah... bener-bener bikin mupeng banget ini HP,” kataku. “Masih ada satu kriteria lagi bagi OPPO N1 untuk bisa masuk dalam ponsel impianku. Aku memang trauma dengan ponsel ber-keypad, tapi aku juga punya ketakutan tersendiri ketika benar-benar menggunakan ponsel yang full-touchscreen. Aku tidak bisa mencegah ini, kadang-kadang tanganku berkeringat. Gimana kalau pada saat tertentu telapak tanganku memproduksi keringat yang berlebihan? Selain mungkin akan mengotori touchsreen, bukannya aku meremehkan OPPO N1, tapi bisa saja mungkin “kelebihan” itu menyebabkan sedikit kerusakan.”

“Oh man, tampaknya kamu dan OPPO N1 memang ditakdirkan untuk hidup bersama.” Dude tersenyum lebar. “OPPO N1 sudah dipersenjatai dengan fitur glove mode. Yang mana memungkinkan kita tetap bisa mengoperasikannya touchscreennya secara maksimal meski tangan kita dibalut sarung tangan. Dan tidak hanya itu, bila kamu takut tanganmu atau kukumu mengotori atau menggores layar, kamu masih bisa melakukan navigasi dan beberapa fungsi lainnya dengan memanfaatkan teknologi O-touch. Yakni dengan, err, mengelus-elus bodi belakang OPPO N1. O-touch merupakan sensor yang terpasang di bodi belakang ponsel.”

Aku speechless. Benar apa yang dikatakan sahabatku. Tampaknya aku dan OPPO N1 ditakdirkan untuk hidup bersama-sama. Bukan sebagai suami-istri tentu saja.

“Kebetulan,” kata Dude sambil mengobrak-abrik tumpukan kertas di sebelah layar komputernya. “Ah, ini dia,” katanya saat menemukan apa yang dicariya.

“Kebetulan,” ulangnya. “Aku sudah mencetak speks yang dimiliki oleh OPPO N1. Mungkin ini bisa membantuku untuk memantapkan pilihanmu padanya.”

Spesifikasi OPPO N1

Gambar diambil dari situs OPPO.com

Dimensi
  : 170.7 x 82.6 x 9 mm
Berat : 213 g
Layar : 5.9 inch, type IPS dengan resolusi 1080p Full HD (1920 x 1080 pixels), 377 PPI, 16 juta warna, multi-touch, capacitive screen, Gorilla Glass 2
OS : Color OS yang berbasis pada OS Android 4.2 (Jelly Bean)
Processor : 1.7 GHz Qualcomm Snapdragon 600 Quad Core
GPU : Adreno 320
RAM : 2 GB
Storage : 16 / 32 GB memori internal (tanpa slot memori eksternal)
Baterai : Li-Ion 3610 mAh
Kamera : 13-megapixel sensor with dedicated ISP, dual-mode LED, aperture f/2.0, scene modes (normal, panorama, high-speed, rewind, beautify, slow-shutter)
Konektivitas : GSM: 850/900/1800/1900MHz | WCDMA: 850/900/1700/1900/2100MHz
Fitur lainnya : USB OTG, Bluetooth 4.0, 5G Wi-Fi 802.11 ac, Wi-Fi Direct, Wi-Fi Display, GPS, NFC, O-Click Bluetooth Remote Control (bundled), SNS integration, MP4/DivX/XviD/WMV/H.264/H.263 player, MP3/WAV/eAAC+/AC3/FLAC player, Google Search, Maps, Gmail, YouTube, Calendar, Google Talk, Organizer, Document viewer, Photo viewer/editor, Voice memo/dial/commands, Predictive text input.

Ada info tambahan yang diselipkan oleh Dude di bagian bawah.
Info tambahan: Bahan catnya, yakni, silky tescture (atau texture?), yang bikin ponsel ini berwarna putih cemerlang. Tapi ternyata bahan itu punya fungsi lain yang oke yaitu melindungi ponsel dari bekas sidik jari.


“Dude, ini aku salah baca atau OPPO N1 memang tidak dilengkapi slot memori eksternal?”

“Sayangnya tidak.”

“Wah, sayang sekali. Tapi untung pihak Oppo telah membekali OPPO N1 dengan memory internal sebesar 16 GB atau 32 GB,” aku memicingkan mataku lagi. “Color OS?”

“Itu OS yang dikembangkan oleh Oppo sendiri berbasis pada OS Android. Dan untuk saat ini, OS itu hanya baru digunakan untuk OPPO N1 ini.”

“Wah, itu bisa jadi nilai plus sekaligus minus di mata calon pembeli. Bagi pembeli yang mengejar eklusifitas, mungkin Color OS akan menjadi nilai plus di mata mereka. Tapi bagi penggila aplikasi yang masih awam pasti mereka akan bertanya-tanya, apakah OS ini bisa diinstal aplikasi apa saja?"

“Kan Color OS dikembangkan dengan basis Android. Jadi aplikasi yang berjalan di android bisa diinstal di OPPO N1 ini.”

Aku tertawa. “Kamu ini kayak duta Oppo saja, Dude. Jangan-jangan kamu tahu sejarah berdirinya Oppo lagi.”

Lagi-lagi senyum lebar tercetak di mulut Dude. “Sebenarnya, ya, aku tahu.”

“Serius?” Aku tidak menyangkanya. Maksudku, sampai segitunya dia mencaritahu soal Oppo. Tampaknya dia ngefans berat dengan produsen yang berasal dari negeri—sejujurnya aku tak tahu Oppo dari negeri mana. Setidaknya belum.

Dude mengangguk. “Oppo Electronics corporation adalah sebuah perusahaan yang berbasis dari Dongguan, Guangdong, China, yang didirikan pada tahun 2004. Dari namanya saja yang ada embel-embel eletroniknya, sudah jelas kalau mereka pada awal kemunculannya menjual produk-produk eletronik. Dan sejauh yang kutahu mereka telah menggelontorkan jutaan produk seperti MP3 player, portable media players, LCD-TV, ebooks, DVD/ Blu-ray Disc player dan tentu saja telepon genggam ke berbagai belahan dunia. Oppo baru benar-benar nyemplung ke “arus” smartphone pada tahun 2008.

“Tapi saat itu Oppo belum melebarkan sayapnya ke negeri kita tercinta ini,” lanjut Dude. “Oppo resmi menginjakkan kakinya di bumi pertiwi sekitar bulan April tahun ini, lewat produknya yang sering kita tonton iklannya di TV, Oppo Find 5.”

“Jadi Find 5 baru-baru ini munculnya? Aku baru saja menyadarinya. Tapi kalau Find 5 baru muncul di Indonesia, berarti N1 munculnya bakal lama dong?”

“Sayangnya...” Dude menghentikan kalimatnya, menarik napas panjang-panjangnya, lalu menghembuskannya perlahan-lahan. Apakah mungkin maksud tarikan napas panjangnya itu.... ohh, tidak! Terlepas dari beberapa kekurangannya, OPPO N1 itu tetap ponsel impianku. Ponsel yang pantas sebagai penerus Sherina. Masa aku mesti menunggunya muncul di pasar Indonesia? Aku tak yakin aku bisa, secara Sherina sudah “jatuh sakit” semenjak beberapa hari yang lalu—dan aku tak yakin dia masih sama seperti saat terakhir aku melihatnya.

“Sayangnya...” ulang Dude. “Orang Indonesia tak perlu menunggu lama untuk menikmati semua fitur andalan OPPO N1!” serunya dengan senyum lebar.

“Yang boneng?! Eh, maksudku, yang bener, Dude?”

“Yap. OPPO N1 sudah dirilis atau dilaunching di Indonesia sejak beberapa hari yang lalu—tepatnya tanggal 19 Oktober. Dan kamu tahu, Indonesia menjadi tempat kedua dirilisnya ponsel berkamera rotasi tersebut! Sebuah kebanggaan untuk negeri kita tercinta ini, bukan?”

“Itu artinya...”

“Ya, Jun, kamu bisa mendapatkan jenis ponsel yang jadi ponsel impianmu.”

Masih ada satu hal lagi yang perlu aku tanyakan padanya. “Kalau OPPO N1 benar-benar smartphone yang oke, kenapa kamu belum memilikinya?”

Pipi Dude merona merah. “Aku akan memilikinya kok. Aku masih mencoba mengumpulkan uang untuk membelinya dan mencoba keberuntunganku.”

“Mencoba keberuntunganmu?” Aku tak mengerti maksudnya.

“Oppo mengadakan kontes blog. Dan—“

“Coba aku tebak,” potongku. “Hadiah utamanya pasti OPPO N1. Ya, kan?”

“Lebih baik kamu mencaritahunya sendiri,” katanya sembari melempar senyum tipis dan men-shut down komputernya. “Dengan mengunjungi blogcontest dot oppomobile dot co dot id,” pungkasnya sambil mengedipkan sebelah matanya, sok berahasia.



P.S.

1. Posting ini diikutsertakan dalam kontes Aku dan OPPO N1 yang diadakan oleh OPPO Indonesia.

2. Bagi teman-teman yang ingin berpartisipasi bisa membaca tata cara, syarat dan ketentuannya di sini.

Share:

20 komentar:

  1. Good luck, hun! \^^/

    BalasHapus
  2. emang bener2 mantap nih Oppo N1..jgn lupa kunjungan n komen baliknya di ilmu-android(dot)blogspot(dot)com

    BalasHapus
  3. artikel bagus dan detail, oppo n1 memang menggoda....! pengen cepet-cepet punya nih hp heheh... :)

    oh ya mhon kunjungan baliknya dan minta komentarnya juga ya...! trims #salamblogger :))

    http://kenichii.blogspot.com/2013/10/cerita-aku-dan-oppo-n1.html

    BalasHapus
  4. >> Admin Ari
    Hear, hear :))

    >> Arayy
    Makasih. Buruan beli, udah dilaunching kan di Indonesia :p

    BalasHapus
  5. OPPO N1 ini tuh emang pasanga hidup idaman.

    BalasHapus
  6. Semoga menang Jun ^^ Dan Sherina bisa dipensiunkan :)

    BalasHapus
  7. >> Arif Abdurahman
    hear, hear :))

    >> Ananta
    Amin ya Rabbal Alamin. Makasih Nan :D

    BalasHapus
  8. Huahahah, kak Jun selalu bikin ngakak yaa XD
    Semoga sukses ya..
    Aku juga bilang kak Jun dan Oppo n1 ditakdirkan bersama :)

    BalasHapus
  9. Hahah, seneng deh bisa bikin orang lain senang :))
    Amin. Amin Ya Rabbal alamin. Makasih ya, kak Zelie :p *tetep panggil kak juga xD

    BalasHapus
  10. oppo n1 semoga juga ditakdirkan untuk saya.. hehehe.. smartphone dengan segala kecanggihannya dan inovasinya sangat mencuri perhatian...
    ditunggu kunjungan baliknnya gan
    Sumpah, Aku Ngidam Oppo N1

    BalasHapus
  11. Bener juga kata kak Nan.

    Semoga hape ini bisa segera menjadi pengganti Sherina :D

    BalasHapus
  12. >> PakLek Aris
    Amin. Ditunggu ya Pak Lek :)

    >> Ryana
    Amin ya Rabbal Alamin. Makasih ya :'D

    BalasHapus
  13. MUPENG SEKALI T__________T well done Jun ^^ Kau semakin membuatku 'mupeng' sama tulisanmu ^^ udah segitu aja ._.

    BalasHapus
  14. >> Novi Aprian Dewi
    Yap. Emang keren sekali ini :D

    >> Nyipinyip
    Hahah, baguslah =P

    BalasHapus
  15. Mantep tulisannya gan. Bikin pengen aja.
    Coba periksa Hapeku juga ya, belum mantep tulisannya
    ==>>>> Nih OPPO N1-nya Buatmu Aja Deh ! ! !

    BalasHapus
  16. Keren Tulisan nya, ceritanya juga. apalagi OPPO N1 nya hehehe.

    Baca dan Komentari punya saya juga ya : http://netomaniak.blogspot.com/2013/09/Aku-dan-Oppo-N1.html

    BalasHapus
  17. Oppo N1 Memang keran dan Mantap, visit n koment back ya

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^