Rabu, April 27, 2016

Pekerjaan

Kepada Jun di masa depan ...

Aku harap kamu sudah punya pekerjaan sekarang. Atau setidaknya, kalau kamu memutuskan untuk melanjutkan cita-citamu menjadi wirausahawan, kamu telah menjadi wirausahawan yang sukses. Tidak sedang luntang-lantung seperti yang aku alami sekarang.


Oke, kita berdua tahu, kita tidak sedang luntang-lantung di masa ini. Atau setidaknya tidak seluntang-lantung itu (?) Kita punya toko kelontong kecil yang diurus bersama Ibuk tersayang (semoga di masamu toko ini sudah jadi sangat besar) dan toko buku online, Story Eater Corner, yang secara mengejutkan masih bertahan hingga sekarang (dan semoga terus bertahan hingga di masamu, dan malahan punya toko fisiknya - Amin!). Tapi kita berdua tahu Oknum B merasa usaha itu tidaklah menghasilkan apa-apa. Hanya recehan ... yang tanpa dia tahu bisa bikin kita makan malam cukup enak, beli timbunan buku baru, memberi makan Sherina dan Luke, uang saku adek, bayar kredit panci elektronik atau barang-barang kecil yang Ibuk ambil, uang bensin, dan lain-lain.

Kalau aku dibolehkan memilih, atau aku lebih tegas dalam membuat pilihan, aku bisa saja bertahan untuk membuat kedua toko yang kini sudah kumiliki untuk dijadikan lebih besar dari sekarang. Tapi seperti yang kita berdua tahu, Jun--yang ada di masa depan, kita merasa kita belum bisa melakukannya. Belum bisa untuk melakukannya di masaku. Hati kecil kita tahu kita kekurangan modal. Sementara modal harian ... katakanlah pas-pasan. Kita alergi pada hutang, dan berusaha keras agar tidak berhutang, sehingga meminjam pada bank bukanlah pilihan. Dan Oknum B ... tidak bisa diandalkan. Meski dia yang paling pedas dalam mengkritik.

Dan meski tak mau mengakuinya secara terang-terangan, maksudnya mengucapkannya secara lisan, aku sadar bahwa apa yang ada saat ini, bila tidak mendapatkan bantuan dari ... pihak tertentu, bisa dikatakan masih kurang.

Lalu ada pula resesi.

Sehingga mencari kerja, bekerja pada orang lain, merupakan satu-satunya pilihan. Pilihan untuk mendapatkan uang. Yang dengan itu dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga kita, untuk hidup yang lebih baik. Pilihan yang dapat membungkam mulut Oknum B yang penuh dengan hinaan dan celaan.

Tapi mencari kerja ... yah, mudah sebenarnya. Dimana-mana aku sering melihat dibutuhkan tenaga kerja. Tapi mencari pekerjaan yang cocok, bukan hanya cocok dengan kita tapi cocok dengan keinginan orangtua--agar tidak malu-maluin di mata tetangga, bisa dibilang agak gampang-gampang susah. Dan lebih sulit lagi agar kita bisa diterima bekerja. Apalagi dengan diri sendiri merasa tidak memiliki bakat apapun, dan tidak bisa melakukan apapun dengan benar, sehingga merasa bingung bagaimana harus meyakinkan HRD kenapa mereka harus menerima kita.

Oke, karena kepalaku sudah panas, aku rasa pos ini aku akhiri sampai sini dulu. Nanti aku sambung lagi, pos soal pekerjaan ini ketika aku sudah mendapatkan pekerjaan.

Wish me the best luck, Jun!
Share:

2 komentar:

  1. I know what you feel (sok linggis sedikit :) )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks, bro. Though (probably) you don't read this, your comment help me erase some of (?) the loneliness that I felt :'3

      Hapus

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^