Minggu, Januari 25, 2015

Kebingungan

Aku sudah tahu akan memberi salah satu sahabatku hadiah apa di hari ulang tahunnya: apalagi kalau bukan buku.

Lantas kenapa aku memberi catatan ini dengan judul kebingungan? Ada dua alasannya, yakni:


Pertama, aku ingin kalian penasaran, hahah. (Paling juga nggak bakal ada yang penasaran, udah deh ngaku saja, tidak penasaran, kan?)

Kedua, karena aku benar-benar bingung. Aku sudah tahu akan memberinya Knock Three Times karya Marion St. Webb, tapi masa cuman itu doang? Jadinya aku kebingungan untuk mencari "teman" bagi buku itu agar tidak kesepian saat melalui masa-masa pengiriman. Sebuah masa yang butuh waktu berhari-hari.

Tapi setelah membongkar semua koleksi bukuku... aku rasa tidak ada yang cocok untuk diberikan. Selain karena sahabatku sudah mempunyainya, lainnya adalah buku yang memang untuk dikoleksi pribadi, hahah. Jadinya, sebagai teman Knock Three Times di masa pengiriman, akhirnya aku memilih beberapa pembatas buku dan stiker yang kudapat dari luar negeri (ini benaran dari luar negeri, lho. Ceritanya lain kali saja ya.)

Sebenarnya, saat hendak mengirimkan aku sempat harap-harap cemas. Sebagai seseorang yang belum bekerja... kalian tahulah, jadi aku tidak perlu melanjutkannya, hahah. Dan Knock Three Times ini termasuk buku bekas aku batja. Buku yang bagus. Buku klasik yang mulai langka. Buku yang aku sayang. Aku merelakannya karena... sahabatku lebih membutuhkannya dariku.

Aku, tentu saja, sempat mempertimbangkannya. Apa aku rela? Apa aku ikhlas? Buku ini bila dijual bisa lebih mahal harganya dibanding harganya saat baru rilis, yakinkah aku untuk memberikannya?

Aku sempat memasukkan beberapa opsi buku yang bisa dihadiahkan pada sahabatku ini. Bahkan aku sempat menanyainya macam-macam mengenai buku yang belum pernah dibatjanya, dan apakah dia mau membatjanya. Tapi... buku zaman sekarang ini mahal pakai dewa, sob! Dompetku yang lebih sering dihinggapi uang seribu dan dua ribuan sontak megap-megap. Hingga kemudian aku kembali pada opsiku yang pertama.

Sebagai pencinta buku kelas berat, setiap buku yang pernah kusentuh punya sejarah tertentu dan punya hubungan emosional denganku. Rasanya... ya, berat untuk melepasnya. Tapi aku yakin, sangat yakin, sahabatku ini akan merawat KTT dengan baik. Dan dia akan membacanya. Tidak sepertiku yang mungkin hanya akan membiarkannya teronggok di sudut lemari.

Dan lagipula, aku ingin memberinya hadiah.

Bukan karena dia menginginkannya. Bukan karena aku ingin membalasnya memberi sesuatu. Tapi karena aku merasa dia pantas mendapatkannya.

Hei, Ryana as Roro, aku harap, sangat berharap, kamu suka dengan hadiahku.


P.S: Tulisan ini diikutsertakan giveaway  Kado Terindah Untuk Samwan Spesyel yang diadakan oleh Mas Ndop dan JNE.
http://dzofar.com/2015/01/05/kado-terindah-untuk-samwan-spesyel/
Share:

11 komentar:

  1. Boleh donk ikutan dikado KTT juga ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah, udah langka banget mbak KTT :)))

      Hapus
  2. Wah aku sampe gugling dulu loh, buku KTT itu apaan. maklum bukan buku mania sih akunya, jadi kuper banget kalau membahas buku hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak apa, mas Ndop, secara tiap orang punya passion-nya masing-masing :D

      Hapus
  3. Keren ceritanya.. semoga menang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin Ya Rabbal Alamin :)
      Terima kasih ^^)

      Hapus
  4. Semoga Ryana suka ya Jun hadiahnya ^^

    BalasHapus
  5. >> Ananta
    Iya, semoga ^^)

    >> RagamRumah
    Hahah, sudah kelar sob, lombanya. Kagak menang saya. Tapi terima kasih atas doanya :D

    BalasHapus
  6. You never tell me that you write about this! Lagi dines malam lalu kesambet pengen googling nama sendiri (dan anehnya justru kesambet pengen nulis kata "ryana as roro") and then i come to your blog....

    Okey, harapanmu terkabul. Aku lebih dari sekedar senang saat menerima hadiah. Karena yah sejauh ini aku bukan orang yang suka diberi hadiah apalagi hadiah kejutan yang dikirim gak bilang bilang. Dan aku sungguh sangat menghargai itu. Terlebih mas Jun sengaja bikin posting ini. Dan ini bikin mata aku mendadak melek dan senyum senyum sendiri di kantor ampe ditanya sama partner dines kenapa senyam senyum XD

    We never meet before. We know each other by twitter. And then you became my bestie....

    Aku pernah bilang kalau aku gak heran kita bisa kenal baik. Tapi aku tidak pernah menyangka kalau kita akan berteman sedekat ini.

    Thanks for everything :)

    *hug and kiss from Bandung*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Why I have to tell you? It just a posting, not something that big that need some spot lights.

      But I grateful you love it :')

      Hapus

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^