Minggu, November 02, 2014

Aku dan Nanowrimo

Tahun lalu, secara tak sengaja, atau oleh semesta telah diset demikian, aku membaca "obrolan" teman-teman penulis soal nanowrimo di salah satu grup di Goodreads, kalau tidak salah Kastil Fantasi. Pada awalnya aku, yang biasa "sibuk" dengan duniaku sendiri--tapi sekarang mencoba untuk tak lagi menjadi katak dalam tempurung tapi kupu-kupu yang terbang keluar dari kepompongnya, tidak tertarik sama sekali. Jelas nanowrimo itu akronim, tapi aku tidak peduli apa kepanjangannya. Akronim yang, jujur, tidak menarik sama sekali.


Tapi keseruan perbincangan mereka sedikit demi sedikit mengusik sikap acuh tak acuhku. Rasa penasaran yang mulai timbul, selangkah demi selangkah menggeser keberadaannya. Rasa penasaran berjaya. Aku pun tergerak untuk mencari tahu lebih banyak soal nanowrimo.

Nanowrimo ternyata akronim dari National Novel Writing Month atau Bulan Menulis Novel Nasional.

Pas pendaftaran pertama, aku mengira nanowrimo.org, penggagas dan pemilik acara nanowrimo, mengadakan naowrimo tiap bulan. Jadi iseng-iseng aku mendaftarkan judul naskahku: CJDIA, yang belum kelar sampai sekarang. Nanowrimo ini, dalam pemahamanku saat itu, karena ada pemilihan pemenang karena berhasil mencapai angka tertentu, memotivasi penulis agar menyelesaikan naskahnya. Makanya aku santai-santai saja dalam penulisannya. Tapi ternyata... aku salah. Nanowrimo hanya diadakan satu tahun sekali, dan selalu di bulan yang sama, November.

Tahun ini, ketika aku sudah tahu bagaimana cara "mainnya", aku kembali memberanikan diri untuk berpatisipasi. Kali ini aku menggunakan naskah baru. Atau tidak terlalu baru karena merupakan pelebaran dari cerpenku. Judulnya, Ujian Akhir Nasional.

penampakan sampulnya

Harapanku pada naskah ini cuman satu: kelar, kelar, kelar.

Eh, itu tiga ya? Tapi karena hanya berupa perulangan, maka hitung satu saja yaa...

Mohon doanya ya teman-teman :D

Share:

2 komentar:

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^