Selasa, April 05, 2016

Dua Lembar Kertas

Kepada Jun di masa depan ...

Sebenarnya tulisan ini merupakan draft sejak bulan lalu atau dua bulan lalu yang pada awalnya hendak diberi judul "Kita Wisuda Kemarin". Tapi tulisan ini kemudian kita lupakan karena, seperti biasanya, kita diserang ... malas. Tak ada alasan lain.

Postingan ini kita tulis untuk mengabarkan bahwa ... kita telah diwisuda. Kemarin. Bukan kemarin hari ini, seperti yang sudah kamu duga, tapi kemarin dari tanggal 24 Januari. Ya, setelah menunggu lama, setelah melewati proses skripsi, seminar, dan sidang yang berdarah-darah kita akhirnya lulus juga!

Sayangnya ... apakah kamu masih ingat sekarang? Bila tidak, maka biarlah aku ingatkan sedikit tentang wisuda ini padamu.

Wisuda ini ... terasa biasa saja bagi kita, entah kenapa. Aku, atau kita bila kamu masih ingat, sempat berdebar-debar bagaimana rasanya ketika kita akhirnya diperbolehkan menambahkan gelar sarjana di belakang nama kita. Kita sempat mengira bahwa kita akan seperti ... terlahir seperti orang yang baru.

Mungkin dirimu yang baru di masa depan merasa hal itu amat teramat sangat berlebihan. Tapi bagiku di masa kini, acara wisuda itu seperti pintu baru yang membuka ke jenjang yang selanjutnya. Harusnya aku, atau kamu di masa lalu, merasakan sesuatu yang spesial berkaitan dengan hal itu. Namun nyatanya tidak. Nyatanya aku merasa ... sama saja. Hanya merasa sedikit konyol karena harus mengenakan pakaian super panas selama beberapa jam (hal ini mungkin akan berbeda bila yang kukenakan jubah Hogwarts).

Mungkin ini karena aku memiliki ekspektasi rasa (?) dua kata itu bahkan baru muncul di benakku dan aku tak yakin bahkan istilah tersebut ada dalam bahasa Indonesia. Sehingga ketika rasanya biasa saja, tidak wah atau gimana-gimana, aku merasa sedikit kecewa.

Tidak semuanya mengecewakan tentu saja. Apakah kamu masih ingat Jun, bahwa makanannya cukup enak? Dan Apakah kamu masih ingat bahwa selain kotak berisi makanan ringan, kita juga mendapatkan dua kotak berisi nasi, lauk, dan lain-lainnya? Dan apakah kamu juga masih ingat bahwa minuman kemasannnya bergambar Doraemon, salah satu tokoh favorit kita saat kita masih anak piyik dulu?

Belum lagi, hujan turun di tengah acara. Seperti yang aku dan kamu di masa lalu harapkan. Hujan yang mengusir panas yang bikin pengen melepas semua pakaian.

Hujan tidak reda hingga acara selesai. Bukan masalah besar. Kita berdua tahu, kita bukan orang yang takut akan hujan. Biasanya kita takut hujan karena keselamatan Luke dan Sherina atau buku-buku terancam. Tapi selebihnya kita suka hujan karena itu artinya ... air! Dan baunya yang sejuk!

Karena lapar dan ingin segera menyantap nasi kotak (hahah), aku dan Happy, adik kita, berlari-lari pulang. Baju keren, jubah dan atribut lain sudah kulepas, sedikit basah ketika sampai rumah. Tapi setidaknya, aku dan Happy berbagi tawa bersama. Dan kemudian kita, bersama ibu dan bapak, makan bersama. Dengan aku yang makan paling terakhir.

Kesimpulannya: antara penting dan tak penting.

Lalu ... kamu pastinya penasaran kenapa aku memostingkan tulisannya hari ini. Jawabannya sederhana saja. Tepat hari ini, atau kemarin karena saat ini sudah lewat tengah malam, Senin 4 April, dua lembar, ijasah dan transkrip nilai kita selama kuliah, akhirnya bisa kuambil. Bila aku ingin merambah ke dunia kerja, maka sekarang salah satu syaratnya sudah terpenuhi.

Doakan aku semoga segera mendapatkan pekerjaan.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^