Kamis, Juli 10, 2014

Melakukan Riset

Riset adalah bagian yang tak bisa terpisahkan dari proses penulisan sebuah karya tulis. Termasuk novel. Bahkan novel fantasi atau yang kadang dibilang novel "diawang-awang," walau khusus untuk fantasi, kadang penjelasannya bisa dibikin-bikin.


Baru-baru ini aku sedang mencoba mengikuti lomba menulis novel dengan setting luar negeri. Dan aku memilih setting ter-mainstream dalam dunia perbukuan dunia: New York City, Amerika.

Setelah menemukan nama untuk kedua tokoh utama, juga teman-teman dan orang-orang sekitarnya, riset pertama yang aku lakukan adalah biaya pernikahan. Pernikahan ini terkait dengan plot yang hendak aku angkat. Karena aku kurang tahu bagaimana cara menikah, termasuk di Indonesia, maka jangan heran ketika aku sedikit terkejut bahwa untuk menikah di NYC itu orang yang menikah harus mendapat Marriage Licence atau SIM atau surat izin menikah. Dan itu berlaku bagi semua yang hendak menikah, baik pasangan hetero maupun gay. Dan semua itu aku dapat komplit, termasuk info lokasi pernikahan (bisa di mana saja asal masih di NYC, atau bisa juga di kantor catatan sipil) dan biaya-biaya lainnya, di satu situs. Situs milik instansi yang menikahkan.

Riset kedua, tempat tinggal kedua tokoh utama. Kedua tokoh utama ini sudah tinggal bersama. Dan karena perekonomiannya bisa dibilang masih berjuang menuju kemapanan, aku cukup kesulitan menemukan tempat tinggal yang pas. Hingga, aku menemukan Hell's Kitchen, salah satu (sebut saja) kecamatan di NYC, di mana harga properti tidak semahal di daerah NYC lainnya. Aku sampai berpetualang dari satu situs ke situs lain yang menjual properti.

Riset ketiga, tempat kerja salah satu tokoh. Tempat kerja yang tak begitu jauh dari rumah. Juga termasuk jam kerja serta gaji pokok di daerah NYC pertahun.

Riset keempat, lanskap-lanskap yang dekat tempat tinggal kedua tokoh.

Riset kelima, tentang kehidupan orang Amerika. Dari kebiasaan mereka yang biasa hingga yang, makanan sehari-hari, jenis pinjaman (loan): car loan, student loan, hingga biaya-biaya seperti biaya dokter gigi juga asuransi kesehatan.

Riset keenam, sekolah dan akibat-akibatnya. Salah satu tokohnya ada yang drop out. Aku mencarikan pekerjaan yang sekiranya cocok, walau sebenarnya jawabannya ada tepat di depan mata.

Riset ketujuh, belum puas dengan hasil riset pertama aku mencari lagi di youtube. Ingin melihat yang lebih riil, melihat pasangan yang nyata. Dan setelah pencarian yang tiada putusnya, aku menemukan pasangan yang pas. Sebut saja V & L. Usia keduanya tepat seperti usia kedua tokohku, dan mereka sudah menikah. Tapi tidak di States melainkan di UK!

Dari menonton mereka, aku dapat materi baru untuk diriset, "Kok aplikasi pernikahan mereka ditolak? Kenapa? Dan setelah V, yang asli NY, terbang ke UK, mereka bisa nikah di sana?"

Aku sempat pusing. Aku sempat menanyakan perihal pernikahan di Amerika pada temanku dan dia memberiku tulisan "Marriage in US" yang dihost di Wikipedia dan menemukan, kemungkinan, penyebab V dan L belum bisa menikah di NY: mungkin usia mereka belum mencukupi.

Ah, tentu saja fakta ini memberi dampak yang besar padaku. Haruskah aku mengikuti cara V dan L, dengan membawa kedua tokohku ke UK? Tapi bahkan V dan L sempat mengeluhkan LDR mereka yang butuh biaya yang banyak untuk ketemuan. Atau membatalkan pernikahannya alias merombak kisahnya? Atau yang lainnya?

Pusing karena hal itu, aku pun menghibur diri dengan menonton video-video V dan L. Aku suka mereka berdua dibanding pasangan-pasangan lain yang sudah aku tonton. Apa ya, walau mereka jarang mengumbar kemesraan, alias tidak banyak pelukan atau ciuman, tapi bahasa tubuh mereka sangat jelas menunjukkan cinta satu sama lain. Dan itu tontonan yang... Wow :') *dan bikin iri sejujurnya xD*

Pada akhirnya aku merubah beberapa hal. Menyesuaikan latar belakang kedua tokoh utamanya yang masih di perekonomian menengah ke bawah. Lagipula, setelah aku melakukan riset lain, yakni, kisah orang-orang nyata bukan seleb yang sudah tinggal bareng lama tapi kok pacar mereka belum melamar juga (dan aku menemukan kisah yang pas!), aku sudah punya gambaran bagaimana kisah yang kutulis ini akan berjalan. Malah ada potensi untuk dijadikan serial.

Mohon doanya semoga naskah yang sedang kutulis ini segera kelar ya, teman-teman ^^)

Share:

0 comments:

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^