Sabtu, April 11, 2015

Buku-buku Yang Menemaniku Tumbuh Besar

Dalam kehidupan seorang pencinta buku, atau pembaca buku, atau juga penimbun buku, sudah pasti ada buku-buku yang teramat sangat berkesan di masa awal-awal membatja buku (batja: saat masih bau temulawak, eh, kentjur). Saking berkesannya buku(-buku) tersebut, tiap ditanya untuk merekomendasikan sebuah buku yang asyik, seru, dan bikin tegang (?), secara otomatis dirimu merekomendasikan buku-buku itu. Saking berkesannya buku-buku tersebut, dirimu ingin membatjanya lagi dan lagi, berulang-ulang, hingga mungkin sampai hapal kata per kata. Dan, saking berkesannya buku-buku itu, sadar ada tidak buku itu mempengaruhi kehidupanmu.


Tak terkecuali diriku. Ada beberapa buku yang meninggalkan kesan yang begitu mendalam. Penasaran apa saja buku-buku itu? Apa, tidak penasaran? Oke, aku tidak jadi menuliskannya. Eh, apa, aku tidak mungkin tidak menuliskannya? Hahah, kalian ternyata tahu sekali diriku, jadi malu (/_\)

Tentu saja aku tetap menuliskannya. Apapun yang menyangkut buku bagus aku tidak akan pernah menahannya... Oke, tanpa berpanjang-lebar lagi, karena panjang itu tembok besar China dan lebar itu temannya panjang, inilah buku-buku tersebut...

1. Harry Potter and The Goblet of Fire karya Tante Jo aka J.K. Rowling
Berkesan karena... Novel ini adalah pertama yang aku batja. Sekaligus tonggak awal yang mendorongku nyemplung ke samudera baca, samudera tempatku kini hidup dan menghirup napas. Aku pertama kali membatja buku tebal ini saat duduk di kelas 3 MTs. Dan aku ingat sekali, aku membatja buku ini dalam waktu 3 hari saja!


Sebagai orang yang saat itu seumur hidupnya mengenal buku pelajaran, yang meski tipis entah kenapa butuh kurang lebih waktu 1 tahun untuk menyelesaikannya, tentu itu sebuah rekor. Bagiku sendiri. Tapi yang terpenting dari itu, aku bertemu dengan dunia yang kemudian aku cintai tanpa syarat berkat Harry Potter and The Goblet of Fire.

2. All American-Girl karya Mbak Meg aka Meg Cabot
Buku Meg Cabot pertama yang kubatja sekaligus gerbang yang membuat seluruh buku-buku dari mbak Meg menjadi wajib batja atau dibeli.

Secara kisah, ceritanya seru dengan ide yang sederhana tapi terasa tidak nyata juga sekaligus ada kemungkinan terjadi di dunia nyata: seorang gadis biasa yang tergila-gila dengan warna hitam dan suka melukis suatu hari pergi ke toko musik. Di toko tersebut dia bertemu seorang pria dewasa yang dengerin Uptown Girl dari Billy Joel berulang-ulang. Pria itu keluar, beberapa menit kemudian gadis biasa bernama Samantha ini juga keluar (bukan untuk mengejar si pria). Jalanan macet saat itu karena ada presiden Amerika di sekitar situ.


Nah, saat Sam keluar dari toko musik, dia melihat lagi si pria "Uptown Girl" berdiri di pinggir jalan, menatap si presiden dan ketika dia merogoh sakunya... Pria itu mengeluarkan pistol dan mengarahkannya ke presiden! Dia hendak membunuh presiden! Tanpa pikir panjang, malahan tanpa mikir apa-apa, Sam melompat ke arah pria itu dan menggagalkan aksi pria itu. Dan sejak saat itu hidup Sam berubah.

Idenya sederhana, kan? Hingga kini aku belum nemu kisah serupa di genre fiksi realis dengan target remaja seperti All American-Girl ini.

3. Princess in Waiting (masih) karya Mbak Meg
Buku dari seri Princess Diaries yang pertama kubatja. Tampaknya yang berkesan yang pertama-tama yak?

Buku ini sebenarnya, biasa-biasa saja, bagus tapi tidak pakai dewa. Tapi pesannya, beuh, aku suka pakai dewa. Aku bak ditampar. Dan buku ini mengubah hidupku untuk selamanya. Berkat buku ini aku mendapatkan sebuah cita-cita yang ingin sekali kuraih: menjadi seorang penulis.

Aku rasa tiga itu saja. Masih banyak buku yang berkesan di awal-awal aku mengenal buku sebenarnya, tapi aku takutnya coretanku ini bakal jadi menyamai panjangnya tembok besar China, hahah.

Bagaimana, ada dari tiga buku di atas yang juga berkesan denganmu? Atau dirimu punya buku yang berkesan tapi tidak sama dengan daftarku di atas? Boleh lho corat-coret di kotak komentar ;)
Share:

2 komentar:

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^