Minggu, Februari 26, 2017

Akhir Tahun 2016 - bagian pertama

Kepada Jun di masa depan ...

Mungkin dirimu masih ingat dengan peristiwa yang menimpa kita di akhir tahun lalu, atau buatmu akhir tahun 2016. Sebab peristiwa semacam itu, peristiwa paling buruk sepanjang hidup kita--semoga ini yang paling buruk, tidak akan mudah dilupakan.

Kita kehilangan dompet kita.


Dan kita ditipu oleh, kemungkinan besar, penemunya sebesar dua juta.

Aku tahu kamu tidak lupa. Tapi aku tetap ingin menuliskannya sebagai bagian dari sejarah kita.
Kita menjatuhkan dompet kita dalam perjalanan pulang. Dan ini murni keteledoranku. Aku lupa mengancingkan saku celana di mana dompet kita kutaruh.

Terakhir kuingat, dompet itu aku keluarkan ketika aku beli bakso di Jombang. Di depan sebuah POM bensin.

Jadi, begitu aku sampai rumah dan mendapati dompetku tak ada ... Aku panik. Dan bertekad saat itu juga mesti balik ke kedai bakso di Jombang.

Jaraknya jauh dari rumah, tentu. Tapi tak masalah. Setidaknya tak sejauh dari sini ke Surabaya.
Dan tentu saja dompetku tak ada. 

Aku meninggalkan nomorku padanya. Dan juga pada petugas pom.

Lalu pulang. Sambil merutuki betapa bodohnya diriku. Apalagi yang bisa kulakukan?

Tapi sebelum itu, sebelum ke kedai bakso Jombang, aku coba mendatangi Bapak. Aku berkendara ke Nganjuk bersama truknya. Seperti yang kamu ingat, Jun, Bapak seorang sopir truk muatan. Dan kita melakukan perjalanan ini, perjalanan ke Surabaya, adalah mengantar suatu komponen ke bengkel di Surabaya, milik bos Bapak, untuk diperbaiki. Dan setelah itu selesai, kita mengantarkannya ke Bapak yang berada di Jombang. Di pom bensin itu. Tempat yang tak pernah kuduga akan menjadi salah satu lokasi kemungkinan jatuhnya dompetku.

Aku mendatangi Bapak tentu dengan dugaan bahwa dompetku jatuh di dalam truknya. Sebab aku sempat mengangkat kakiku ke kaca depan guna meluruskan kakiku yang pegal.

Siapa tahu gegara aksiku itu dompetku jatuh.

Tapi, tak seperti harapanku, di truk pun tak ditemukan dompetku.

Tapi entah bagaimana, entah bagaimana, anehnya aku tidak merasa terlalu sedih. Seolah-olah dompet kita itu berada dekat denganku. Seolah-olah dompet kita itu tidak hilang.
Share:

0 comments:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan komentar. Jangan spam ya ^_^