Minggu, Juli 31, 2016

Beli BBM dengan Jeriken

Kepada Jun di masa depan ...

BBM, atau Blackberry Messenger Bahan Bakar Minyak, telah menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia. Meski di buku-buku pelajaran sekolah hal ini tidak dicantumkan. Tidak hanya untuk mengisi kendaraan kita tapi juga peralatan lain, salah satunya rumah tangga, yang membutuhkan bahan bakar tersebut.
Share:

Sabtu, Juli 30, 2016

Parkir di Luar Sekolah

Parkir di Luar Sekolah
Kepada Jun di masa depan ...

Sejak pagi dua hari yang lalu, ketika melewati (kemungkinan) tempat penitipan sepeda (aku sedang menuju ke SPBU, omong-omong), aku teringat dengan masa-masa ketika kita masih duduk di bangku di bangku SMP. Apakah dikau masih ingat Jun tentang larangan menitipkan sepeda di luar sekolah?

Yah, aku rasa dirimu masih sama ingatnya denganku. Kenangan (?) semacam itu tak mudah dilupakan. Meski kita tak terlibat langsung, hanya sebagai pengamat.
Share:

Minggu, Juli 24, 2016

The Boss (2016)

Kepada Jun di masa depan ...

Beberapa menit yang lalu, dirimu di masa lalu ini baru saja selesai menonton salah satu film terbaru Melissa McCarthy berjudul The Boss. Kalau bukan karena kagum dengan aksinya di SPY, film pertama di mana aku mengenal nama Melissa--padahal namanya ada di beberapa film yang aku pernah lihat seperti Charlie's Angel dan The Hungover part III, kalau film ini tidak ada Melissa-nya, mungkin aku bakal melewatkan kesempatan untuk melihat film ini. Dikarenakan rating imdb dan rottentomatoes yang cukup rendah.
Share:

Kamis, Juli 21, 2016

Pokemon Go

Kepada Jun di masa depan ...

Di tahun 2016, di bulan Juli ini, ada mobile game yang sedang digandrungi oleh banyak sekali orang. Aku tahu dirimu pasti masih ingat nama game tersebut. Tapi bagaimana pun aku akan tetap menuliskannya. Game itu adalah Pokemon Go.

Tapi aku tidak akan membahas soal game tersebut, Jun. Karena aku yakin dirimu masih mengingat dengan baik game yang jadi trending topic di mana-mana di masa sekarang ini. Aku lebih ingin menuliskan pendapatku mengenai reaksi masyarakat yang agak berlebihan mengenai game yang diadaptasi dari manga atau tv series Jepang.
Share:

Senin, Juli 18, 2016

Hari Pertama Sekolah

Kepada Jun di masa depan ...

Hari ini, Senin, 18 Juli 2016 adalah hari pertama masuk sekolah bagi anak-anak atau remaja usia sekolah di Indonesia setelah libur panjang. Aku sih bukan salah satunya. Jadi ya tidak kelabakan, hahah. Tapi meski begitu, di hari pertama masuk sekolah ini terjadi perbincangan yang lumayan panas di linimassa. Coba tebak apa yang jadi perbincangan lumayan panas tersebut?

Kalau kamu lupa, Jun, apa yang terjadi hari ini, maka seperti seorang masa lalu yang baik pada masa depannya, izinkan aku untuk memberi petunjuk yang siapa tahu bakal bikin dirimu kembali mengingatnya: Perihal antar-mengantar anak ke sekolah.

Dan seandainya kamu lupa dengan pendapatmu di masa lalu, maka inilah dia: "Aku menganggap perkara antar-mengantar itu terlalu dilebih-lebihkan."

Hal itu jadi begitu mungkin karena pemerintah (atau orang di pemerintahan) mewajibkan (tanpa paksaan sebenarnya) para orangtua untuk menyempatkan diri mengantar anak-anak mereka ke sekolah. Dan yang jadi perdebatan adalah, apakah pengantaran tersebut akan berakibat anak menjadi manja.

Tapi apa iya, dari pengantaran yang cuma sesekali ini akan berdampak besar seperti itu?

Kalau menurut pendapatku sendiri, pendapat kita, pendapatmu dari masa lalu, hal itu mungkin saja bisa bikin seseorang jadi manja. Mungkin. Sekali lagi, mungkin. Karena aku (kita) kenal dengan seseorang yang setiap hari diantar jemput dan dalam batas tertentu dia sangat mandiri. Dia mencuci bajunya sendiri. Dia mencuci piringnya sendiri tiap sehabis makan. Dia mengerjakan pekerjaan rumahnya sendiri. Dia mengumpulkan uang sakunya sendiri untuk membeli apa yang diinginkan. Dan apakah itu masih bisa disebut manja?

Ya, aku rasa dirimu di masa depan setuju dengan dirimu di masa lalu. Manja adalah satu hal, mengantarkan anak atau adik atau keponakan ke sekolah juga sebuah hal. Tapi apakah dengan hanya mengantarkan seorang anak atau adik atau keponakan di hari pertama sekolahnya akan membuatnya menjadi sosok yang manja selama masa hidupnya?

Dan, aku pun ikut memeriahkan perbincangan panas ini, hahah.

Sejujur-jujurnya, aku heran seheran-herannya kenapa hal ini jadi perbincangan yang cukup hangat suam-suam kuku. Banyak orangtua mengantar anaknya tiap hari ke sekolah dan pada saat dewasa anak tersebut baik-baik saja. Banyak juga orangtua yang membiarkan anaknya berangkat sendiri ke sekolah dan pada saat dewasa anak tersebut menjadi sosok yang manja dan suka mencari perhatian. Dan ini sudah terjadi sejak dahulu kala. Jadi kenapa sekarang diributkan? Apakah karena pemerintah mewajibkannya?

Enggak, Jun, aku enggak marah kepadamu. Aku hanya merasa heran saja, hahah. Oke, aku rasa hal itu cukup. Ada satu hal lagi yang ingin kutulis hari ini. Hal yang bikin kaget.

Yang baru saja kaget,
Jun di masa lalu.
Share:

Sabtu, Juli 16, 2016

Sendiri?

Kepada Jun di masa depan ...

Entah kenapa yang aku tuliskan untuk dibaca olehmu di masa depan adalah hal-hal yang beraroma suram melulu. Rasa-rasanya yang tertuang di blog yang kucoba untuk aku bangkitkan lagi isinya kebanyakan hal-hal bermuatan negatif. Aku sendiri, yang menuliskannya untuk diriku sendiri di masa depan, untuk dibaca lagi sebagai bagian nostalgia atau pengingat agar sebisa mungkin tak mengulangi hal yang sama, merasa heran. Apa tidak ada hal baik yang terjadi di kehidupan? Yang jawabnya, tentu ada. Lalu kenapa hal-hal suram yang kebanyakan mengisi tiap sudut blog ini?
Share:

Jumat, Juli 15, 2016

Kamera Ponsel di Mata Bookstagramer Pemula



Kepada Jun di masa depan ...

Seperti yang kamu ketahui, Jun--itu pun kalau dirimu tidak lupa, beberapa bulan belakangan ini aku sedang ketagihan dengan yang namanya Instagram. Mengabadikan objek, terutama buku-buku kesayangan kita, menjadi bidang dadakan yang ingin sekali aku kuasai. Mendadak fotografi buku (book-photography) yang awalnya berupa kehendak malas-malasan atau tergantung mood merangkak jadi hobi. Dari hobi kemudian menjadi kebutuhan pokok sehari-hari. Dari situ kamera ponsel menjadi sahabat baruku. Mata ketigaku. Sehari saja jemari ini tak menekan tombol shutter atau bidang layar sentuh, rasanya gatal, atau merasa ada yang kurang, bila diri ini tak mengabadikan kecantikan dan kemolekan buku-buku kita dalam sebuah gambar yang nantinya akan diunggah ke Instagram atau sosial media lainnya.
Share:

Selasa, Juli 12, 2016

Lebaran 2016

Kepada Jun di masa depan ...

Lebaran tahun ini jauh lebih sepi ketimbang tahun lalu. Entah karena sebagian orang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga terdekat masing-masing. Entah karena aku yang secara tak sadar memilih menarik diri dari dunia.

Eh, tapi enggak deh. Aku langsung bilang oke ketika tante ngajak buat silaturahim ke rumah sanak saudara.

Jadi bukan karena aku menarik diri. Kemungkinan hal itu disebabkan karena hatiku yang terasa sepi.
Share:

Aarrgghh!!

Kepada Jun di masa depan ...

Mungkin dirimu lupa dengan yang terjadi hari ini. Hari-hari lebaran di tahun 2016 kalender Gregorian. Jadi izinkan aku untuk mengingatkanmu: Kamu (atau kita) sedang dalam kondisi depresi nyaris berat!
Share: