Minggu, November 02, 2014

Aku dan Nanowrimo

Tahun lalu, secara tak sengaja, atau oleh semesta telah diset demikian, aku membaca "obrolan" teman-teman penulis soal nanowrimo di salah satu grup di Goodreads, kalau tidak salah Kastil Fantasi. Pada awalnya aku, yang biasa "sibuk" dengan duniaku sendiri--tapi sekarang mencoba untuk tak lagi menjadi katak dalam tempurung tapi kupu-kupu yang terbang keluar dari kepompongnya, tidak tertarik sama sekali. Jelas nanowrimo itu akronim, tapi aku tidak peduli apa kepanjangannya. Akronim yang, jujur, tidak menarik sama sekali.
Share:

Minggu, Oktober 26, 2014

Perayaan

Sorak-sorai membahana
Rasa puas, rasa bangga
Hembusan napas lega
Bercampur membentuk irama

Kegembiraan menguar di udara
Memberi tenaga ekstra
bagi beberapa penyangga
melompat menggapai angkasa

namun entah mengapa
gelombang kegembiraan yang memancar benderang itu
Sinarnya tak sampai menembus relung hatiku

Aku lulus
Namaku tercetak mulus
Pada papan warta
Seperti mereka

Tapi kenapa hanya aku yang tak disentuh kebahagiaan?
Ini tidak adil!
Tiga hari kami berada di perahu yang sama
Menindas satu dari empat abjad dalam warna pekat
Soal susah bukanlah penghambat
Ilham hadir sebab ada yang mengangkat

Lantas kenapa...

Benakku terhenti
Sebuah pertanyaan lain terbit
Ya, aku rasa pesta perayaan ketidakjujuran tidak cocok bagiku

Share:

Selasa, Oktober 14, 2014

9 Langkah Mendapatkan Buku Impian [Berlaku hanya hari ini dan, mungkin, besoknya!]

Ada banyak sekali cara dalam mendapatkan buku. Cara pertama dan yang paling tidak ribet adalah dengan cara membelinya. Membelinya sendiri dengan merogoh kocek sendiri (iyalah, kocek sendiri, kalau kocek orang lain mencuri itu namanya). Yang jadi masalah mungkin adalah harga bukunya mahal dan belum terjangkau kantong. Menunggu diskonan... ah, lama dan kalau itu buku bagus (dan laris-manis) pasti butuh waktu seabab buat masuk rak diskon! Nabung sedikit demi sedikit... ada kemungkinan bukunya stoknya habis! Belum lagi bila bukunya tidak termasuk buku bestseller, bakal setengah mati nanti nyarinya karena tiba-tiba saja masuk dalam daftar buku langka!

Cara kedua yang sedikit ribet adalah dengan meminta orang tersayang membelikannya. Tidak usah dijabarkan kali, ya? Selain karena aku malas ngetiknya (#ditimpukensiklopedia), aku rasa kalian pasti sudah tidak sabar dengan 9 cara yang disebut di judul itu *so to the toy*

Tidak perlu berbasah-basah berbasa-basi lagi, inilah kesembilan langkah tersebut...
Share:

Senin, Oktober 13, 2014

Jendela

Mrs. Darlings tahu, dia tidak seharusnya pergi ke rumah no. 27. Berulang kali dia mengarahkan pandangannya menatap tembok di sebelah kanannya. Seolah-olah dengan ditatapnya terus-terusan, tembok itu akan malu dan tergerak nuraninya untuk pergi, dan tidak menghalangi penglihatannya yang lurus ke arah rumahnya. Rumah yang beberapa menit lalu ditinggalkannya bersama suaminya demi memenuhi undangan tetangganya. Rumah di mana dia meninggalkan ketiga mutiara kecilnya [Wendy,John, dan Michael] yang tertidur lelap dibiarkan tanpa pengawasan.
Share:

Sabtu, Oktober 11, 2014

Apapun Yang Terjadi, Aku Akan Tetap Berada Di Sampingmu

Dua hal yang paling aku benci belakangan ini:

1. Meteor yang datang dari luar angkasa (ya kali, seolah-olah ada meteor datang dari dalam tanah). Eh, atau meteorit? Secara ini meteor yang lolos menembus atmosfir dan mencium permukaan bumi dengan dahsyatnya? Saking dahsyatnya, hantaman itu membuat bumi menjadi tempat seperti sekarang; gersang, langit ditutupi kegelapan, seakan-akan siang tidak pernah datang, tumbuhan—dimana tinggal bagian yang tak bisa dimakan—pada layu dan mati, dan bahan makanan... kalian pasti sudah bisa menebaknya: menjadi rebutan. Beberapa rela membunuh hanya demi sebutir apel busuk. Karena kalian bisa menebaknya, detail yang lain tidak perlu aku jabarkan, aku rasa.
Share:

Selasa, September 30, 2014

ASUS ZenFone Smartphone Android Terbaik

Benarkah ASUS Zenfone Smartphone Android Terbaik?

Di zaman serba teknologi seperti sekarang ini, di mana semua hal bergerak cepat dan kepraktisan dijunjung tinggi, memiliki sebuah smartphone atau ponsel pintar, tampaknya telah menjadi sebuah keharusan. Dan bukan hanya itu, mereka pun dituntut untuk serba bisa. Bila beberapa tahun yang lalu ponsel hanya digunakan untuk sekadar melakukan panggilan telepon dan berkirim pesan, kini ia di dituntut untuk memiliki fungsi gawai lain. Diantaranya yang paling populer adalah pengambilan gambar—fungsi dari kamera—dan tentunya pengolah gambar, media pemutar musik dan video, sistem navigasi, penyimpan catatan, dan bagi yang mempunyai banyak sekali kegiatan: jadwal dan/atau agenda kerja. Pokoknya harus menyamai laptop deh, tapi dengan ukuran yang bisa masuk ke dalam kantong pakaian.

Jadi, tidaklah mengherankan bila kemudian smartphone merangkak naik menjadi kebutuhan pokok.

Tidak mau kalah dengan kompetitornya, ASUS pun, yang telah dikenal dengan produk laptopnya yang canggih tapi dengan harga terjangkau, lewat produk terbarunya ASUS ZenFone ikut terjun dalam ranah smartphone. Dan dengar-dengar, ada yang mengklaim bahwa ASUS ZenFone adalah smartphone android terbaik.

Tentu saja reaksi pertama yang mampir ke benak kita adalah rasa skeptis, "Benarkah? Benarkah ASUS ZenFone smartphone android terbaik? Apa yang membuatnya menduduki peringkat teratas dibanding dengan smartphone yang lain?" atau ngeyek yang sopan (emang ada ya, ngeyek sopan?), "Harusnya ASUS ZenFone atau yang ngeklaim itu bertindak bijaksana, baru juga netas, baru sekelas anak piyik, sudah berani bilang dirinya yang terbaik."

Tapi tentu saja, tidak ada asap kalau tidak ada api. Tidak ada kata terbaik, bila tidak ada sebab-musababnya.

ZenFone – Smartphone Luar Biasa untuk Semua Orang
ASUS lewat produk terbarunya, ZenFone, mencoba menghadirkan semua yang diinginkan oleh semua orang. Apa yang diinginkan tersebut? Berikut daftarnya:
1. Memiliki desain yang indah dan rupawan. Sebagai pendukung gaya hidup, penampilan fisik smartphone: desain yang menawan, penampakan yang elegan, warna bodi yang aduhai dan bermacam-macam yang melukiskan karakter sang pemilik, menjadi sangat penting bagi sebagian besar orang.

2. Materialnya berkualitas tinggi: sebagai gambaran, ZenFone telah dilengkapi lapisan Corning® Gorilla® Glass 3 untuk kehandalan dan daya tahan lebih baik terhadap goresan.

3. Kesan elegan dan kemewahan dihadirkan melalui fungsionalitas ASUS ZenUI [akan dijelaskan nanti]

4. Muncul dalam varian layar berukuran dari 4 sampai 6 inci dan berbagai pilihan warna.

Lebih Dekat dengan Masing-masing Zenfone
1. ZenFone 4, smartphone dengan layar 4 inci
Suka bosan dengan warna ponselmu yang hanya itu-itu saja? Dengan ZenFone 4, kalian tidak perlu lagi mengkhawatirkan hal itu. Kenapa? Sebab smartphone ini cover belakangnya dapat ditukar dengan pilihan warna Charcoal Black, Pearl White, Cherry Red, Sky Blue dan Solar Yellow, sungguh sangat mudah untuk dipersonalisasikan.


Zenfone 4 mendukung MicroSD card hingga 64G, menyediakan tempat yang sangat lapang guna menyimpan koleksi foto, video, aplikasi, dan lain-lain. ASUS ZenFone 4 dilemparkan ke pasar dengan harga mulai Rp 1.099.000.

2. ZenFone 5, smartphone dengan layar 5 inci
Smartphone adalah salah satu benda yang jarang, atau hampir tidak pernah dicuci, maka dari itu sebagian orang tidak ingin ponsel atau smartphonenya kotor. Sementara tangan itu, yang memegang banyak benda merupakan sarang kuman dan kotoran. Oleh karena itu, tak jarang sebagian orang menggunakan sarung tangan dalam mengoperasikan smartphone mereka. Tidak jadi masalah bila smartphone mereka memiliki keypad tapi bagaimana dengan yang berlayar sentuh? Keberadaan sarung tangan jelas tidak disarankan.


Tapi hal itu tidak berlaku pada ZenFone 5. Layar 5 inci HD dan IPS+ yang dimilikinya menjamin pengguna tetap dapat mengoperasikannya dengan baik meski tangan dibebat sarung tangan.

Desainnya sangat menarik, dengan ketebalan bodi hanya 5,5 milimeter di titik tertipisnya. ZenFone 5 tersedia dalam pilihan warna Charcoal Black, Pearl White, Cherry Red, Champagne Gold, dan Twilight Purple colors. ASUS ZenFone 5 dipasarkan dengan harga mulai Rp. 2.199.000.

3. ZenFone 6, smartphone dengan layar 6 inci
Sama seperti saudaranya ZenFone 5, ZenFone 6 juga dipersenjatai dengan layar HD IPS+ yang luar biasa. Dan tidak hanya itu, di dalam ZenFone 6 juga telah dibenamkan teknologi audio SonicMaster guna menghadirkan pengalaman hiburan yang spektakuler dan tak tertandingi.


Zenfone 6 memiliki kamera bertenaga 13 mega piksel yang siap untuk mengabadikan momen terbaikmu dengan gambar jelas beresolusi tinggi.

Dan sama seperti saudara-saudaranya, ZenFone 6 tersedia dalam pilihan warna Charcoal Black, Pearl White, Cherry Red, dan Champagne Gold colors. ASUS ZenFone 6 dipasarkan mulai Rp.
3.099.000.

Lebih Intim dengan ASUS ZenFone
1. ASUS ZenUI – Indah, Lancar dan Intuitif
Bagi pengguna atau calon pengguna ZenFone, kita boleh berbangga hati karena ZenFone merupakan salah satu perangkat pertama ASUS yang dilengkapi dengan ZenUI.


Apa itu ZenUI? ZenUI adalah antarmuka baru khusus untuk pengguna mobile yang dikembangkan sesuai dengan konsep freedom, expression, dan connection. Dengan desain visual baru yang dibikin agar lebih efisien, dengan icon modern, tema-tema warna-warni, animasi yang menggelegar, ringtone dan nada notifikasi baru yang sedap di telinga, serta layout yang bersih. Hal itu dibuat demi menayangkan informasi secara jelas dan memanjakan sang pengguna.

ASUS ZenUI juga dipersenjati dengan dua fitur utama yang ciamik dan didesain secara spesial, yakni:

a. What’s Next
Suka menjadi yang paling up to date? Tidak suka ketinggalan informasi paling gress, fresh from the oven? Penasaran dengan prakiraan cuaca hari ini dan lokasi-lokasi lain yang mungkin hendak dituju? Suka dengan kepraktisan, yang mana menempatkan informasi yang paling sering dibuka atau diakses dalam satu wadah?
Bila jawabanmu adalah "ya" dari seluruh pertanyaan di atas. Maka kalian akan jatuh cinta dengan fitur satu ini.

b. Do It Later
Pernah suatu ketika aku sedang menuliskan posting blog atau review buku-buku yang baru kelar kubaca, tiba-tiba ada panggilan masuk! Konsentrasi yang melingkupiku buyar. Inspirasi yang mendatangiku, dan menjadi kawanku, bubar jalan. Jelas saja aku jengkel. Dan sebal. Dan marah.

Tapi... hal itu tak perlu terjadi lagi. Kenapa? Karena fitur Do It Later ini akan bertugas bak pengawal yang menjaga kita dari gangguan. Yap, dengan menekan satu tombol, telepon atau apapun yang menghampiri smartphone kita akan terblok secara otomatis. Kita bisa mengerjakan apa yang kita kerjakan dengan tenang.

Tapi, tapi, bagaimana bila telepon itu penting? Tenaaang, selain memblok, di waktu yang bersamaan Do It Later membuatkan reminder untuk melakukan panggilan pada seseorang yang tadi menghubungi. Sangat praktis dan membantu sekali bagi mereka yang tidak memiliki ingatan yang kuat.

Oh ya, lewat fitur ini juga, pengguna dapat menyimpan hal-hal yang menarik yang disukai semisal seperti artikel blog, video YouTube, dan lain sebagainya yang dapat kembali dilihat di lain waktu.

2. PixelMaster – Foto Kelas Profesional di Setiap Waktu
Sebelum membahasnya, aku ingin bilang kalau pengguna smartphone zaman sekarang, terutama yang doyan banget selfie dan hobi mengabadikan segala hal dalam gambar, akan langsung jatuh cinta dengan PixelMaster. Bahkan hanya dengan membaca uraiannya saja dijamin,  bakal mupeng banget pengen segera mencicipinya dan mereguk "keajaibannya."

Langsung saja kita bahas apa-apa saja keajaibannya tersebut:

a. Selfie Mode
Kendala utama dari selfie menggunakan kamera belakang adalah biasanya wajah terpotret di angle yang salah atau tidak sesuai dengan yang diinginkan. Padahal, seringnya, kamera belakang yang jarang digunakan selfie memiliki resolusi yang lebih tinggi. Nah, di sinilah keajaiban selfie mode bekerja. Dengan fitur ini kita tidak perlu khawatir wajah kita tidak tertangkap kamera. Bahkan ketika kita berfoto bersama-sama.

Bagaimana cara kerjanya? Kamera akan mendeteksi secara otomatis wajah-wajah yang hendak diabadikan, setelah itu, setelah wajah-wajah itu masuk ke dalam frame, hitung mundur akan dimulai dan kamera akan mengambil tiga foto, yang nantinya bisa dipilih mana yang keren untuk dijadikan foto profil di sosial media.

b. Low-light Mode
Suka sebal nggak sih kalau pengen mengabadikan sebuah momen yang berharga tapi terkendala oleh pencahayaan yang minimalis? Bila kalian punya ASUS ZenFone kalian tidak perlu lagi mencemaskannya, sebab keajaiban yang satu ini akan mengenyahkan hal itu. Dengan low-light mode ini, kamera dapat  meningkatkan sensitivitas cahaya hingga 400% dan kontras hingga 200% yang pada akhirnya berujung pada gambar yang terang dan jelas. Fitur ini juga berlaku ketika ingin merekam video.

Dengan keajaiban ini mungkin sudah saatnya bagi kita untuk say good bye pada gambar bercahaya minimalis, hihih.

c. Time Rewind
Dari namanya, terkesan bak film perjalanan waktu ya? Dan memang itulah yang dibawa oleh keajaiban yang satu itu yang secara ajaib membawa kita ke "masa lalu."

Maksudnya apa nih? Jadi gini, pernah dong pas sedang mengambil gambar obyek yang sedang kita coba "bekukan" jumpalitan ke sana kemari hingga momentum di mana sang obyek menampilkan sisi terbaiknya jadi terlewat. Nah, dengan Time Rewind, kita bisa "berjalan mundur", mendapati banyak foto dalam rentang waktu tertentu, ketika sang obyek bergerak hingga satu detik tombol shutter ditekan, yang gambarnya bisa kita simpan semua atau kita pilih yang terbaik saja.

d. Depth of Field Mode
Salah satu jenis gambar yang disukai oleh banyak orang, termasuk diriku, adalah gambar yang mana obyek terdekat dengan kamera terlihat jelas dan tajam sementara latar belakangnya terlihat blur. Sayangnya, gambar yang seperti ini biasanya hanya bisa diambil oleh kamera kelas atas yang... jujur ya, harganya tidak ramah di kantong.

Oh, kalian menyadarinya, ya? aku menulis biasanya karena... ASUS ZenFone bisa melakukannya juga!

Aku jadi curiga, sebenarnya ASUS ZenFone beneran ponsel atau apa sih?

Sebenarnya masih banyak keajaiban yang dibawa oleh PixelMaster seperti, Smart Remove yang dapat menghapus obyek yang tidak diinginkan berada di dalam foto. Dari Dan harus kuakui, tampaknya ASUS ZenFone memang smartphone android terbaik. Lihat saja fiturnya, gahar-gahar gitu. Terutama PixelMaster-nya. Itu seperti memberi kado terbaik bagi yang doyan banget selfie! Belum lagi harganya yang relatif terjangkau.

Mungkinkah ini saatnya bagiku untuk hijrah ke dalam pelukan ASUS ZenFone, si smartphone android terbaik?

Aku rasa kalian sudah tahu jawabannya, hahah.


P.S. Aku tahu, ada sebagian kalian yang langsung skip ke bawah karena tak tahan dengan... tulisanku yang sepanjang sungai Kapuas, jadi ini aku kasih video pendek yang merupakan rangkuman dari kehebatan ASUS ZenFone, si smartphone murah tapi jauh dari kata murahan. Selamat menonton!

Share:

Senin, September 29, 2014

Subject: Alasan Kenapa Saya Harus Membaca The Monogram Murders

Kepada Grey Cells
Selaku narablog Sel-Sel Kelabu
di http://selselkelabu.blogspot.com

Dengan hormat,
Dengan munculnya coretan ini di bog saya, itu artinya saya sangat berkenan untuk turut serta memeriahkan event yang diadakan oleh Sel-Sel Kelabu yang bekerja sama dengan penerbit kenamaan Gramedia Pustaka Utama, yakni, menulis pendek dengan tema "Mengapa Saya Ingin Membaca The Monogram Murders."
 
Sesuai dengan syarat yang diberlakukan, dimana partisipan wajib menuliskan alasan kenapa pantas mendapatkan kesempatan membaca The Monogram Murders, maka dari itu berikut sebab-musabab saya patut membaca The Monogram Murders sesecepat mungkin:
1. Alasan yang pertama, dan merupakan yang mudah sekali untuk ditebak, karena novel ini memuat karakter fiksi terkenal buatan Dame Agatha Christie: Hercule Poirot, yang terkenal dengan sel-sel kelabunya, dan ide-idenya yang tak biasa, serta sikapnya yang sedikit mengesalkan.

2. Saya suka misteri. Tapi bukan jenis misteri yang membuat ngeri dan bulu roma berdiri, tapi jenis misteri yang mengajak saya berpetualang mencari petunjuk dan solusi, bagi teka-teki yang bikin kepala pusing tujuh keliling

3. Alasan yang ketiga merupakan alasan saya yang paling utama. Dan alasan tersebut adalah karena saya sangat teramat penasaran dengan novel The Monogram Murders. Apa yang membuatnya istimewa hingga mendapat sorotan dunia? Apa yang membuatnya sepesial sehingga mendapat persetujuan dari ahli waris Dame Agatha Christie? Apakah misteri racikan Sophie Hannah aroma, rasa, dan baunya mirip seperti misteri buatan Dame Agatha? Ataukah karena sebab lain? Saya tidak bermaksud merendahkan Sophie Hannah, tapi banyak sekali penulis hebat di penjuru dunia, dan mungkin tidak sedikit pula yang jauh lebih hebat daripada dirinya, tapi kenapa baru beliau yang mendapat pengakuan dari keluarga Dame Agatha?

Demikianlah coretan blog saya yang sederhana ini. Semoga menjawab apa yang telah disyaratkan dan tidak melenceng dari tema. Bila terdapat kata-kata yang tidak berkenan, mohon untuk dimaafkan. Dan atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

F.J. Ismarianto

*Lampiran: foto:  satu-satunya buku Dame Agatha yang baru saya miliki
Share:

Kamis, September 25, 2014

Aku Tahu Siapa Dirimu

Beberapa minggu belakangan ini, aku mendapat pesan dari nomor yang tak kukenal. Atau mungkin dulu kukenal, tapi telah lama kuhapus dan tentunya aku tak hafal dengan kedua belas digit tersebut.

Pesannya sebenarnya agak lucu. Di awal-awal pengiriminan, dia agak takut-takut dan berhati-hati. Tapi setelah sering mendapat respon yang sedikit jutek, yang artinya juteknya tidak banyak dan sukses bikin aku penasaran dengan identitasnya yang dirahasiakan, dia mulai berani mengirimkan sms-sms lain.
Share:

Senin, September 22, 2014

Isinya Segera Menyusul

Pernahkah kalian mengalami, ketika kalian hendak meminta apa yang menjadi hak kalian, karena telah terlalu lama tertunda, tapi sebelum kalian melontarkan pertanyaan atau protes apa yang tertunda itu tiba-tiba datang menghampiri?

Pasti pernah. Atau kalau belum, maka aku bisa pamer (?) dikit bahwa aku pernah. Baru terjadi tadi siang, atau karena post blog ini dipost beberapa hari setelah ditulis jadi ya, beberapa siang yang lalu.
Share:

Minggu, September 21, 2014

Mengadu Lenovo A859 dengan New Smartfren Andromax V

Sebenarnya, aku kurang begitu suka dengan kegiatan saling adu. Sebab biasanya, saling adu selalu mengundang rasa sakit. Sakit fisik terkena bogem mentah yang kemudian seringnya berbuntut sakit hati.

Tapi, adu punya banyak makna. Dan adu yang hendak kubahas, untungnya, tidak bermakna seperti pada paragraf pertama. Bukan pula yang berarti memberi tahukan keburukan atau kesalahan atau rahasia atau intinya sesuatu milik orang lain pada mereka yang punya kuasa. Melainkan, memperbandingkan dua hal atau lebih yang memiliki kesamaan atau kesetaraan, kemudian memperlihatkan kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Phew, kalimat pembukanya panjang banget, ya? Hahah, semoga tak membuat kalian bosan d:

Sebelum lanjut, aku ingin memberitahukan bahwa materi tulisan ini akan berdasarkan pada video di bawah ini:





Sekali lagi, sebelum mengomentari dua hal yang diadu oleh RTK dalam video di atas, aku ingin... mengomentari si... Pembawa acara? Narator? Host? Ah, aku tak yakin bagaimana menyebutkannya, pokoknya mas-mas yang ada di video itu, yang namanya Rateka Lee itu. Dan komentarku adalah...

Dia... mempunyai suara yang merdu sekali! Sungguh, kalau dia mau belajar vokal (atau sudah?) mungkin dia bisa jadi penyanyi yang cukup lumayan.

Ya, kecuali, ada campur tangan mixer #eh

Namun, entah asli atau tidak, yang pasti suara yang merdu itu jadi alasan pertama kenapa aku memilih video ini dari bejibun video di portal video sharing Smartfren untuk kumasukkan dalam posting ini.

Alasan kedua kenapa aku memilih video ini, karena videonya disertai musik latar belakang yang enak banget buat dikonsumsi indera pendengaranku. Tidak hening alias telinga kita tak hanya disuguhi oleh monolog si pembicara, dan musik itu muncul di saat-saat yang tepat.

Jadi, secara harmonisasi video ini memenuhi syarat.

Eh, cie, harmonisasi, padahal nggak tahu penggunaannya benar atau tidak, hahah.

Alasan selanjutnya... Agak konyol sebenarnya, tapi tak afdol bila tak mengungkapkannya. Saat memilih satu video dari puluhan, aku agaknya terkena fatamorgana. Sebab huruf/angka romawi "V" pada Smartfren membakar inderaku dan meneriakkan bahwa itu adalah inisial dari kata Victory—atau dalam bahasa Indonesia, kemenangan. Kemenangan yang kuharap merapat padaku.

Cukup untuk alasan kenapa aku memilih video ini. Saatnya membahas dua entitas yang diadu.

Seperti judul video di atas, dua hal yang diadu adalah dua buah smartphone cantik "berbaju" putih, Lenovo A859 dan New Smartfren Andromax V. Sebenarnya, dengan menonton videonya, teman teman bisa langsung tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing smartphone. Tapi tidak semua orang diberkahi koneksi yang oke untuk mengunduh video di atas, dan bagi sebagian orang jauh lebih nyaman mengetahui sebuah informasi dengan hanya membacanya.

Dengan dua alasan itu, ditambah karena aku orangnya baik dan berbudi luhur *dilempar cabe oleh khalayak xD*, aku akan menuliskan apa yang diocehkan pada video—dan memberinya tambahan sedikit. Atau tidak sedikit-sedikit amat d:

Bila dilihat sekilas, Lenovo A859 dan New Smartfren Andromax V punya ukuran layar yang sama. Tapi bila kita perhatian lebih saksama, layar Andromax V jauh lebih lebar sedikit.

Secara tampilan fisik, kedua smartphone canggih ini memiliki bentuk yang sama-sama manis (begitulah kata si Rateka Lee). Sama-sama mempunyai ujung-ujung melingkar. Hanya saja, untuk tampilan depan, menurut responden RTK, seorang pemuda berusia sekitar 16-22 tahun, mengatakan tampilan depan Lenovo jauh lebih oke. Tampak berkelas. Dan aku... setuju dengannya. Tapi soal material penutup baterai, yang berpengaruh pada kenyamanan dalam genggaman, sekali lagi menurut si pemuda dan aku percaya padanya, Andromax V memiliki tutup yang solid dan lebih nyaman untuk digenggam.

Balik lagi ke layar. Andromax V mesti mengakui kalau layar Lenovo jauh lebih tajam dan jernih dibanding kompetitornya, tapi meski begitu untuk keluaran suara, Andromax V yang jadi juaranya.

Untuk pilihan jaringan, dua-duanya mengusung dual-sim card. Sama-sama bisa dijejali dua kartu. Namun, khusus untuk New Smartfren Andromax V, salah satu jaringannya adalah CDMA.

Kemudian ke sektor yang bagi sebagian orang sektor paling sensitif: harga. Andromax V dibanderol dengan harga yang jauh lebih murah 300-an ribu rupiah dibanding Lenovo A859.

Kesimpulannya, sama seperti yang dikatakan si pemuda-responden, Lenovo A859 dan New Smartfren Andromax V adalah smartphone canggih dua jutaan yang nyaris tidak memiliki perbedaan, atau memiliki perbedaan yang cukup tipis. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Masing-masing juga mengungguli kompetitornya.

Bingung memilih? Sama, aku juga. Dua-duanya sama-sama keren sih!



P.S. Mungkin info ini bisa menghapus kebingungan kalian, si pemuda-responden lebih memilih New Smartfren Andromax V. Dengan fitur yang tidak beda jauh, dia memilih Andromax V yang memiliki material yang lebih kokoh dan nyaman dalam cengkeraman.
Share:

Sabtu, Agustus 30, 2014

Sekarang Semua Orang Bisa Terbang

Begitu pula aku.
Suatu hari nanti.

Sepanjang hidupku hingga detik ini, jujur, aku belum pernah yang namanya menunggangi burung besi. (Ya kali, nyebut pesawat aja dengan burung besi.) Satu-satunya ingatan yang berhubungan dengan pesawat yang kumiliki hanya ini: ketika mendengar dan melihat pesawat melintas di langit, aku, yang saat itu masih belia, belum mengenyam yang namanya bangku sekolah, dan teman-temanku suka sekali berlari-lari, seolah-olah hendak mengejar sang burung besi dan menunggunya mendarat—persis seperti mengejar layang-layang yang putus benangnya, sambil berteriak, "HOOOIII... PESAWAT, AJAK AKU" atau kadang hanya sekedar menjeritkan sapaan hai/hello sambil melambaikan tangan seakan-akan suara kami akan sampai ke telinga para penumpang.
Share:

Jumat, Agustus 22, 2014

Google Yourself

Awal kemunculannya di timeline facebook, aku sama sekali tak tertarik. Aku kira, melihat dari judulnya, seseorang yang membagikan gambar Google Yourself (aku hanya melihatnya sekilas) sedang melakukan apa yang dilakukan oleh Weasley di menit-menit awal film Wanted.

Lalu, timelineku dipenuhi hal serupa, gambar-gambar Google Yourself. Batinku, "Ada apa dengan orang-orang?"
Share:

Pemuda Berhelm Racing

Beberapa hari belakangan ini, indera penglihatanku menangkap seliweran seseorang yang naik sepeda motor menarik temannya yang mengendarai sepeda onthel. Entah memang ingin terus mengobrol atau murni ingin meringankan perjalanan temannya, yang pasti mereka mengingatkan aku akan kejadian yang berlangsung sekitar tiga atau empat tahun yang lalu, ketika aku masih duduk di bangku SMK.
Share:

Kamis, Agustus 21, 2014

Loker Davy Jones

Menurut legenda atau mitos yang diangkat lewat salah satu film The Pirates of Carribean: The Deadman's Chest, dikisahkan bahwa Davy Jones menyembunyikan jantungnya dari dunia di sebuah peti yang oleh orang-orang (atau pemiliknya?) disebut Loker Davy Jones.

Menurutku benda itu patut diproduksi massal.
Share:

Rabu, Agustus 20, 2014

Balada Kuter

Catatan: Materi coretan kali ini diambil dari tulisan sobat Naelil: Kuters; Bukan Sekedar Pencari Gratisan.

Akhirnya, aku menemukan lagi satu kuter (kuis hunter atau pemburu kuis) yang tidak diam saja menanggapi gunjingan yang berkembang di dunia perkuisan. Walau tulisan sobat Naelil termasuk tulisan lama, alias ditulis sekitar satu tahun yang lalu, bisa dibilang apa yang ditorehkannya di blog pribadinya tersebut masih aktual sampai sekarang.
Share:

Minggu, Agustus 17, 2014

Jumat, Agustus 15, 2014

Balada Lebaran #1: Dari Rasa Kecewa hingga Sego Pecel Tanpa Tempe

Sejak lebaran dua tahun lalu, aku jadi punya kebiasaan baru: membuat laporan tentang hari-hari yang kulewatkan selama lebaran, yang mana isinya seringnya berisikan hal-hal yang menarik, semisal sepupu cakep dan lain sebagainya, yang enak untuk diceritakan.

Sebelum perasaan kalian jadi campur aduk karena membaca tulisan yang mahapenting ini, sebelumnya izinkan aku untuk mengucapkan: seandainya ada salah kata yang terucap dan/atau tertulis, baik yang sengaja maupun tidak (seharusnya sih seringnya tidak sengaja) di blog ini, mohon maaf lahir dan batin ya.
Share:

Selasa, Agustus 12, 2014

Warna Hitam: Saya Bukan Simbol Kejahatan!

Warnapolis, Warta Warna -Ternyata pernyataan Warna Hitam, bahwa dirinya akan membawa gugatannya ke MKNW (Mahkamah Konstitusi Negeri Warna) bukan omong-kosong belaka. Pasalnya, hari ini pihak MKNW sudah menerima sekitar 23 bukti guna menguatkan permohonannya.

"Ditaruh rapi dalam satu kontainer plastik," kata Warna Oranye, petugas penerima permohonan MKNW di Gedung MKNW di Warnapolis Utara.
Share:

Minggu, Agustus 10, 2014

Tips Membuat Wanita Jatuh Cinta Ala Pemuda Penceloteh

Menjadi jomblowan alias pria tak bercewek (?) adalah pilihan setiap orang. Iya, pilihan setiap orang. Bila mereka lebih nyaman seorang diri, kenapa mesti memaksakan diri mesti mempunyai pasangan demi agar tak direcoki pertanyaan, "Udah punya pacar belum?" (Sumpah, ini bukan curcol!)

Tapi itu mereka yang memilih untuk sendiri.
Share:

Sabtu, Juli 12, 2014

Finally, I have an Instagram!

Sebenarnya, aku sudah punya instagram sejak beberapa hari yang lalu, atau beberapa minggu yang lalu, atau tepatnya pada 21 Juni yang lalu, tapi entah kenapa baru mengabarkannya sekarang. Aku sendiri tak tahu kenapa. Bisa jadi tulisan ini dibikin sedang pengen nulis dan tidak nemu topik yang hendak ditulis.

Atau asal nulis demi menyalurkan emosi yang tidak tersampaikan, sebab takutnya emosi itu bakal tidak membuat berkah puasa yang sedang dijalani. Alias hanya mendapatkan haus dan lapar.

Alasan yang mana saja bolehlah :)) *apaan sih?*
Share:

Kamis, Juli 10, 2014

Selasa, Juli 08, 2014

Minggu, Juli 06, 2014

Revisi Tindakan

Siang itu Pemuda Tanggung berjalan beriringan bersama salah seorang sahabatnya. Mereka baru saja selesai "membunuh waktu" satu setengah jam di warung internet, memenuhi dahaga akan media sosial dan rasa lapar akan informasi, di dekat rumah mereka.

"Ihh, masbro bayar dengan uang receh," kata sahabat Pemuda Tanggung untuk yang ke sejuta kalinya.

"Uang receh itu lebih mahal dalam pembuatannya tahu dari uang kertas," sahut Pemuda Tanggung tak mau kalah, juga untuk ke sejuta kalinya.
Share:

Jumat, Juli 04, 2014

Ada apa di bulan Juni?

Bulan Juni kembali ke tidur hibernasinya. Tahkta telah kembali diduduki oleh bulan Juli, yang akan berkuasa selama satu bulan ke depan.

Hal-hal apa saja yang terjadi padaku selama bulan Juni, dan yang ingin kubagikan? Inilah dia...
Share:

Minggu, Juni 29, 2014

Catatan Hati Sebuah Pencakar Langit

Menjadi gedung pencakar langit tidaklah mudah.

Serius.

Coba tanya pada gedung-gedung pencakar langit lainnya, pasti rata-rata mereka akan mengeluhkan hal yang sama: disengat panas yang mahadahsyat, diguyur hujan yang seringnya terasa asam daripada menyejukkan, angin malam yang membekukan badan dan menyusutkan sendi, dan petir yang kadang tak tahan menyentuh puncak kepala kami yang umumnya lucu dan bikin gemas.
Share:

Sabtu, Mei 31, 2014

Selasa, Mei 27, 2014

11 Alasan

11 alasan paling top kenapa aku mesti pergi ke Inggris:

11. Standarlah; pengen ngunjungin situs-situs bersejarah dan terkenal di Inggris. Alasan utamanya adalah untuk memuaskan rasa penasaranku akan situs-situs tersebut dan indera penglihatanku yang kelaparan akan desain arsitekturnya yang, kata banyak orang, menyuguhkan keindahan. Berikut daftarnya: (catatan: di beberapa situs aku tambahkan beberapa alasan lainnya)
Share:

Rabu, Mei 21, 2014

30 Hari Menulis Cinta #4

Hari ke-14: Bak Dikejar Macan
Dengan susah payah, hingga badan pegal-pegal, otak terasa panas, saluran arteri bekerja keras menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh, aku akhirnya bisa mengejar sang waktu.

Tapi... Setelah macan menghilang, dan tekanan hilang dari pundakku, aku menyadari apa yang tadi aku lakukan belum maksimal.

Dan sayangnya, tombol editnya disembunyikan. Dan untuk menemukannya, aku harus mencapai garis finish!
Share:

Selasa, Mei 20, 2014

Ujian Akhir Nasional - part 2

Aku tidak terlalu terkejut. Setiap tahun, sebelum UAN dimulai, ada saja kasus siswa bunuh diri. Seakan-akan kematian mereka adalah ritual rutin tiap tahun. Bahkan sampai ada istilah populernya untuk "acara tahunan" tersebut: gladi resik-nya UAN.

Yang tidak aku habis pikir, Cantika adalah siswi yang selalu tampak ceria. Tapi siapa tahu keceriaan itu cuma di permukaan saja. Atau siapa tahu, seperti kebanyakan mereka yang telah bunuh diri di waktu pra-UAN, dia merasa yakin tak mampu memenuhi nilai rata-rata UAN hingga dia berpikir untuk menyerah saja di awal daripada menelan pil pahit pemberian orang lain yang mungkin jauh terasa menyakitkan?
Share:

Senin, Mei 19, 2014

Ujian Akhir Nasional - part 1

Hari Pertama
"Tidak ada yang terlupa, kan?" tanya Ibuku, setelah menghentikan mobilnya tak jauh dari gerbang sekolahku.

Di hari biasa mungkin aku bakal menundukkan kepalaku sedalam-dalamnya, berusaha sekuat tenaga agar tak terlihat oleh teman-temanku. Siapa sih yang mau dijulukin anak mami? Tapi karena hari ini hari besar, juga aku sudah terbiasa ditempel ibuku kemana-mana selama beberapa minggu terakhir ini, aku tak keberatan ketika dia menawarkan tumpangan ke sekolah.
Share:

Sabtu, Mei 17, 2014

30 Hari Menulis Cinta #3

Hari ke-9: For Once in My Life
Beberapa hari terakhir ini aku tergila-gila dengan lagu lama, For Once in My Life yang pernah dipopulerkan oleh Stevie Wonder. Hanya saja, aku mendengarkan yang versi cover oleh Artie Abrams aka Kevin McHale.

"For Once in My Life, I have someone who needs me. Someone I needed so long..."
Share:

Rabu, Mei 14, 2014

Token Listrik Langka?

Belakangan ini banyak sekali orang yang mampir ke tokoku untuk beli pulsa listrik/token PLN. Tapi yang bisa aku katakan pada mereka hanya, "Maaf, pulsa PLN sedang gangguan."

Dan itu benar, beberapa kali, berjuta kali, aku mencoba jawaban dari no. center tetap sama, "PLN20.14xxxxx tidak di proses, Produk gangguan ditutup sementara"
Share:

Jumat, Mei 09, 2014

30 Hari Menulis Cinta #2

Hari ke-6: Hanya Terasa di Ujung Lidah
Hanya menyentuh sedikit.

Hari ke-7: Berita Buruk
Sore hari, ketika keluar untuk keluar "isi ulang" toko, aku mendapatkan berita yang kurang sedap atau tidak enak didengarkan. Aku tahu kehidupan tidak akan lebih buruk lagi tapi... Yah, berita ini cukup mengejutkanku.
Share:

Selasa, Mei 06, 2014

30 Hari Menulis Cinta #1

Hari ke-1: Menghindari Tips Menulis
Baru menyentuh bab pertama. Masih tak yakin dengan kalimat pembuka. Hal itu gara-gara aturan menulis yang kubaca secara tak sengaja, karena terposting di timeline twitter dalam bentuk kalimat yang dikemas dalam beberapa tweet (bukan sebagai link yang mengarahkan pembaca ke sebuah situs), juga karena rasa penasaran.
Share:

Kamis, Mei 01, 2014

Pelantun Warna-Warni Ternyata Robot?

Belakangan ini dunia digegerkan dengan beredarnya foto-foto Renatta yang nyaris tanpa busana di dunia maya. Namun, alih-alih mempertontonkan kulit mulus bak pualam, potret-potret itu malah menunjukkan tubuh gadis kelahiran Neo-Nganjuk tersebut tersusun dari lempengan logam, kulit buatan, dan susunan kabel.
Share:

Selasa, April 29, 2014

Sebelum Bertempur

Bulan depan adalah bulan narasi. Bulan depan adalah bulan di mana Jun akan turun ke medan laga demi menyelesaikan naskahnya yang memiliki nama sandi "CJDIA." Kira-kira apa saja persiapannya, selain peralatan tempur berupa ponsel pintar yang dipanggilnya Sherina?

"Aku sudah mempersiapkan data-data yang bakal berguna untuk memperkaya novelku," jawab Jun, saat kami temui diantara kegiatannya jualan es serbuk kemasan.
Share:

Jumat, April 11, 2014

Laptop vs Sepeda Motor

Saat mencuci sepeda motornya sore itu, entah kenapa Pemuda Tanggung tiba-tiba teringat dengan obrolannya bersama Ayahnya. Obrolan yang terjadi sekitar delapan tahun yang lalu. Obrolan yang tak mudah dilupakannya. Bahkan dia masih hapal kalimat-kalimat yang diucapkan oleh mereka berdua.

"Setelah uangnya cukup, kita bisa beli motor lagi," kata Ayah Pemuda Tanggung yang duduk di belakang punggung anaknya. "Kamu mau motor apa?"
Share:

Selasa, April 08, 2014

[Movie Review] Igor

Pernah nonton film-film yang terinspirasi dari kisah Frankenstein atau Vampir/Dracula? Bila pernah, kalian pasti kenal sosok bernama Igor. Sosok rekaan (di mana di kedua kisahnya yang asli, yang berasal dari buku karangan Mary Shelley [Frankenstein] dan Bram Stoker [Dracula], seingatku tidak ada tokoh yang memiliki nama Igor). Si bongkok berpakaian serba hitam yang selalu jadi pembantu/pelayan Dr. Frankenstein atau Vampir/Dracula.
Share:

Sabtu, Maret 29, 2014

I miss you so much, buddy!

Pagi ini aku terbangun oleh mimpi yang tidak biasa. Atau mungkin bukan mimpi tapi gambaran dari versi lain diriku di semesta alternatif. Dan setelah terbangun, aku mendapati mataku tak bisa berhenti mengeluarkan cairan bening yang terasa asin bila tersentuh lidah.
Share:

Selasa, Maret 11, 2014

Iseng [1]

Pemuda Tanggung sedang mempunyai banyak bonus sms. Tapi ia tak tahu cara menghabiskannya. Maksudnya, ia tak punya banyak kontak di buku teleponnya. Dan mengingat matahari masih bersinar di langit, jelas tak ada yang sesantai dirinya. Ia tak ingin dicap sebagai penganggu.

Kemudian ide itu melintas di benaknya: kenapa ia tak mengirimkan sms ke nomornya sendiri?
Share:

Jumat, Maret 07, 2014

Lost Focus

It felt no good when I realized I had lose my focus of chasing my dream for months. Aku tahu tak seharusnya aku mencari kambing hitam, but, honestly, my focus lost track cause someone. Someone that full of my mind. Someone that, might be, I wanna be my future.

Yeah, I think "my future" is strong word, too. Tapi... bagaimana menjelaskannya ya?
Share:

Rabu, Maret 05, 2014

Seandainya itu Nyata

Mata Pemuda Tanggung itu sontak melebar ketika diberi tahu kabar buruk oleh temannya. Kabar buruk yang tak sengaja ditangkap oleh indera pendengaran sang teman.

"Kamu pasti bercanda," kata Pemuda Tanggung, tak mau percaya. Senyum gugup lolos dari bibirnya. "Kamu dapat dari mana info itu?"

Tapi nada suara temannya, seperti yang ditakutkannya, secara jelas menyatakan bahwa ia sama sekali tidak bercanda. Penjelasannya masuk akal, hingga tidak mungkin tidak untuk tidak mempercayainya.

Sang teman menanyakan langkah apa yang akan dilakukan oleh si Pemuda Tanggung.

"Aku rasa kita harus memberi tahunya," jawab si Pemuda Tanggung.
Share:

Jumat, Februari 28, 2014

Writer's Block?

Pemuda Tanggung ingin menjerit. Berulang kali ia mengetikkan kalimat, menit berikutnya kalimat itu ditelan oleh keganasan tombol backspace mau pun delete. Entah kenapa ia belum merasa pas dengan pilihan-pilihan kalimat yang dimunculkannya. Ia tak merasa sedang terserang writer's block. Ia malah sedang semangat sekali ingin menghasilkan sebuah karya. Tapi entah kenapa tiap kali ia ingin memunculkan kalimat yang bagus, ia memutuhkan dorongan yang sangat kuat. Tiap kali ia mulai menekan beberapa tombol papan kunci di netbook pinjaman, ia selalu tergoda untuk menekan tombol backspace. Seolah apa yang ditulisnya tidak cukup bagus untuk digelontorkan ke dunia.
Share:

Rabu, Februari 26, 2014

Wishful Wednesday

Kalian mungkin merasa agak aneh dengan coretanku yang satu ini. Kenapa bisa muncul di sini? Biasanya kan Wishful Wednesday muncul di blogku yang satu lagi, Story Eater Tales.

Tidak bisa dipungkiri kalau Wishful Wednesday adalah salah satu meme yang sangat aku sukai. Banyak sekali harapanku yang aku kirimkan ke semesta melalui meme tersebut. Dan tidak sedikit yang telah mewujud menjadi nyata. Sebut saja Eona, To Kill A Mockingbird, The Chaos Walking trilogy, dan yang terbaru, The Cuckoo’s Calling.
Share:

Jumat, Februari 14, 2014

Hujan Abu

Saat itu nyaris pukul 3 pagi. Bunda membangunkanku dari peraduanku, memintaku mengantarkan Bapak ke jalan besar, tempat beliau biasa mencegat bus dan menghajarnya yang akan mengantarnya ke tempat kerjanya. Tanpa banyak tanya, juga protes, karena ini sudah menjadi hal yang biasa di bawah atap rumah kami, segera aku bangun dan mengenakan celana panjang dan sweater.

Karena jaraknya tak terlalu jauh, aku memutuskan tidak mengenakan helm. Bapak yang merasa pagi itu dingin yang mengenakan helmku yang bergambar ala kertas koran: bertuliskan banyak artikel dalam bahasa Inggris. Setelah berpamitan dengan Bunda, kami pun berangkat. Tapi... belum sampai 200 meter aku merasa ada yang aneh. Jalanan terasa sedikit licin dari biasanya. Aku merasa hujan rintik-rintik menimpaku. Pada awalnya aku mengira itu embun, tapi entah kenapa aku tak merasa basah. Karena tak menghalangi perjalanan kami, aku pun terus melajukan motor.

Namun, ketika "hujan" itu menerpa mataku, membuatnya kepanasan, aku kontan menghentikan laju motor dan berseru, "Hujan pasir!"
Share:

Kamis, Februari 13, 2014

Rabu, Januari 29, 2014

Update Progress

Meski waktu berjalan cepat, umur bulan Januari tinggal 2 hari lagi, aku tidak sampai tersentak kaget dan terburu-buru menyelesaikan apa yang ditargetkan, atau lebih tepatnya aku targetkan, selesai sebelum bulan baru datang bertandang. Karena jelas beberapa hal tidak akan selesai bulan ini sejak aku disibukkan oleh ujian menjelang akhir semester.
Share:

Rabu, Januari 08, 2014

Proyek 27 Hari

Sudah lama sekali diriku tidak menantang diriku sendiri. Tantangan terakhir tampaknya sudah bertahun-tahun yang lalu. Dan aku cukup puas bisa berhasil menyelesaikan tantangan itu. Cukup karena hasilnya bisa dibilang kurang begitu sempurna.
Share: