Minggu, Juni 29, 2014

Catatan Hati Sebuah Pencakar Langit

Menjadi gedung pencakar langit tidaklah mudah.

Serius.

Coba tanya pada gedung-gedung pencakar langit lainnya, pasti rata-rata mereka akan mengeluhkan hal yang sama: disengat panas yang mahadahsyat, diguyur hujan yang seringnya terasa asam daripada menyejukkan, angin malam yang membekukan badan dan menyusutkan sendi, dan petir yang kadang tak tahan menyentuh puncak kepala kami yang umumnya lucu dan bikin gemas.


Berbeda dengan kebanyakan manusia yang mengidolakan hujan, yang kata mereka mendatakan suasana tenang atau sendu atau emosi kalem lainnya, hujan menjadi momok bagi sebagian pencakar langit. Oke, itu termasuk aku. Masalah teringan akibat hujan adalah meninggalkan jejak bilur-bilur jelek di sekujur tubuh kami yang terbuat dari kaca. Sementara yang terberat adalah hujan mengundang oknum kecil yang manusia sering menyebutnya sebagai jamur atau lumut. Selain membuat kami gatal setengah mati, dua oknum tersebut menggerogoti tubuh kami, nyawa kami, sedikit demi sedikit. Hingga pada suatu titik kami menjelma menjadi puing-puing!

Namun itu belum apa-apa dibanding ketakutan kami ketika sebuah makhluk raksasa tiba-tiba muncul di hadapan kami. Makhluk itu besar dan berbentuk seperti kadal. Tingginya nyaris sama denganku. Seratus meter. Saat makhluk itu bergerak ke arahku, orang-orang mengira getaran yang menghampiri tubuhku adalah sebab hentakan kaki raksasa makhluk itu. Itu juga sih. Tapi sebenarnya tubuhku juga bergetar hebat. Takut dia melukai, menghancurkan bagian tubuhku yang ringkih, memenggalku hingga sama rata dengan tanah!

Tapi itulah kami. Gedung pencakar langit. Kami diciptakan untuk berbagai keperluan. Kami diciptakan untuk membuat kagum banyak orang. Kami diciptakan sebagai ajang pamer antar negara. Tapi kami juga diciptakan sebagai entitas yang hanya bisa pasrah menerima dan merasa. Tanpa bisa menghindar atau membela diri. Terpaku ke perut bumi, hingga manusia tidak lagi membutuhkan kami.

====
Cerpen ini ditulis dalam rangka mengikuti #NarasiSemesta yang digagas oleh @KampusFiksi
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^