Sabtu, Mei 17, 2014

30 Hari Menulis Cinta #3

Hari ke-9: For Once in My Life
Beberapa hari terakhir ini aku tergila-gila dengan lagu lama, For Once in My Life yang pernah dipopulerkan oleh Stevie Wonder. Hanya saja, aku mendengarkan yang versi cover oleh Artie Abrams aka Kevin McHale.

"For Once in My Life, I have someone who needs me. Someone I needed so long..."

Tapi tetap saja, di saat nulis musik harus mati. Aku tak keberatan dengan keramaian, aku biasanya juga nulis di tengah jalan, atau di saat kelas sedang berlangsung, tapi kalau dengan musik... Ah, konsentrasiku jadi terbelah dua. Kalau aku hapal atau mengenal lagunya... keinginan untuk ikut bernyanyi sungguh tak tertahankan.

Jadi, setel lagu, ikut nyanyi, hati riang, mood jadi baik, menulis jadi... enaaak.

Hari ke-10: Kosong
Aku tidak ingat sedang mengerjakan apa di hari ini. Yang jelas, aku nonton Doraemon.

Hari ke-11: Habis Gelap, Terbitlah Terang, dan Pasukan Iblis pun Hengkang
Aku kira cerpen dengan judul terpanjang yang pernah aku buat adalah "Aku Mengubah Kekasihku Menjadi Keset" (bisa dibaca dalam kompilasi cerpen di ebook yang bisa dibaca online atau diunduh gratis di sini), tapi ternyata tidak.

Setiap bulan, grup goodreads Kastil Fantasi mengadakan lomba cerita bulanan dengan tema-tema yang menantang. Nah, di bulan April (yang batas pengumpulan ceritanya adalah hari ini) temanya adalah historical fantasy. Salah satu hisfan yang sukses adalah Abraham Lincoln: The Vampire Hunter karya (bahkan telah ada adaptasi filmnya).

Terinspirasi dari kisah itu, dan karena April identik dengan sosok ibu Kartini, maka jadilah aku bikin cerpen Habis Gelap, Terbitlah Terang, dan Pasukan Iblis pun Hengkang.

Sayang, karena pengerjaannya buru-buru, dan terbentur waktu di warnet yang bila aku semakin lama bakal akan semakin mahal, aku masih kurang puas dengan bagian endingnya.

Sepulang dari warnet, aku berpikir keras, kenapa aku sangat berdedikasi untuk membikin cerpen ini dibanding novel untuk bulan Narasi? Aku sendiri kurang begitu yakin dengan alasannya. Mungkin karena aku suka adrenaline-nya. Atau bisa juga disebabkan hal lain.

Ah, aku berharap semoga aku menemukan motivasi yang tepat untuk bulan Narasi ini. Segera. Tampaknya Plotpoint (yang merupakan penerbit Indonesia yang aku suka sekali logonya) kurang kuat.

Hari ke-12: Siput
Kecepatan berjalan siput... Kalau tidak salah sekitar 0,6 km/jam. Tampaknya kecepatan menulisku untuk naskah berkode CJDIA ini sama seperti kecepatan siput.

Jadi skeptis bakal kelar tepat waktu ._.

Hari ke-13: Berawan
Langit hari ini bernuansa abu-abu. Sementara matahari enggan menampakkan diri di hadapan dunia (mungkin dia sedang kehabisan make up jadi dia malu muncul tanpa riasan). Orang-orang memprediksi awan-awan hitam yang menggantang di atas kepala mereka akan segera memuntahkan jutaan galon air.

Ramalan mereka benar-benar terjadi.

Tidak hanya langit yang digelayuti mendung, hatiku juga.

Rasa ini... Lumayan sebenarnya. Bisa dimanfaatkan untuk nulis adegan yang butuh emosi yang kuat.


Share:

0 comments:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^