Selasa, Maret 11, 2014

Iseng [1]

Pemuda Tanggung sedang mempunyai banyak bonus sms. Tapi ia tak tahu cara menghabiskannya. Maksudnya, ia tak punya banyak kontak di buku teleponnya. Dan mengingat matahari masih bersinar di langit, jelas tak ada yang sesantai dirinya. Ia tak ingin dicap sebagai penganggu.

Kemudian ide itu melintas di benaknya: kenapa ia tak mengirimkan sms ke nomornya sendiri?

Ia kemudian membuka menu pesan melalui fitur jalan pintas. Lalu ia mengetik "Test" dengan kecepatan yang melebihi kecepatan lompatan kangguru. Jelas nomornya sendiri tak tersimpan di daftar kontak di memori ponselnya. Tapi ia hapal betul nomornya sendiri. Ia menekan tombol angka 0-8-5, diikuti sembilan angka lainnya.

Sms itu terkirim.

Ia mendapat notif bonus smsnya berkurang.

Dulu sebelum mencoba keisengan ini, Pemuda Tanggung sempat mencoba menelepon nomornya sendiri dari nomornya sendiri. Pada awal-awal percobaan, ia mendapati teleponnya dijawab oleh operator yang mengatakan, "Nomor yang Anda hubungi sedang sibuk..."

Suatu hari ia melakukan keisengan lagi. Namun, belum sempat operator mengumandangkan rekaman suara "wanita bosan," seseorang menginterupsinya dan memintanya mengirim pesan singkat ke seseorang lainnya. Dan secara ajaib... Telepon yang ditujukan ke nomornya sendiri, yang dilakukan dari nomornya sendiri, berhasil masuk! Meski hanya beberapa detik dan menjadi misscalled.

Jadi ia merasa sms yang dikirimnya, dari dan, ke nomornya sendiri juga akan berhasil.

Pemuda Tanggung mendapat notifikasi bahwa smsnya telah berhasil terkirim. Tapi tidak notifikasi bahwa sms itu telah diterima.

Dan memang. Dan sampai sekarang. Sms itu tidak pernah mengisi kotak masuk pesan singkatnya.

Pemuda Tanggung sama sekali tak kecewa. Ia sudah menduga kemungkinan hal itu. Namun, bila keisengannya itu berhasil, ia akan tersenyum sumringah.

Share:

0 comments:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^