Minggu, Februari 26, 2017

Selasa, Agustus 02, 2016

Ibuk dan Potret Buku

Kepada Jun di masa depan ...

Saat awal-awal masuk dalam lingkaran (?) #bookstagram, orang paling kita sayang di muka Bumi, Ibuk, adalah salah satu oknum yang merasa hobi baru kita, yakni memotret buku-buku kita nan seksi, adalah salah satu hobi yang buang-buang waktu dan tak ada manfaatnya. Tapi sekarang ...

Mungkin beliau masih merasa itu kegiatan yang masih sama tidak ada manfaatnya, tapi mengingat aku melakukannya setiap hari, dan hal itu sering sekali membuatku--membuat kita--bahagia [kadang bikin frustrasi juga kalau tak dapat memproduksi foto yang sesuai dengan yang diinginkan, hahah], beliau akhirnya memutuskan untuk mendukungku, mendukung kita. Kadang, saat ada makanan atau kue yang oke buat menemani buku-bukuku, beliau menawarkannya padaku sebelum akhirnya disantap. Bahkan nih, beliau menghadiahiku bunga plastik yang bisa kugunakan untuk properti foto!

Oke, seperti yang kamu ingat, Jun, sebenarnya bunga itu belum dibeli, sebab pas datang ke toko tempat biasa aku membeli properti foto, pilihan bunga-bunga plastiknya sedang jelek (yang bagus ada di etelase barang yang tidak dijual!), jadi ya baru besok kami (atau aku, bila Ibuk memutuskan untuk tidak ikut) membelinya.

Terlepas dari hadiah itu, dukungan dari beliau sendiri sesungguhnya sudah merupakan hadiah tersendiri yang layak sekali disyukuri. Dengan mendapat izin dari beliau, rasanya jadi ... katakanlah, bebas. Bebas melakukannya kapan saja dan di mana saja. Tanpa perlu mencuri-curi waktu (meski dalam prakteknya aku mencuri-curi waktu di sela-sela tugas di toko--apakah di masa depan dirimu mendapatkan waktu tetap, Jun?) Tanpa perlu sembunyi-sembunyi dan malu-malu lagi ketika dilihat orang.

Dan ini jauh lebih cepat dibanding ketika beliau akhirnya mendukung, atau lebihnya tidak mengusik lagi, kebutuhanku akan membaca. Hnn, kenapa ya? Apakah karena ketika membaca aku menampakkan banyak sekali emosi dibanding ketika mengabadikan gambar? Ataukah karena beliau sudah menerima fakta bahwa anak laki-laki satu-satunya yang tampan ini tak lagi bisa dicegah bila berkenaan dengan buku?

Apapun itu, selamanya hal itu akan jadi rahasia. Karena aku tidak cukup penasaran untuk mencaritahu.

Yang esok hari masih akan mengabadikan gambar untuk dilihat lagi olehmu wahai masa depanku,
Jun dari masa lalu.
Share:

Minggu, Juli 31, 2016

Beli BBM dengan Jeriken

Kepada Jun di masa depan ...

BBM, atau Blackberry Messenger Bahan Bakar Minyak, telah menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia. Meski di buku-buku pelajaran sekolah hal ini tidak dicantumkan. Tidak hanya untuk mengisi kendaraan kita tapi juga peralatan lain, salah satunya rumah tangga, yang membutuhkan bahan bakar tersebut.
Share:

Sabtu, Juli 30, 2016

Parkir di Luar Sekolah

Parkir di Luar Sekolah
Kepada Jun di masa depan ...

Sejak pagi dua hari yang lalu, ketika melewati (kemungkinan) tempat penitipan sepeda (aku sedang menuju ke SPBU, omong-omong), aku teringat dengan masa-masa ketika kita masih duduk di bangku di bangku SMP. Apakah dikau masih ingat Jun tentang larangan menitipkan sepeda di luar sekolah?

Yah, aku rasa dirimu masih sama ingatnya denganku. Kenangan (?) semacam itu tak mudah dilupakan. Meski kita tak terlibat langsung, hanya sebagai pengamat.
Share: