Minggu, Januari 25, 2015

Dukungan Semesta

Hari itu, 29 Maret 2014, Mas Kurir (karena usianya masih muda, malah aku curiga usianya jauh lebih muda dariku... Ett, dah, pakai dijelasin segala lagi xD ) melakukan apa yang sudah menjadi tugasnya: melakukan pengiriman barang. Tepatnya pengiriman barang ke rumahku. Darimana aku tahu? Ada tiga penyebabnya:


Pertama, motornya dihentikan dan diparkirkan di depan rumahku. Ketika seorang kurir jasa ekspedisi berhenti di depan rumah / tempat tinggal kita, pasti dia hendak memberikan sesuatu yang dikirimkan pada kita. Tapi... tidak mustahil juga seandainya dia hendak menumpang mandi. Walau kalau dia benar-benar hendak menumpang mandi, aku tidak bisa mengizinkannya sebab... kami tidak punya sumur di ladang.

Kedua, dia berjalan ke arah rumahku sambil menenteng barang yang terbungkus dalam amplop yang besar. Saat mencapai di alasan kedua ini, aku yakin paket yang dibawanya itu pasti untukku. Di rumah ini, yang terdiri dari 5 orang, hanya aku satu-satunya yang mendapat kiriman. Tapi ternyata paket itu... Untuk siapa? Jawabannya ada di poin ketiga.

Ketiga, dia menyebut namaku. Kalau dia Meg Cabot atau J.K. Rowling atau Christopher Paolini, aku pasti sudah tersipu malu. Tapi karena yang nyebut Mas Kurir aku... Tersipu malu juga sih, soalnya saat itu aku sedang bawa sisir bergigi jarang yang kupegang bak mic. Biasa, aku sedang berlatih vokal buat persiapan ikutan ajang pencarian bakat di teve *eeak *lagaknya *bilang saja sedang teriak-teriak nggak jelas xD

"Fe... Ry?" Si Mas Kurir menyebut nama depanku dengan terbata. Antara merasa tak yakin dan geli. Sorot matanya tampaknya mengumandangkan, "Nih cowok, alien atau sejenis... berang-berang?"

Oke, oke, aku ngaku, itu sorot matanya karanganku saja. Dia hanya tampak geli dan terlihat jelas berusaha keras tidak tertawa melihatku yang ajaib (?)

Untuk mengimbangi sikapnya, aku dengan sok gagah dan memasang muka datar, seolah tak sadar tertangkap basah sedang membuat malu diri sendiri, aku pun menghampirinya sambil berkata dengan suara yang berwibawa, "Ya, Mas?"

"Ada paket," jawab si Mas Kurir sambil menyerahkan paket.

Dalam hati aku bilang, "Iyalah paket, masa orang yang aku cinta yang dikirim?" #eh

Oke, lagi-lagi ucapan dalam hati itu cuman rekayasa. Sebab hati dan pikiranku lewat jendela jiwaku (yakni mata) tak bisa berhenti menatap paket yang sedang dicengkeram oleh si Mas Kurir.

Aku tidak menyadarinya hingga paket itu berada di jarak pandangku. Si Mas Kurir pun tidak sadar. Bukan, maksudku kami bukan tidak sadar dalam arti pingsan, tapi si Mas Kurir tak sadar bahwa dia... telah membawakanku salah satu hadiah terindah yang aku terima di tahun 2014!

Ini dia penampakan hadiahnya:



Yap, sebuah buku. Buku fiksi fantasi. Sebuah novel karya penulis favoritku, David Levithan, Every Day. Hadiah dari kak Astrid!

Aku senang karena aku mendapatkan buku yang aku impikan. Tapi bukan itu yang membuatnya istimewa dan masuk dalam daftar hadiah terindah, tapi karena ini:


Yap, buku ini tak kusangka berbonus Six Earlier Days. Six Earlier Days ini prekuel Every Day yang dulunya dijual hanya dalam bentuk buku digital dan aku... sempat membatja buku bajakannya. Dan suka pakai dewa pada Six Earlier Days dan berharap, sangat berharap, berharap amat sangat, super berharap Six Earlier Days dibuat versi cetaknya. Semahal apapun harganya aku akan membelinya karena aku super duper ultra jatuh cinta dengan kisah-kisah A di buku digital itu.

Dan tahu apa selanjutnya yang terjadi? Semesta mendengarku. Every Day terbitan penerbit Ember ini untuk pertama kalinya dalam sejarah, mencetak Six Earlier Days di atas kertas dan memasukkannya sebagai bonus!

Kebayang gimana aku senangnya? Buku digital yang kuimpikan ada dalam bentuk cetak dan dukungan semesta juga, lewat Kak Astrid, membuatku berjodoh dengan dengan Every Day dan Six Earlir Days :')

"Ketika kau menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta berkonspirasi membantumu untuk mencapainya." Begitulah kata Paulo Coelho di bukunya, Sang Alkemis.


P.S: Postingan ini diikutsertakan dalam Giveaway Kado Terindah yang diadakan oleh Sobat Pungky dan JNE.
http://www.pungkyprayitno.com/2015/01/giveaway-kado-terindah.html
Share:

4 komentar:

  1. Setuju! Pokoknya mulai sekarang daku mau mati2an pengen Orlando Bloom juga, kali2 tiba2 dikirim paket ke rumah, lengkap dengan packing kayunya plus asuransi pulak. Wish me luckkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah, kalau itu kayaknya agak mahalan, sis. Pajaknya pasti guedhe sangat :)))

      Hapus
  2. Hai hai…

    Makasih banget yaa sudah ikutan Giveaway Kado Terindah. Semoga menang! :D

    Salam,
    Pungky

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, kak :D

      Amin, makasih atas doa dan kunjungannya :D

      Hapus

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^