Jumat, Februari 28, 2014

Writer's Block?

Pemuda Tanggung ingin menjerit. Berulang kali ia mengetikkan kalimat, menit berikutnya kalimat itu ditelan oleh keganasan tombol backspace mau pun delete. Entah kenapa ia belum merasa pas dengan pilihan-pilihan kalimat yang dimunculkannya. Ia tak merasa sedang terserang writer's block. Ia malah sedang semangat sekali ingin menghasilkan sebuah karya. Tapi entah kenapa tiap kali ia ingin memunculkan kalimat yang bagus, ia memutuhkan dorongan yang sangat kuat. Tiap kali ia mulai menekan beberapa tombol papan kunci di netbook pinjaman, ia selalu tergoda untuk menekan tombol backspace. Seolah apa yang ditulisnya tidak cukup bagus untuk digelontorkan ke dunia.
Share:

Rabu, Februari 26, 2014

Wishful Wednesday

Kalian mungkin merasa agak aneh dengan coretanku yang satu ini. Kenapa bisa muncul di sini? Biasanya kan Wishful Wednesday muncul di blogku yang satu lagi, Story Eater Tales.

Tidak bisa dipungkiri kalau Wishful Wednesday adalah salah satu meme yang sangat aku sukai. Banyak sekali harapanku yang aku kirimkan ke semesta melalui meme tersebut. Dan tidak sedikit yang telah mewujud menjadi nyata. Sebut saja Eona, To Kill A Mockingbird, The Chaos Walking trilogy, dan yang terbaru, The Cuckoo’s Calling.
Share:

Jumat, Februari 14, 2014

Hujan Abu

Saat itu nyaris pukul 3 pagi. Bunda membangunkanku dari peraduanku, memintaku mengantarkan Bapak ke jalan besar, tempat beliau biasa mencegat bus dan menghajarnya yang akan mengantarnya ke tempat kerjanya. Tanpa banyak tanya, juga protes, karena ini sudah menjadi hal yang biasa di bawah atap rumah kami, segera aku bangun dan mengenakan celana panjang dan sweater.

Karena jaraknya tak terlalu jauh, aku memutuskan tidak mengenakan helm. Bapak yang merasa pagi itu dingin yang mengenakan helmku yang bergambar ala kertas koran: bertuliskan banyak artikel dalam bahasa Inggris. Setelah berpamitan dengan Bunda, kami pun berangkat. Tapi... belum sampai 200 meter aku merasa ada yang aneh. Jalanan terasa sedikit licin dari biasanya. Aku merasa hujan rintik-rintik menimpaku. Pada awalnya aku mengira itu embun, tapi entah kenapa aku tak merasa basah. Karena tak menghalangi perjalanan kami, aku pun terus melajukan motor.

Namun, ketika "hujan" itu menerpa mataku, membuatnya kepanasan, aku kontan menghentikan laju motor dan berseru, "Hujan pasir!"
Share:

Kamis, Februari 13, 2014