Selasa, April 29, 2014

Sebelum Bertempur

Bulan depan adalah bulan narasi. Bulan depan adalah bulan di mana Jun akan turun ke medan laga demi menyelesaikan naskahnya yang memiliki nama sandi "CJDIA." Kira-kira apa saja persiapannya, selain peralatan tempur berupa ponsel pintar yang dipanggilnya Sherina?

"Aku sudah mempersiapkan data-data yang bakal berguna untuk memperkaya novelku," jawab Jun, saat kami temui diantara kegiatannya jualan es serbuk kemasan.


Data-data seperti apa nih yang kamu persiapkan?

"Salah satunya soal alutsista negara tercinta kita ini," sahutnya tanpa setitik nada bercanda dan raut muka serius.

Lho, bukannya musuh yang mesti ditaklukkan adalah romans? Senjata yang pas harusnya senapan cinta dan busur gombalan. Bukan tank atau pesawat penyerang.

"Tapi itu dibutuhkan," ujar pemuda asal Nganjuk itu..

Selain data-data mengenai alutsista, apalagi yang sudah kamu persiapkan?

"Mental pastinya," jawab Jun mantap. "Di medan pertempuran nanti, yang kami, para pejuang pemberani, hadapi bukan hanya musuh tapi juga diri sendiri. Malahan, dua oknum yang timbul dari dalam diri sendiri itu jauh lebih sulit dari musuh yang ada di depan mata. Rasa malas akan datang dengan godaannya yang paling maut, 'Kalau bisa besok, kenapa dikerjakan sekarang?' Menyerah akan menyuguhi gambaran nikmatnya santai sambil berkata, 'Emang enak menyiksa otak? Riset kesana-kemari, mencari data demi believability, berpikir keras menciptakan diksi yang indah.' Aku berharap semoga aku bisa dan kuat dan tahan menghadapi semuanya."

Tampaknya bukan peperangan yang mudah dimenangkan, ya? Tapi, namanya juga kemenangan, dari zaman kuda gigit besi pun sudah susah diraih. Apalagi bila usaha yang dikerahkan tidak maksimal, juga mungkin tanpa disertai doa yang tulus. Well, kalau begitu, semoga berhasil, Jun! (mua)

*Tulisan ini juga dipostkan di situs Bulan Narasi.

Share:

0 comments:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^