Minggu, Oktober 26, 2014

Perayaan

Sorak-sorai membahana
Rasa puas, rasa bangga
Hembusan napas lega
Bercampur membentuk irama

Kegembiraan menguar di udara
Memberi tenaga ekstra
bagi beberapa penyangga
melompat menggapai angkasa

namun entah mengapa
gelombang kegembiraan yang memancar benderang itu
Sinarnya tak sampai menembus relung hatiku

Aku lulus
Namaku tercetak mulus
Pada papan warta
Seperti mereka

Tapi kenapa hanya aku yang tak disentuh kebahagiaan?
Ini tidak adil!
Tiga hari kami berada di perahu yang sama
Menindas satu dari empat abjad dalam warna pekat
Soal susah bukanlah penghambat
Ilham hadir sebab ada yang mengangkat

Lantas kenapa...

Benakku terhenti
Sebuah pertanyaan lain terbit
Ya, aku rasa pesta perayaan ketidakjujuran tidak cocok bagiku

Share:

Selasa, Oktober 14, 2014

9 Langkah Mendapatkan Buku Impian [Berlaku hanya hari ini dan, mungkin, besoknya!]

Ada banyak sekali cara dalam mendapatkan buku. Cara pertama dan yang paling tidak ribet adalah dengan cara membelinya. Membelinya sendiri dengan merogoh kocek sendiri (iyalah, kocek sendiri, kalau kocek orang lain mencuri itu namanya). Yang jadi masalah mungkin adalah harga bukunya mahal dan belum terjangkau kantong. Menunggu diskonan... ah, lama dan kalau itu buku bagus (dan laris-manis) pasti butuh waktu seabab buat masuk rak diskon! Nabung sedikit demi sedikit... ada kemungkinan bukunya stoknya habis! Belum lagi bila bukunya tidak termasuk buku bestseller, bakal setengah mati nanti nyarinya karena tiba-tiba saja masuk dalam daftar buku langka!

Cara kedua yang sedikit ribet adalah dengan meminta orang tersayang membelikannya. Tidak usah dijabarkan kali, ya? Selain karena aku malas ngetiknya (#ditimpukensiklopedia), aku rasa kalian pasti sudah tidak sabar dengan 9 cara yang disebut di judul itu *so to the toy*

Tidak perlu berbasah-basah berbasa-basi lagi, inilah kesembilan langkah tersebut...
Share:

Senin, Oktober 13, 2014

Jendela

Mrs. Darlings tahu, dia tidak seharusnya pergi ke rumah no. 27. Berulang kali dia mengarahkan pandangannya menatap tembok di sebelah kanannya. Seolah-olah dengan ditatapnya terus-terusan, tembok itu akan malu dan tergerak nuraninya untuk pergi, dan tidak menghalangi penglihatannya yang lurus ke arah rumahnya. Rumah yang beberapa menit lalu ditinggalkannya bersama suaminya demi memenuhi undangan tetangganya. Rumah di mana dia meninggalkan ketiga mutiara kecilnya [Wendy,John, dan Michael] yang tertidur lelap dibiarkan tanpa pengawasan.
Share:

Sabtu, Oktober 11, 2014

Apapun Yang Terjadi, Aku Akan Tetap Berada Di Sampingmu

Dua hal yang paling aku benci belakangan ini:

1. Meteor yang datang dari luar angkasa (ya kali, seolah-olah ada meteor datang dari dalam tanah). Eh, atau meteorit? Secara ini meteor yang lolos menembus atmosfir dan mencium permukaan bumi dengan dahsyatnya? Saking dahsyatnya, hantaman itu membuat bumi menjadi tempat seperti sekarang; gersang, langit ditutupi kegelapan, seakan-akan siang tidak pernah datang, tumbuhan—dimana tinggal bagian yang tak bisa dimakan—pada layu dan mati, dan bahan makanan... kalian pasti sudah bisa menebaknya: menjadi rebutan. Beberapa rela membunuh hanya demi sebutir apel busuk. Karena kalian bisa menebaknya, detail yang lain tidak perlu aku jabarkan, aku rasa.
Share: