Sabtu, Mei 31, 2014

30 Hari Menulis Cinta #5

Hari ke-20: Kosong - Part 2
...

Hari ke-21: Pembetulan
Menahan diri agar tetap di halaman yang hendak ditulis. Menghindari self-editing yang terlalu dini.

Hari ke-22 s.d ke 26: Terinspirasi
Selama berhari-hari aku kepikiran gambar seperti apa yang cocok untuk novelku. Aku sendiri suka sampul yang sederhana, tak terlalu ramai, tapi ngena. Tidak ada gambar orangnya, karena aku tak terlalu suka dengan sampul jenis ini (kecuali orang itu dalam bentuk kartun).

Lalu aku melihat sampul Rebel karya Amy Tintera, dan teringat dengan sampul salah satu edisi Brave New World karya Aldous Huxley. Dan... tring, seolah ada lampu imajiner di dekat kepalaku, aku akhirnya tahu bagaimana harusnya sampul calon novelku.

Tapi masalahnya aku tidak bisa gambar. Teman yang dimintai bantuan juga sibuk kerja semua.

Aku pusing dan bingung.

Tapi kemudian menasehati diri sendiri untuk memikirkan perkara sampul ini di lain waktu. Selesaikan naskahnya terlebih dahulu!

Hari ke-27 s.d. ke-30: Begadang
Nulis. Nulis. Nulis.

Ngebut. Ngebut. Ngebut.

Baca. Baca. Baca.

Cerita berkembang lebih dari yang aku rencanakan.

Hari ke-31: Selamat!
Kalian mungkin penasaran kenapa judul dari update progressku 30 alih-alih 31.

Aduh, narsis banget, ya, diriku? Siapa juga yang bakal penasaran dan mempertanyakan judul update progressku :))

Tapi bila ada, dan anggap saja ada, maka inilah alasannya. Dalam rencana awalku, saat aku memberanikan diri menjadi salah satu pejuang Bulan Narasi, aku hanya akan menulis sampai tanggal 30. Tanggal 31 hanya untuk dipakai untuk editing naskah dan membuat sampul serta pengunggahan naskah ke nulisbuku.com.

Rencana itu gagal total.

Tapi kalian boleh mencatat ini, aku tidak kalah oleh kemalasan. Aku menulis setiap hari. Dalam sebulan aku sudah berhasil membuat dua cerpen fantasi dengan tema fantasi sejarah (aku membuat cerita dari kisah R.A. Kartini) dan ujian (aku membuat kisah berjudul Ujian Akhir Nasional yang aku rasa genrenya dystopia). Itu prestasi yang cukup keren bila aku melihat ke belakang.

Oke, oke, itu pembenaran. Rencana itu gagal karena aku tidak pandai mengatur jadwal. Tak pintar mengatur waktu.

Seandainya ada tambahan waktu seminggu.

Jadi, siapa saja yang belum kelar juga? Eaaks, nyari teman :)))

Bagi yang sudah selesai, Selamat! Aku doakan yang terbaik buat kalian. Kalian pantas mendapatkannya =)

Semoga di lain waktu, Bulan Narasi diadakan lagi. Dan semoga di lain waktu itu aku sanggup menuntaskan apa yang telah kumulai =')


P.S. Tulisan ini juga ada di Bulan-Narasi.com
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^