Senin, Juli 18, 2016

Hari Pertama Sekolah

Kepada Jun di masa depan ...

Hari ini, Senin, 18 Juli 2016 adalah hari pertama masuk sekolah bagi anak-anak atau remaja usia sekolah di Indonesia setelah libur panjang. Aku sih bukan salah satunya. Jadi ya tidak kelabakan, hahah. Tapi meski begitu, di hari pertama masuk sekolah ini terjadi perbincangan yang lumayan panas di linimassa. Coba tebak apa yang jadi perbincangan lumayan panas tersebut?

Kalau kamu lupa, Jun, apa yang terjadi hari ini, maka seperti seorang masa lalu yang baik pada masa depannya, izinkan aku untuk memberi petunjuk yang siapa tahu bakal bikin dirimu kembali mengingatnya: Perihal antar-mengantar anak ke sekolah.

Dan seandainya kamu lupa dengan pendapatmu di masa lalu, maka inilah dia: "Aku menganggap perkara antar-mengantar itu terlalu dilebih-lebihkan."

Hal itu jadi begitu mungkin karena pemerintah (atau orang di pemerintahan) mewajibkan (tanpa paksaan sebenarnya) para orangtua untuk menyempatkan diri mengantar anak-anak mereka ke sekolah. Dan yang jadi perdebatan adalah, apakah pengantaran tersebut akan berakibat anak menjadi manja.

Tapi apa iya, dari pengantaran yang cuma sesekali ini akan berdampak besar seperti itu?

Kalau menurut pendapatku sendiri, pendapat kita, pendapatmu dari masa lalu, hal itu mungkin saja bisa bikin seseorang jadi manja. Mungkin. Sekali lagi, mungkin. Karena aku (kita) kenal dengan seseorang yang setiap hari diantar jemput dan dalam batas tertentu dia sangat mandiri. Dia mencuci bajunya sendiri. Dia mencuci piringnya sendiri tiap sehabis makan. Dia mengerjakan pekerjaan rumahnya sendiri. Dia mengumpulkan uang sakunya sendiri untuk membeli apa yang diinginkan. Dan apakah itu masih bisa disebut manja?

Ya, aku rasa dirimu di masa depan setuju dengan dirimu di masa lalu. Manja adalah satu hal, mengantarkan anak atau adik atau keponakan ke sekolah juga sebuah hal. Tapi apakah dengan hanya mengantarkan seorang anak atau adik atau keponakan di hari pertama sekolahnya akan membuatnya menjadi sosok yang manja selama masa hidupnya?

Dan, aku pun ikut memeriahkan perbincangan panas ini, hahah.

Sejujur-jujurnya, aku heran seheran-herannya kenapa hal ini jadi perbincangan yang cukup hangat suam-suam kuku. Banyak orangtua mengantar anaknya tiap hari ke sekolah dan pada saat dewasa anak tersebut baik-baik saja. Banyak juga orangtua yang membiarkan anaknya berangkat sendiri ke sekolah dan pada saat dewasa anak tersebut menjadi sosok yang manja dan suka mencari perhatian. Dan ini sudah terjadi sejak dahulu kala. Jadi kenapa sekarang diributkan? Apakah karena pemerintah mewajibkannya?

Enggak, Jun, aku enggak marah kepadamu. Aku hanya merasa heran saja, hahah. Oke, aku rasa hal itu cukup. Ada satu hal lagi yang ingin kutulis hari ini. Hal yang bikin kaget.

Yang baru saja kaget,
Jun di masa lalu.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^