Kamis, Februari 13, 2014

Sakit dan Perhatian

Catatan: Mungkin posting ini akan membuat beberapa dari pembaca tersinggung. Bila kamu bukan orang yang berpikiran terbuka, aku sarankan, jangan membacanya.


Sakit. Apa pun istilahnya di bahasa lain pasti artinya sama: rasanya sangat tidak nyaman. Entah terasa terbakar, terasa dingin seolah sedang berdiri di benua antartika, terasa gabungan kedua, dan seterusnya. Hampir semua orang pernah jatuh sakit. Tidak terkecuali aku. Dan saat tersebut, saat kita mengeluh kenapa rasanya sakit sekali dan tak segera sembuh, kadang ada yang bilang (kurang lebih) seperti ini: "Tidak apa sakit. Itu tandanya, Tuhan perhatian dan sayang dengan kita."

Dulu aku menganggap kalimat itu sangat "wah" dan ya, ada benarnya. Tapi kini, saat banyak hal terjadi di sekitarku, dan rasa ingin tahuku semakin besar, aku jadi bertanya-tanya, "Itu kalimat pertama kali muncul dari mana? Mungkinkah dicatut dari kitab suci? Atau dari sumber lain?"

Pertanyaan tersebut sebenarnya baru muncul setelah pertanyaan ini: "Jadi Tuhan tidak perhatian pada yang sehat dong?"

Coba deh perhatikan kalimat itu dengan saksama. "... Itu tandanya, Tuhan perhatian dan sayang sama kita." Kalimat itu seolah mengindikasikan bahwa perhatian itu muncul saat sakit menghampiri. "Lha, sebelum-sebelumnya, saat seseorang yang sakit itu sehat, bagaimana? Apakah Tuhan tidak memperhatikannya?"

Biasanya, kalimat itu disambung dengan kalimat (yang kurang lebih maknanya seperti) ini, "Coba bayangkan DIA tidak perhatian pada kita. Kita dibiarkan dan tak mendapatkan cinta kasihnya."

Err, ini aneh. Karena bukankah kesehatan juga disebut berkah? Bukankah rezeki juga berkah? Bukankah pemberian berkah dari-Nya artinya sama dengan DIA peduli dan sayang pada kita?

Tapi... Tentu saja itu hanya pendapatku saja. Setiap orang punya pemahaman masing-masing. Bagiku kalimat itu... Agak aneh. Sebab yang aku percayai, Tuhan itu sayang pada semua ciptaannya. Sayang pada manusia. Semua manusia. Termasuk manusia yang, menurut manusia lainnya, hatinya sekelam malam.

Bagaimana dengan teman-teman? Ada yang ingin menambahkan? Atau ingin mendebatnya? Tapi ingat, beda pendapat oke, tapi jangan sampai ada dusta pertengkaran di antara kita ;)

Share:

1 komentar:

  1. Pemahamanku akan "Tidak apa sakit. Itu tandanya, Tuhan perhatian dan sayang dengan kita." Kenapa bisa begitu? Karena sakit bisa jadi sebuah teguran. Seseorang yang sakit akan lebih merenungkan hidupnya.

    Apa saja yang dilakukan saat sehat, apa yang dimakan hingga bisa menjadi sakit, apa yang tidak bisa dilakukan karena harus terus berbaring di tempat tidur....

    Seseorang yang sakit akan lebih sering mengingat Tuhannya. Berdoa sepanjang waktu agar diberi kesembuhan.

    Mereka yang sehat mungkin terlena dengan berkah yang diberikan Tuhan hingga lupa untuk bersyukur. Dan saat sakit itulah Tuhan menegur. Dan bila sakit itu diterima dengan ikhlas, insya allah bisa mengurangi dosa....

    :)

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^