Rabu, Mei 21, 2014

30 Hari Menulis Cinta #4

Hari ke-14: Bak Dikejar Macan
Dengan susah payah, hingga badan pegal-pegal, otak terasa panas, saluran arteri bekerja keras menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh, aku akhirnya bisa mengejar sang waktu.

Tapi... Setelah macan menghilang, dan tekanan hilang dari pundakku, aku menyadari apa yang tadi aku lakukan belum maksimal.

Dan sayangnya, tombol editnya disembunyikan. Dan untuk menemukannya, aku harus mencapai garis finish!


Hari ke-15: Membagi Waktu
Pagi: Baca Buku
Siang: Nulis
Sore: Nulis
Sore jelang malam: Nulis
Malam: Nulis

*catatan: nulis ini bisa nulis posting blog, update perkembangan, nulis cerpen, nulis naskah.

Hari ke-16: Too Much Too Do, Too Little Time
Semakin jauh bumi dari pusat tata surya, semakin panjang lintasan revolusinya, semakin lama waktu rotasinya, dan detak jamnya akan melebihi 24 jam.

Tapi, apakah dengan memiliki waktu lebih dari 24 jam menjamin seseorang bakal bisa menyelesaikan banyak hal?

Hari ke-17: Wajah Baru Catatan
Catatanku berubah jadi lebih ciamik dan sedap dipandang mata.

Hari ke-18: Bukan Update Perkembangan Menulis, tapi Update Kegiatan Menarik Yang Terjadi di Hari Tersebut
Terus kapan update nulisnya?
Lagipula, siapa yang ingin tahu soal kehidupanmu?

Hari ke-19: Tak Ada Lagi Distraksi
Dengan kelarnya cerpenku yang berjudul: Ujian Akhir Nasional (bisa dibaca di blogku, dan dibagi dalam dua part), maka aku bisa full menulis untuk Bulan Narasi.

Finally!

Semoga dengan sisa beberapa hari, cukup buatku mengkelarkan kisah yang baru mencapai 771 paragraf ini.

Share:

0 comments:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^