Minggu, Februari 15, 2015

Notes to the Future of Mine #1

1. Just because pressure made your heart singing in excitement, it doesn't mean you can be a deadliner!
Hanya karena kemepetan (?) mendatangkan debaran yang menyenangkan, bukan berarti kamu boleh menjadi deadliner!


2. Just because you're the one who created the list of resolution for your life, it doesn't mean you can ignore the instructions that wrote down at the paper. You must obey words that written by the past of you.
Hanya karena kamu yang bikin daftar resolusi, bukan berarti kamu bisa seenak udelnya acuh tak acuh pada apa yang tertulis di sana. Kamu harus mematuhi apa-apa yang ditulis oleh dirimu di masa lalu.

3. You doesn't have a laptop. Yet. But, you grateful for Sherina, that allow you used her to write your novels. And Arifin, your friend, let you in comp lab sporadicaly so you could do your "skripsi" (undergraduate thesis).
Kamu belum punya laptop, tapi kamu masih bisa bersyukur karena memiliki Sherina. Dengannya kamu masih bisa menulis naskah-naskah novelmu. Dan kamu punya teman yang baik, salah satunya Arifin, yang mengizinkan dirimu masuk di beberapa kesempatan sehingga dirimu bisa mengerjakan skripsimu.

4. Always make an excuse to bad events (aka stay your thought in positive way). I know you will think it's useless or we are living in denial, but the thoughts will keep you going and run forward. The Earth will still in rotation and revolution when you play like hermit, making sanctuary where you can live dump.
Ketika berita atau kejadian buruk datang menghampiri, segera bikin alasan atau pembenaran atau pikiran menyenangkan (intinya berpikiran positif) bahwa ada hikmah dibalik semua itu. Aku tahu dirimu akan berpikir itu kayak kurang kerjaan atau bak hidup dalam penyangkalan, tapi percayalah padaku, pikiran itu akan membuatmu maju. Bumi tak akan berhenti berputar meski dirimu mengurung diri di lembah kenestapaan.

5. Sometimes, being evil is good for you. Not evil in the way you hurt somebody else, but act like ice prince, act like you care so much only for yourself. Being angel can be suck sometimes. Espesially when we realize that our kindness being harnessed.
Terkadang, bersikap jahat tidak ada salahnya. Bukan bersifat jahat yang melukai orang, tapi bersikap acuh tak acuh atau seolah dirimu hanya peduli pada dirimu. Bersikap terlalu baik kadang bikin capek dan lelah dan jengkel, apalagi saat tahu ternyata kita hanya dimanfaatkan.


Share:

0 comments:

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^